
Di kota yang berbeda aleza baru saja selesai masak dibantu oleh bi sumi, seperti janjinya tadi pagi siang ini ia akan membawakan makan siang untuk suaminya,
"bi ini tolong masukin wadah ya saya mau mandi dulu gak enak kan nyamperin suami ke kantor bau keringet gini," ucap alez
"Siap neng," sahut bi sumi, aleza pun bergegas menuju kamarnya di lantai atas untuk mandi dan bersiap siap, baru saja selesai mandi dering suara handphone nya berbunyi, segera aleza meraih handphone nya yang berada di atas nakas, panggilan vidiocall pun tersambung,
"hallo asalamu'alaikum istriku sayang sedang apa?," ucap faryan di sebrang sana,
" walaikum salam suami aku baru aja selesai mandi mau nganterin makan siang buat suami," sahut aleza,
"mas tuggu yah udah kangen nich,"
"dih baru aja berapa jam gak ktemu udah kangen aja!"
"emang kamu enggak?"
"enggak! ... "ucap aleza singkat, senyum yang melengkung di wajah faryan pun sirna,
"Enggak salah lagi sayaaaang jangan cemberut gitu dong nanti gantengnya ilang loh," goda aleza, senyum faryan pun kembali merekah,
"sayang makasih ya!"
"untuk ??"
"udah mau ngangenin aku,"
" iya sayang ku gosah makasih makasihan ah, udah dulu yah aku mau berangkat sekarang,"
"hati hati di jalan sayang jaga hatimu hanya untuk mas,"
"pasti, asalamu'alaikum"
"walaikum'salam" sahut faryan kembali meletakan handphone nya di atas meja, sambil senyum senyum sendiri menatap ke layar kaca,
__ADS_1
ehemm!...
Seketika lamunan faryan pun buyar, mendengar deheman, yang menggangu telinganya,
"azka, kalo masuk tuh salam dulu jangan main nyelonong aja kebiasaan,"
"idih...orang dari tadi gue udah ngucapin salam ko lo nya yang gak denger lagi asik bucin bucinan," sahut azka
" ada perlu apa?"
"nich berkas yang harus di tanda tangani," faryan pun segera mengambil berkas yang di sodorkan oleh azka,
"pelajari dulu semuanya, kalo udah panggil gue," ucap azka melenggang pergi menuju ruanganya,
faryan pun memeriksa berkas yang di berikan azka dengan teliti, sampai sebuah ketuka terdengar jelas olehnya,
tok tok tok!
"sayang kamu ngebut yah di jalan ko cepet banget nyampenya," namun bukannya sebuah jawaban yang di dapatkan faryan melainkan sebuah pelukan hangat dari belakang
deg!
"kenapa ada yang berbeda ketika di peluknya," bathin faryan,
"aku mencintaimu sayang!"
glek!!
alangkah terkejutnya faryan ketika melihat sosok yang memeluknya dari belakang,
"astagfirullah'hal adzim, sandra apa yang kamu lakukan?" tanya faryan murka, sambil menghempaskan tangan yang memeluknya,
"santai sayang tidak ada yang salah jika bekerja sambil bersenang senang bukan" sahut sandra dengan santainya,
__ADS_1
"pergi dari ruangan ku" raung faryan kini wajahnya semakin bertambah murka,
"tapi bukankah kau senang dipeluk olehku jangan munafik ayolah bahkan kau menikmatinya,"sahut sandra,
"diam kau, pergi dari ruanganku sekarang atau....."
"atau apa?" tanya sandra
"atau aku akan memutuskan hubungan kontrak kerja kita" ucap faryan,
"benarkah, besar juga nyalimu memang kau sanggup membayar penalti sebesar 30 milyar jika kau memutuskan kontrak kerja secara sepihak?"
faryan terdiam sejenak bagaimanapun 30 milyar bukanlah jumlah yang sedikit, ia akan menanggung kerugian selama tiga tahun kedepan, bulum lagi faryan juga harus memikirkan dengan nasib karyawan nya. jika itu benar benar terjadi, tapi pikirannya sekarang adalah bagaimana cara menyingkirkan sandra dari perusahaan nya agar tak menggangu rumah tangganya,
"apa maumu" tanya faryan
"ceraikan istrimu yang tak berguna itu, lalu menikahlah denganku aku jamin dalam sekejap mata perusahaan mu akan jadi perusahaan raksasa dan kita akan hidup bahagia dan juga bergelimang harta,"
"kau gila sandra"
"ya aku memang gila, gila jika tak bisa mendapatkanmu, dan kau hanya punya dua pilihan ya atau tidak, "
"ya..... "seketika mata sandra berbinar ceria mendengar kata yang keluar dari mulut faryan
bruuakkk...
"apa maksudmu mas" tanya aleza tiba tiba, lalu pergi berlari dengan berlinang air mata meninggalkan faryan dan sandra,
"aleza tunggu" ucap faryan
namun tangan nya di tahan oleh sandra,
"biarkan saja" pekiknya,
__ADS_1