
"pasti ujung ujungnya minta jatah"
" minta jatah sama istri kan bagus itu namanya mengingatkan kewajiban istri biar dapat pahala juga"
beberapa menit bertelekomunikasi faryan sudah sampai di hotel,
dan kini mereka sedang tidur siang setelah melaksanakan shalat dzuhur,
Derrrrt derrrrrt!
aleza terbangun karna getaran dari handphone nya ia pun terbangun dan mengambil handphone di atas nakas" hallo asalamu'alaikum" ucap seseorang yg sedang menelpon aleza di seberang sana,
"wa'alaikum salam ma'af dengan siapa?" ucap aleza
"apa kau sudah melupakan suara merdu sahabatmuini? Heumh!"
Aleza yang masih memejamkan matanya terparanjat mendengar suara di seberang sana yang sudah tidak asing lagi di telinganya,
__ADS_1
"kayla?" ucap aleza
"heumh!" sahut kayla
"benarkah? Apa kau sedang tidak membohongiku? Mengapa nomor mu tidak ada di daftar kontakku?? Kekeh aleza
"apa kau tidak mempercayaiku? Baiklah jika memang begitu aku akan mengakhiri panggilanku ini! Maaf mengganggu waktumu,"
"tidak aku hanya becanda mana mungkin aku melupakan suara cemprengmu itu oh ya bagaimana dengan kabarmu? Bukankah seharusnya study mu sudah selesai? Kamu tidak akan menetap selamanya di negeri orang kan? Dan bukankah kamu tahu ada seseorang yang menunggumu di negeri kelahiran mu itu apakah kau tidak ingin menemuinya?" cerocos aleza tiada henti,
"hey! Bagaimana bisa aku menjawab pertanyaanmu itu jika dari tadi kau tidak nemberiku kesempatan untuk berbicara? Hah" umpat kayla kesal karna sedari tadi sahabatnya itu terus saja melempar pertanyaan ,
"tidak bisa lain kali saja!" aleza kecewa dengan jawaban kayla namun ia tidak memaksa "ya sudah tidak apa" sahut aleza dengan nada sedikit lemas dan kecewa,
"aku tahu sekarang kita berada di kota yang sama beru tahu aku di mana lokasimu sekarang aku akan menemuimu besok!" ucap kayla seketika mata aleza berbinar "benarkah kalau begitu aku meng shareloocknya" sahut aleza hampir setengah jam aleza dan kayla bertelponan melepas rasa rindunya,
"kalau begitu aku sudahi dulu panggilanku ini sampai ketemu besok! wasalamu' alaikum" ucap kayla "walaikum salam" sahut aleza,
__ADS_1
saking asyiknya mereka berbincang aleza sampai tak menyadari kalau sedari tadi suaminya sudah terbangun " lho mas sudah bangun! Sejak kapan?"
" sejak kamu bangun masa nggak tau sih saking asiknya telponan sampe lupa sama suaminya!" cakap faryan
"ma'af mas bukanya gitu lagian mana mungkin aku lupa sama suami setampan ini!" goda aleza dengan nada genitnya agar suami tak merajuk,
"benarkah?" sahut faryan lalu memeluk tubuh mungil aleza dari belakang lalu mengecup lembut bibir aleza,
"mas kebiasaan dech main nyosor nyosor aja kalo mau gitu tuh pake aba aba dulu ke!" ucap aleza kesal,
"ya kalo pake aba aba dulu yang ada kamu kabur duluan!"
"ya enggak lah aku kan udah ahli sekarang!" sahut aleza lagi "ya udah kalo kamu mau pake aba aba dulu mas turutin" ucap faryan sambil memonyongkan bibirnya "ich mas ya gak gitu juga kalo exspresi wajah mas kaya gitu yang ada lucu deh bibirnya monyong gitu kaya keong!" ledek aleza,
"ich kamu mah serba salah gak aba aba protes giliran di kasih aba aba lebih protes lagi" sahut faryan sambil membuka kancing baju aleza,
"mas mau ngapain!" tanya aleza "mas lagi haus!" sahut faryan,
__ADS_1
Ya kalo haus ngambil air sana malah buka kancing baju aku" ucap aleza " mas haus pengen minum susu yang ini aja!" sahut faryan tanpa dosa "idih dasar ustadz modus!" lirih aleza "biarin aja ini kan punya mas ustadz juga manusia"