
Setelah farya menyimpan semua belanjaan nya kebagasi mobil tak sengaja ia melihat alana yang sedang mengintip mereka dari kaca mini market tersebut,
"ternyata kamu masih belum berubah alana" bathin faryan dan kemudian memastikan bahwa aleza sudah duduk di mobil tersebut sambil menunggu pesanan nya,
faryan kembali menghampiri tukang corndog dan dalam waktu beberapa menit ia sudah kembali menghampiri istrinya
"mas perasaan tadi aku beli sampho cuma satu deh kenapa jadi ada lima botol" tanya aleza sambil memicingkan mata nya, sedangkan yang di tanya malah mesem mesem sambil menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal,
"gak papa sayang kan cuma persediaan aja takut kehabisan" sahut faryan tanpa beban, "yakin cuma itu? Palingan juga ada maunya pasti mas mau minta jatah tiap malam kan" sahut aleza lagi
"memangnya apalagi itu kalau bukan itu" goda faryan,
" tau ach! Dasar omes " sahut aleza dengan wajah kesalnya, pura pura merajuk, melihat istrinya cemberut seperti itu faryan jadi galau bisa bisa gagal nanti malam" sayang jangan ngambekan dong nanti cepet tua loh" namun aleza malah semakin kesal dengan ucapan suaminya bukan nya di hibur malah di katain,
faryan yang mendapat tatapan elang dari istrinya pun langsung bergidik ngeri "waduh salah ngomong nih" bathin faryan tak ingin masalahnya berlanjut dan berakhir dengan tak mendapat jatah faryan lebih memilih menghidupkan mesin mobil nya,
__ADS_1
faryan lupa ada seseorang yang tertinggal di mini market tersebut ralat lebih tepatnya sengaja ia tinggal,
Baru saja mobil itu berbelok meninggalkan mini market seseorang sudah menghentikan nya dari arah depan dengan menelantangkan kedua tangan nya,
Ciiitt suara mobil yang mengerem secara mendadak, "astagfirullah" ucap faryan dan aleza kompak, lalu turun menghampiri orang itu,
"alana maaf saya lupa jika kamu ikut bersama kami tadi dan hampir meninggalkan mu kamu gak papa kan" tanya aleza dengan wajah cemasnya "ia gak papa santai aja justru aku yang harusnya minta ma'af sudah merepotkan kalian" jelas alana, namun yang di ucapkan tak sama dengan apa yang di pikirkan,
"ya udah kita pulang yuk, eits tapi ko kamu gak beli apa apa katanya ada sesuatu yang akan kamu beli" tanya aleza ia merasa heran dengan sikap alana pasal nya aleza tak melihat alana membeli barang apapun sewaktu berada di tempat belanja tersebut,
aleza yang melihat tingkah alena sebernya merasa heran namun tak ingin berburuk sangka aleza pun mengajak alana untuk kembali masuk ke dalam mobil begitu juga dengan faryan,
Sesampainya di rumah seperti biasa faryan keluar mobil lebih dulu dan membukakan pintu untuk aleza lalu menenteng belanjaan tersebut ke dalam rumahnya, sedangkan aleza langsung menuju ruang makan dan memakan corndog yang tadi suaminya belikan, "alana kamu mau ini nggak tadi aku beli buat kamu juga" tanya aleza "enggak ah saya gak suka makanan yang mengandung micin" sahut alana, aleza yang sudah menghabiskan dua porsi makanan itu langsung beranjak menuju kamar "mas aku kekamar dulu yah gerah mau mandi" dan mendapat anngukan kecil dari suaminya,
faryan yang hendak membereskan belanjaan tersebut langsung di halau oleh alana "biar aku bantu ustadz" ucap alana langsung mengambil alih pekerjaan tersebut, namun faryan yang merasa risi karna harus berduaan dengan wanita yang bukan mukhrimnya, langsung menolak dengan tegas dan lugas, "tidak apa alana biar saya yang membereskan ini semua" sahut faryan sedangkan alana tak menggubris sama sekali, melihat alana bersi kukuh membereskan pekerjaan tersebut faryan tak menolak lagi "ya sudah kalau kamu mau bereskan ini semua terserah sekalian beresin piring kotor itu ya, saya mau ke kamar dulu," ucap faryan, sambil berlalu meninggalkan ruangan tersebut,
__ADS_1
sedangkan alana hanya bisa pasrah dengan apa yang di ucapkan faryan,
niat hati ingin mencari perhatian faryan malah ia terjebak karna ucapan nya sendiri kini dia harus berkutat di dapur sendirian membereskan semuanya, "sial banget nasib" ucap alana sambil misuh misuh sendiri,
Di tempat yang berbeda faryan langsung memeluk aleza dari belakang sambil mencium ceruk leher aleza yang sudah menjadi candu untuknya, sayang masih kesel ya sama mas? Ucap faryan pada istrinya "enggak" sahut aleza singkat, "mas punya sesuatu buat kamu" aleza memang tipikal orang yang mudah penasaran "apa" ucap aleza,
"tapi janji dulu gk marah lagi sama mas"
"iya emang apaan sih mas" tanya aleza
"nanti malam abis isya mas kasih tau" ucap faryan, sambil berlalu ke kamar mandi,
" kalau ngasih tau nya nanti abis isya kenapa juga udah bilang dari sekarang" gerutu aleza kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur,
karna aleza merasa lelah tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk memejam kan mata,
__ADS_1