ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN

ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN
Syukur


__ADS_3

"begitu syuliit lupakan kamu apalagi kamu baik, begitu syusyah cari gantinya apalagi kamu baiiiik!"


suara mang ujang bising yang sedang mencuci mobil alhpard milik faryan,


"roman roman nya lagi bahagia nich!"


"eh ustadz maaf ustadz mobilnya belum selesai lagi di mandiin eh busyet deh ah ni mulut maksud mang ujang lagi di cuci," sekedar informasi kalau mang ujang emang rada rada latah,


"iya gak papa santai aja mang masih pagi ko!"


Mang ujang melanjutkan mencuci mobilnya faryan sambil bernyanyi ria kesana kemari tapi gak nyambung nyambung,


"mas! Lagi apa sibuk yah?"


"eh sini sayang gak ko cuma lihat lihat laporan aja dari azka, emang knapa?"


"gak papa sich oh ya mas kita pulang jam berapa?"


"nanti abis dzuhur biar gak kemaleman di jalan gak papa kan?"


"gak papa sich! Asal bersama kamu aku pasti selalu mau!" ucap aleza lebay


"masya sichh!" sahut faryan tak kalah lebay,


"ehem! Udah dech bucin bucinannya gak kasian apa sama yang jomlo!" ucap mang ujang menggoda keduanya,


"idih makanya buruan nyari jodoh nanti jadi bujang lapuk loh!" ucap bi darmi yang baru saja tiba dari pasar membawa sayuran,


"maaf ustad neng aleza gk usah di dengerin si ujang kadang kadang otaknya geser"


"ini juga lagu ikhtiar bo ya bantu do'a ke jangan di katain gitu loh aku juga gak mau jadi bujang lapuk idih amit amit!" ucap mang ujang misuh misuh,


"gak papa ko bi, oh iya ini aleza mau kerumah alana tolong sampain sama ambu takutnya beliau nanyain !"


"ok! Sipp"


Aleza dan faryan berjalan beriringan menuju rumah alana, sesampainya tiba di rumah alana,


mereka sudah di sambut umy marwah yang sepertinya sedang duduk di teras depan memandangi tanaman nya,


"asalamu'alaikum umy" ucap keduanya,


"walaikum salam neng sini duduk," umy marwah langsung menyajikan teh hangat untuk keduanya dan beberapa cemilan,

__ADS_1


"gak usah repot repot umy"


"gak repotko orang cuma bikin teh hangat aja"


"oh ya umy alana gimana?"


"alhamdulilah alana baik baik aja meski masih merasa kehilangan abahnya sikafnya sudah lebih baik dari kemaren,"


"sekarang alana ke mana umy ko rumah nampak sepi?"


"alana ada di kamarnya sama zaidan mereka baru saja pulang dari dokter"


"loh alana sakit my?"


"Bukan alana tapi gus zaidan kasihan semalam tidur di bawah, mungkin masuk angin semoga saja cepat sembuh," ucap umy marwah,


Benarapa menit kemudian alana leluar dari kamarnya, "ada tamu toh rupanya" ucap alana menghampiri aleza dan faryan


"iya nih gimana alana kamu udah baik baik aja kan!"


"alhamdulilah aleza saya sudah ikhlas akan kepergian abah, dan saya juda sudah ridho dengan takdir saya untuk menjadi seorang istri yang baik" raut wajah alana menampakan kalau ia sudah cukup tegar dari kemaren


"alhamdulilah syukurlah kalau begitu, sebenarnya tujuan kita datang kemari hanya ingin berpamitan nanti siang abis shalat dzuhur kita akan kembali pulang ke jakarta sama sekalian mau ngasih ini!" ucap aleza sambil memberikan sebuah amplop pada alana,


"buka aja" alana pun membuka amplop tersebut dan ternyata di dalamnya!


"tiket bulan madu ke lombok dan menginap di hotel mewah selama tiga hari tiga malam!"


"ia kamu suka kan?"


"suka!" namun wajah alana kembali sendu aleza yang manyadari perubahan sikap alana pun langsung menjelaskan perihal tiket tersebut,


"tiket ini gak harus di pake sekarang ko kamu masih punya banyak waktu untuk menggunakan nya, masa kadaluarsa berakhir tiga bulan kedepan,"


seketika alana merasa senang karna ia tidak harus buru buru untuk mengunakan tiket tersebut,


"makasih ya aleza ustadz! Semoga suatu saat nanti saya bisa menggunakan tiket ini sebaik baiknya," ucap alana


"sama sama" ucap aleza dan faryan kompak,


"ya sudah kita pamit pulang dulu yah salam buat gus zaidan" ucap faryan mengakhiri perbincangan keduanya,


"iya hati hati di jalan ya dan terimakasih untuk semuanya!"

__ADS_1


"jangan bertrimakasih terus ingat! Kita itu saudara!" ucap aleza tentu saja membuat hati alana terenyuh dan membuat matanya berkaca kaca, wanita yang selama ini ingin dia singkirkan ternyata mempunyai hati selembut sutra,


Tak lama kemudian umy marwah membawa beberapa paperbag di tangan nya,


"neng! ini ada beberapa cemilan buatan umy di bawa yah buat nanti di jakarta,"


"umy gak usah repot repot ah kan akunya jadi ke enekan!"


"justru itu yang umy mau biar neng aleza gak sungkan kalo suatu saat nanti di ajak ke bogor lagi ya kan ustadz!" umy marwah begitu baik meski di balik senyumnya aleza tau di lubuk hatinya yang paling dalam umy marwah masih menyimpan duka yang teramat dalam karna harus berpisah dengan suami yang sudah hidup dengan nya selama empat puluh lima tahun


"iya umy makasih ya!"


Sama sama faryan dan aleza pun kembali ke rumah setelah sebelumnya berpamitan kepada alana dan umy marwah,


Setibanya di rumah aleza langsung menunu dapur diana ambu idah terlihat sedang sibuk disana,


"asalamu'alaikum ambu lagi buat apa?"


"walaikum salam neng udah pulang? Ambu lagi bikin rendang ambukan tau kalau masakan kesukaan nya anak anak ambu itu rendang daging"


"asyik makan enak nih hari ini!"


"loh kemaren kemaren emang gak enak!?"


"enak dong cuma kalo pake rendang apalagi buatan ambu rasanya tuh gimanaaaa gitu kaya ada yang beda aja!"


"emmmhh! Masa!"


"beneran ambu serius dech!"


"iya ambu percaya ko masakan ambukan emang ist the bestt!!" ucap ambu menirukan gaya aleza,


Ambu idah tau kalau masakan nya sering di juluki kata ist the best oleh menantu kesayangan nya itu yah ambu idah tau karna diam diam faryan suka menceritakan semuanya pada ambunya meski hanya lewat telpon,


Jam makan siang sudah tiba alana yang sudah siap dengan stelan gamisnya, turun dari tangga ikut bergabung utuk makan siang bersama keluarga barunya,


rendang tentu jadi menu makanan utama siang ini


"aleza mengambilkan nasi untuk suaminya seperti biasa mereka selalu makan sepiring berdua karna sudah jadi kebiasaan di antara keduanya, melihat keromantisan keduanya tentu membuat ambu idah dan kyai abdulah senang di buatnya perjodohan yang mereka lakukan kini berbuah manis tak ada lagi kata takut atau kata yang akan membuatnya menyesal, yang ada sekarang hanya kata syukur dan syukur atas nikmat yang telah allah berikan kepada keluarganya,


jangan lupa tinggalkan jejak komenan nya yah jangan lupa juga berikan like nya biar author lebih semangat lagi buat nulis cerita untuk besok! Semoga para reader semua selalu bahagia dan di murahkan rizki


*I love you*

__ADS_1


__ADS_2