
beberapa saat kemudian mobil yang mereka naiki sudah memasuki kawasan cluster yang telah di beli oleh faryan saat baru melewati gerbang cluster aleza dapat melihat bahwa rumah rumah yang ada di sana minimalis namun sangat mewah tanah nya pun luas.
"yang mana rumahnya mas" tanya aleza sambil melihat lihat "tuh yang ada di hook" jawab faryan sambil menunjuk ke salah satu rumah yang terlihat dari arah mobil mereka "yang besar itu" tanya aleza dengan suara cukup tinggi ia sangat terkejut karna rumah yang di beli faryan jauh lebih besar dari rumahnyaketika mereka sudah sampai faryan ke luar dari mobil terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk istrinya "silahkan " saat membukakan pintu untuk istrinya ia pun membantu aleza turun dari mobil" ich enak banget deh mas rumahnya"ucap aleza sambil menatap rumah itu bahkan ia tak menoleh ke arah faryan
__ADS_1
"belum juga masuk udah bilang enak aja masuk dulu sayang baru kerasa enak nya" jawab faryan dengan nada yang genit faryan pun menekan nomor pin di pintu tersebut ya rumah itu memakai fitur keamanan berteknologi canggih rumah aleza saja masih memakai kunci pintu manual meraka pun masuk saat pertama kali aleza melangkah ke ruang tamu mereka di suguhkan oleh penataan yang begitu mengagumkan ada lampu hias yang menjulang dari atas mezanin sofa semi klasik cenderung minimalis dinding yang diberi list moulding dan beberapa ornamen lainnya termasuk foto pernikahan mereka berdua.
"rumah ini mas beli khusus untuk kamu sayang alhamdulilah sertifikat nya pun sudah jadi atas nama kamu" aleza balik badan ia tak menyangka suaminya sampai seperti itu"mas gak usah segitunya juga nanti aku jatuh cinta" loh emang sekarang belum?"tanya faryan sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"masya allah besar banget sich rumahnya emang siapa aja yang mau main sepak bola di sini mas " faryan terkejut dengan pertanyaan istrinya "jangan ngelezzz mas mau tanya apa sudah ada rasa cinta di hatimu untuk mas" di tanya seperti itu aleza gelagapan "a a aku.." belum sempat ia bicara seperti biasa bibirnya sudah di bungkam aja sama bibir suaminya. sedangkan aleza walaupun di hati terasa dag dig dug derrr tapi ia sudah mulai lihai dalam mengikuti permainan suaminya sesekali ia memberi celah agar suaminya bisa lebih menjelajah yang sudah menjadi candu nya itu ya diam diam aleza selalu mendamba ciuman itu.. "baru juga begitu doang udah klepek klepek aja neng apalagi rasanya surga dunia" bathin aleza bermonolog
melihat tak ada penolakan faryan membawa aleza melihat kamar utama yang akan di tempati mereka nantinya faryan menggendong aleza ala brydal style aleza pun berpegangan pada pundak dan leher faryan setiba nya di kamar ia menurunkan aleza di tempat tidur yang berukuran king size faryan terus mencumbu istrinya suara nafas nya terasa sangat dekat di telinga hasratnya sudah mulai memanas kali ini bibir faryan sudah mulai turun menjelajahi leher aleza dan perlahan melepaskan hijabnya di dapatinya lejer jenjang yg putih itu sesekali ia meninggalkan tanda kepemilikan nya di sana aleza yang mulai terhanyut merasa ke gelian tiba tiba suara handphone faryan berbunyi dan beberapa notipikasi pesan yang masuk
__ADS_1
ganggu aja gerutu faryan ustadz juga manusia ya bestiii.. maklumin aja...,