
Sesampainya mereka di rumah aleza langsung menyantap es yang di beli di jalan tadi tak lupa ia pu n memberikan es itu untuk umy dan aby nya "sayang mas ke kamar duluan yah mau siap siap buat salat dzuhur di masjid" ia mas sahut aleza faryan pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu
__ADS_1
Ceklek! Pintu kamar mandi terbuka ternyata di dalam kamar itu ia mendapati istrinya yang sudah menyiapkan sarung dan baju koko "mas ini bajunya udah siap" alhamdulilah terima kasih ya sayang kaya nya istri mas udah mulai mencintai suaminya dech!" ucap faryan sambil mengedipkan sebelah matanya " dich pede banget sich orang cuma nyiapin baju doang juga " di ledek seperti itu membuat aleza jadi salah tingkah "udah pake bajunya di kamar mandi aja nanti telat" namun faryan tak menghiraukan ucapan suaminya
__ADS_1
"aaaaaaa" teriak aleza "kamu kenapa sayang" tanya faryan cemas "itu ko kamu ganti bajunya di sini aku kan udah bilang ganti bajunya di kamar mandi aja kalo aku liat itu kamu gimana mas gak malu apa" cicit aleza sambil memejamkan matanya "mas cuma mau pake baju koko sama sarung doang ko lagian udah pake celana pendek juga kenapa mas mesti malu disinikan gak ada orang" sahut faryan tanpa beban. "idih emang aku bukan orang apa" bathin aleza "kamu istri mas cepat atau lambat juga kamu akan tau semua yang ada di diri mas begitu juga mas jadi gak perlu malu sayang " aleza heran kenapa faryan tau isi hati nya "ya udah mas ke masjid dulu yach! Asalamu alaikum" ucap faryan sambil memberikan punggung tangan nya kemudian mengecup kening nya "wa'alaikum salam" sahut aleza sambil mencium tangan suaminya dengan takjim.
__ADS_1
Setengah jam kemudian faryan sudah kembali ke kamar ia tak melihat aleza di ruangan itu namun suara gemercik air terdengar dari arah kamar mandi faryan berpikir mungkin istrinya yg berafa di kamar mandi itu
__ADS_1
Ceklek! Pintu kamar mandi terbuka faryan ternganga melihat istrinya keluar kamar mandi hanya memakai handuk yang menutupi dada bidang miliknya sampai keatas lutut saja sebagai pria normal faryan pun tergoda melihat istrinya tanpa aba-aba ia langsung menggendong aleza ke arah tempat tidur lalu membaringkan aleza secara perlahan "mas mau apa" lirih aleza faryan mendaratkan bibirnya di bibir aleza "pemanasan" sahut faryan sentuhan dingin nan lembut mereka rasakan keduanya sama sama terhanyut semakin lama semakin buas tak ingin berhenti di bibir saja faryan turun ke bagian sisi leher jenjang aleza yang putih itu dan meninggalkan bekas ke pemilikan nya di sana "sayang mas cinta sama kamu apa kamu juga sudah mencintai mas" lirihnya aleza yg sudah terhanyut tak mampu berkata lagi ia hanya menganggukan sedikit kepalanya saja sementara faryan ia nampak tersenyum puas dengan anggukan istri nya sambil terus bermain main di bibir dan leher istrinya....
__ADS_1