
kini zaidan tak lagi menunggu jawaban alana, diam artinya ya begitulah pikirnya saat ini, zaidan kembali mendaratkan bibirnya kali ini lebih dahsyat dari yang pertama, meski keduanya tidak lihai dalam hal itu namun naluriah lah yang menuntun mereka alana dan zaidan saling bertukar saliva, keduanya hanyut dalam sensasi dingin penuh gairah, dengan mata yang sudah berkabut menahan gelora yang sudah membuncah,
zaidan membopong tubuh alana ala bride style, dan merebahkan nya di atas ranjang berukuran king size, sambil berdo'a dalam hati,
"pagi ini akan menjadi pagi yang bersejarah untuk kita, aby cinta kamu alana," ucap zaidan sambil memberi stimulus, hanya des@h@n yang lolos dari bibir alana, beruntung kamar mereka kedap suara,
Satu persatu zaidan melucuti baju yang menutupi tubuh alana, dan melemparnya ke sembarang arah, zaidan benar benar sudah siap untuk meng eksekusi istrinya pagi ini,
"aby aku takut sakit" ucap alana
"aby akan melakukan nya dengan lembut, santai dan rileks ya," sahut zaidan,
"aby kata orang kalau baru pertama itu suka ada darahnya, untuk pembuktian kegadisan nya, trus kalo nanti gak ada darah yang keluar apa aby akan percaya sama keprawanan aku?"
"sayang aby gak se naif itu, yang harus melihat darah sakral hanya untuk mempercayai ke gadisan pasangan nya, lagi pula nanti aby sendiri yang akan merasakan nya, dan aby percaya sama kamu," jelas zaidan
__ADS_1
alana menarik nafas panjang,bagai manapun ia ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya, sambil memejamkan mata, untuk menyempurnakan ibadahnya memantapkan hati bahwa tubuhnya adalah milik suaminya, meyakinkan hatinya bahwa kodrat seorang istri adalah melayani hasrat dari suaminya dan akan menjadi ladang pahala untuknya,
ketika zaidan membuka segitiga pengaman yang di gunakan alana dan hendak mengambil hak nya, zaidan terdiam sesaat kemudiaan menatap lama pada seprai,
"ada apa?" tanya alana,
"yaahh! belum apa apain udah berdarah," ucap zaidan lemas, lalu menutupi dirinya dengan selimut,
"whattt! maksud aby" tanya alana heran ketika mendengar suaminya menyebut kata darah padahal dirinya belum merasakan apapun,
"ini ada bercak darah!" ucap zaidan
"gak papa ini bukan salah kamu, aby akan sabar menunggumu kembali bersih, karna di haramkan seorang laki laki mencampuri istrinya ketika dalam keadaan haid," ucap zaidan mengecup lembut kening istrinya,
"sabar yah by bukankah bersabar itu lebih baik daripada harus grasak grusuk,"
__ADS_1
" iya sayang! Abi harus puasa lebih lama lagi dong! kalo gitu aby mau mandi dulu yah," zaidan ingin segera mendinginkan tubuhnya yang sudah terasa panas membara menahan hasratnya,
Sementara itu di dalam kamar mandi zaidan mengguyur tubuh dari atas rambut hingga ujung kaki dibawah guyuran shower, ada rasa senang di hatinya meski tidak jadi melakukan penyatuan yang terpenting baginya adalah, sudah memiliki izin dari pemilik nya, meski sebenarnya zaidan tak membutuhkan itu namun ia tidak mungkin melakukan nya tanpa adanya rasa cinta dari pasangan nya apalagi keikhlasan,
namun kali ini zaidan menampakan senyum smirk di wajahnya ketika mengingat kejadian barusan, masih teringat jelas dimatanya bagaimana wajah indah nan polos milik istrinya ketika menahan malu karna zaidan melihat langsung bentuk itu tanpa di tutupi sehelai kain,
Sementara alana masih diam terpaku di atas ranjang setelah memakai pembalut ia masih tidak menyangka bahwa dirinya bisa seberani itu jika sedang bersama zaidan, lalu melihat banyak tanda merah yang yang tadi zaidan ciptakan sebagai bentuk kepemilikan nya,
"Jadi begini rasanya di kissing ternyata enak!," bathin aleza sambil memegangi bibir yang sedikit membengkak
* itu baru bibir atas alana bukan yang bawah, karna yang berada di bawalah surga dunia sesungguhnya, ia kan para readers jangan lupa berikan like nya ya ingat berkarya itu susah lih jadi harus di hargai,dan berikan dukungan mu authorr tunggu ya!*
➕➕🅰🅰🅰➕➕
🍀🍀😊😊😊🍀🍀
__ADS_1
📖📖🙏🙏🙏📖📖
" love you"