
"Abah punya satu permintaan anggap saja ini adalah permintaan terakhir abah mu umur siapa yang tahu nak" ucap abah oding,
"abah jangan bicara seperti itu alana yakin abah pasti sembuh sekarang katakan apa permintaan abah insya allah jika alana mampu alana akan melakukan nya,"
Abah oding mengulas senyum di bibirnya dan melirik ke arah umi marwah,
"menikah lah dengan guz zaidan beliau sedang dalam perjalanan bersama orang tuanya"
deg!
"apa kamu bersedia nak?" tanya umy marwah
"apa gus zaidan juga mau menikahi alana Umy? setau alana gus zaidan adalah orang yang dingin dan selama alana mengenalnya alana tak pernah melihat dia tersenyum apa abah dan umy yakin ingin menjodohkan alana dengan gus zaidan?"
"gus zaidan adalah orang yang selalu menjaga pandangan nya soal sikapnya yang dingin umy yakin kamu bisa meleburkan gunung es itu!"
"bismillahirohmanirrahim baiklah abah umy alana mau menikah dengan gus zaidan"
"alhamdulilah tapi kamu ikhlaskan nak?"
"insya allah"
Beberapa menit kemudian keluarga kyai baharudin datang bersama sang istri dan juga gus zaidan,
Mereka semua di sambut oleh keluarga
Azka dan kayla pun ikut turun serta karna hari sudah sore dan tidak mau kemalaman di jalan mereka memutuskan untuk menginap di rumah kyai abdullah wijaya orang tua ustadz faryan,
Pov alana
Hari ini adalah hari yang tak pernah mungkin aku lupakan dimana aku mengetahui jati diriku yang sebenarnya,
Tentang hubungan ku dengan ustadz faryan yang tak mungkin bersatu karna kami adalah saudara sepersusuan,
di tambah dengan kondisi abah yang semakin hari semakin memburuk hari ini juga aku harus menerima pinangan dari seorang laki laki yang menurutku sangat dingin entah apa yang akan terjadi pada rumah tanggaku nanti yang ku pikirkan saat ini hanyalah permintaan abah laki laki yang menjadi cinta pertamaku, laki laki yang selalu mendukungku dan yang selalu ada di hatiku sedari aku bayi sampai saat ini bahkan sampai nanti sampai aku mati,
"bagaimana alana apakah kamu bersedia?" tanya umy marwah
" bersedia? bersedia untuk apa umy?"
"alana apa yang sedang kau pikirkan nak? Lihatlah semua orang sedang menunggu jawaban darimu!"
__ADS_1
"ma'af umy tapi alana benar benar tidak mendengarnya apa bisa di ulangi sekali lagi?"
"apa kamu bersedia menikah dengan putra saya zaidan baharudin besok?" tanya kyai abdulah
"insya allah saya siap!" ucapku sambil memantapkan hati semua mengucap syukur atas jawaban yang ku beri namun tidak dengan gus zaidan laki laki yang akan menjadi calon suamiku
' lihatlah abah umy bahkan ia tak menatapku sama sekali tak ada senyuman bahkan tak ada sepatah katapun yang ia ucapkan misalnya terima kasih gitu' bathinku
Beberapa menit kemudian zaidan beserta kedua orang tuanya pamit kami semua mengantar zaidan dan orang tuanya keluar menuju mobilnya
dan ketika zaidan berjalan di belakangku dia sempat berbisik "sampai ketemu besok!" ucapnya
Aku tidak tau apa maksud dari ucapan nya yang jelas kata kata itu memang benar keluar dari mulut seorang gus dingin benama zaidan baharudin aku mengulas sedikit senyumku untuk menghilangkan rasa gugup tak di sangka zaidan membalasnya apakah ini pertanda bahwa dia menginginkan pernikahan ini terjadi??
Ke esokan harinya saat aku selesai melaksanakan shalat shubuh umy langsung menariku menuju kamar katanya aku harus segera di dandani meski pernikahanku tak di gelar secara mewah tak ada dekorasi tak ada preweding tak ada fitting gaun bahkan tak ada seorang fotograper handal yang biasa mengabadikan acara sakral yang akan di laksanakan hari ini tetapi umy tetap memanggil seorang mua dari kampung sebelah,
"wah cantik bener neng alana meski hanya dengan riasan sederhana tetap tak mengurangi kadar kecantikan mu neng pantes aja gus zaidan selalu menolak bila ingin di jodohkan dengan wanita lain ternyata pilihan nya hanya tertuju pada alana seorang!" ucap seorang mua itu
"maksud mba apa yah?" tanyaku penasaran
"loh emang neng gak tau toh? banyak cewek cewek di luar sana yang pada ngantri buat di peristri oleh gus zaidan tapi pilihan nya jatuh ke neng alana"
Tok tok!
"walaikum salam masuk aja gak di kunci ko!"
Ceklek!
"aleza! " kekehku aku tak menyangka aleza akan datang di hari pernikahanku yang serba dadakan kaya tahu bulat ini!"
"wah pangling banget!" ucap alana
"kamu datang sama siapa?"
"sama suami lah siapa lagi!"
"aleza maafin sikapku kemare kemaren yah sekarang aku sudah tau yang sebenarnya kalo aku sama ustadz faryan itu saudara sepersusuan jadi mulai saat ini aku gak akan lagi ganggu rumah tangga kalian!" ucapku mantap,
"aku udah ma'afin kamu bahkan sebelum kamu meminta ma'af!"
"kamu memang baik aleza pantesan ustadz faryan sebucin itu sama kamu!"
__ADS_1
pov authoor
Sementara aleza menemani alana faryan lebih memilih menemui abah oding
"asalamu alaikum abah" ucap faryan menyalami tangan abah oding yang sudah keriput dan sedikit lemah
"walaikum salam nak! Silahkan duduk" ucapnya dengan suara lemah duduk di kursi roda,
Beberapa menit kemudian rombongan kyai baharudin datang mersama calon mempelai laki laki nya siapa lagi kalau bukan zaidan baharudin,
Wajahnya yang tampan memakai stelan jas berwarna hitam serta di dukung oleh tubuh atletisnya membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona,
sah!
ucap para saksi!
"selamat yah alana sekarang kamu sudah menjadi seorang istri semoga sakinah sampai ke janah nya!" ucap aleza
"sakinah mawadah warahmah" ucap kayla
Setelah itu alana di dampingi oleh aleza dan kayla di bawa ke ruang tamu untuk menemui suaminya gus zaidan,
Setelah selesai menandatangi berkas berkas dari pak penghulu umi marwah berkata
"salim dulu sama suamimu" ucap umy marwah!
Zaidan pun memberi punggung tangan nya dan alana dengan perasaan tak menentu mencium punggung tangan zaidan dengan takjim setelah itu zaidan membaca kan doa di atas kepala alana lalu mencium keningnya,
Setelah itu menghampiri kedua orang tuanya alana menangis haru sambil mencium tangan umy nya tangan yang sedari ia bayi selalu merawatnya penuh kasih sayang bahkan sampai detik ini,
"sudah jangan menangis sayang nanti makeup nya luntur" ucap umy marwah sambil menghapus air mata alana dengan tisu di susul dengan zaidan
"umy titip alana bahagiakan lah dia terimalah dia dengan segala kekurangan nya,
"insya allah umy zaidan akan mengemban amanah yang telah umi titipkan"
Lalu menghampiri abah oding
"abahh!" pekik alana
"jangan menangis nak ini adalah hari kebahagiaan mu berbaktilah kepada suamimu hari ini tanggung jawab abah berpindah sepenuhnya pada suamimu! Abah sudah lega nak saat ini ada laki laki yang bertanggung jawab akan dirimu"
__ADS_1
Lalu di susul dengan zaidan
"terimakasih nak zaidan jagalah anak ku yang ku jaga dengan sepenuh hati dialah permata hati kami tolong enkau jaga dengan segenap hatimu sebagaimana kami berusaha membahagiakan nya dulu," ucap abah oding dengan suara paraunya,