ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN

ISTRI BAR-BAR USTADZ TAMPAN
Sadar diri


__ADS_3

terang telah berlalu berganti menjadi gelap namun tak segelap hati alana yang merasa panas melihat kemesraan faryan dan aleza


"labil sekali pengantin baru itu hampir seharian tak keluar kamar" gerutu alana,


Dirinya yang merasa haus bergegas menuju dapur mencari sesuatu yang bisa membasahi kerongkongan nya tak lama kemudian aleza turun dari kamarnya menuju dapur karna ingin menyiapkan makan malam "ehem ngapain aja di kamar sampe lupa yah kalo masih ada tamu" gerutu alana "ia tadi aku ketiduran maklumlah kami kan pengantin baru kaya gak pernah ngerasain aja" sahut aleza asal


Kalo ambu idah tau ternyata mantunya pemalas pasti dia nyesel udah jadiin kamu mantunya" tak ingin berdebat aleza memilih diam bagaimana pun alana adalah bagian dari keluarga suaminya aleza mencoba menutup telinganya rapat rapat karna untuk saat ini hanya itu yang bisa dia lakukan "kamu mau masak apa" tanya alana sok akrab padahal baru saja ia menyindir nyindir aleza


"biar aku bantu"


"gak usah aku bisa sendiri"


"kamu ko gitu apa kamu keberatan karna saya menumpang sementara waktu di sini" sebenarnya aleza bingung kenapa alana tiba tiba menjadi baik namun ia mencoba tak peduli karna ingin segera menyelesaikan tugasnya yaitu menyiapkan makan malam untuk suaminya,


"ya sudah kalo tak butuh bantuan lagian aku juga males ko bantuin kamu ,


"aneh banget dia yang nawarin bantuan dia yang misuh misuh," bathin aleza


Semua makanan sudah siap tersaji di meja makan sementara itu aleza kembali ke kamarnya untuk memanggil sang suami tentunya


"mandi dulu deh biar seger" ucap aleza bermonolog sendiri,


Sementara aleza kembali ke kamar justru alana diam diam kembali ke dapur entah apa yang akan dia lakukan, setelah itu buru buru kembali ke kamarnya,


tanpa ia sadari kalau gerak geriknya terpantau oleh cctv tersembunyi yang terpasang rapi di rumah faryan,.

__ADS_1


Setelah shalat maghrib aleza kembali turun bersama faryan sambil bergandengan tangan tentunya mengisi perut yang sudah lapar,


"wah masak apa hari ini sayang"


"cuma sup ayam, perkedel jagung, sambal dan kerupuk udang mas suka kan?"


"suka dong pasti enak" ucap faryan


"aku panggil alana dulu yah"


"jangan lama lama nanti aku rindu"


"ich sejak kapan mas jago gombal" sahut aleza sambil berlalu menuju kamar tamu,


Tok tok tok! Asalamu ala'ikum alana makan malam udah siap,


"yang namu di sini siapa sih aneh banget mana salam gak di jawab lagi" gerutu aleza sambil menyusul alana tentunya,


Di meja makan faryan aleza dan alana sudah berkumpul


"Aku ambilin yah" ucapa alana dan mengambil piring faryan dengan sigap,


Melihat hal itu aleza tak tinggal diam karna memang seharusnya dia yang melayani suaminya bukan siapapun termasuk alana,


"biar aku aja" ucap aleza sambil berusaha merebut piring milik faryan,

__ADS_1


"aku aja lagian kita udah biasa makan bersama sedari kecil malahan"


"tapi aku istrinya"


"dan aku sepupunya"


"sudah sudah alana biar aku ambil sendiri saja" ucap faryan dan langsung mengambil alih piring milik aleza melihat suaminya mengambil nasi dan lauk pauk sendiri ada raut kecewa di wajah aleza,


Satu.


Dua.


Tiga.


ketika aleza akan mengambil piring untuknya tangan faryan menahan nya,


"kita makan sepiring berdua" ucap faryan,


aleza memberi senyum termanis nya pada sang suami,


"biar mas suapin aaa" sedangkan alana dengan wajah kesalnya harus melihat kenyataan bahwa faryan lebih memilih istinya ketimbang dia


"mas sambal nya kurang"


"jangan banyak banyak nanti perutnya sakit"

__ADS_1


"dikit lagi aja plisss" ucap aleza manja,


"ma'af alana kamu harus melihat pemandangan ini biar kamu sadar diri kalo faryan itu suami aku dan sadar posisi " bathin aleza,


__ADS_2