
faryan yang kebetulan sedang membaca surat al-kahfi hingga surat surat yang lainnya sampai tidak sadar kalau jam sudah menunjukan pukul 06.00 itu di ganggu oleh istrinya ketika membuka gorden dan sinar mentari pagi yang mulai terbit aleza memanggil nama suaminya dengan tersenyum dan memeluk tubuh suaminya dari belakang setelah menutup al-qur'an lalu di letakan di tempat semula.
Entah mengapa pagi ini dirinya merasa begitu fresh, mungkinkah semua itu karna malam pertama?
Faryan pun berbalik badan untuk merubah posisi pelukan istrinya" mas gak yakin bisa ninggalin kamu selama seminggu, gimana kalau kamu ikut aja " aleza terdiam menimbang nimbang nimbang ucapan dari suaminya itu aleza sangatlah bimbang, sebenarnya aleza ingin ikut dan pergi ke suatu tempat yang ingin dia kunjungi bersama faryan tetapi di sisi lain aleza takut mengganggu pekerjaan suaminya,
tanpa berkata apapun faryan keluar dari kamarnya dan pergi meninggalkan aleza seorang diri mungkinkah faryan kecewa karna aleza belum memberikan jawaban aleza pun terlihat begitu kesal karna suaminya tidak berkata apapun ketika pergi meninggalkan kamarnya,
tak lama kemudian faryan kembali dan membawa satu koper besar di duga milik aby nya, "lho mas kok bawa koper lagi? Bukankah semua keperluan mu sadah siap? Lagian kan mas cuma seminggu di sana kaya mau pindahan aja!" cicit aleza dengan wajah masih kesal,
__ADS_1
"koper ini untuk membawa baju dan keperluanmu di sana " aleza tercengan mendengar ucapan faryan mungkinkah pendengaran nya sedang tidak baik baik saja,
belum sempat aleza bertanya faryan sudah menjawabnya. "sebaiknya kamu ikut, karna mas tak bisa pargi jauh lama lama darimu, tanpa faryan sadari bahwa perkataan nya membuat wajah aleza merona bak kepiting rebus karna saking senangnya,
"ya allah tolong jangan buat aku sebucin ini" umpat aleza dalam hati "kenapa kamu senyum senyum terus ?" tanya faryan pada aleza,
Aleza tidak menjawab pertanyaan dari suaminya dia malah memeluk suaminya dengan senyum yang susah sekali di hilangkan dari wajahnya, mengingat kejadian kemarin saja rasanya membuat aleza geli sendiri, dan barusan saja suaminya mengatakan bahwa faryan tak bisa jauh jauh darinya,
Faryan tertawa melihat sikap istrinya yang tidak seperti biasa, lalu menarik aleza ke pelukannya
__ADS_1
"seneng karna udah gak perawan?" goda faryan "astagfirulah mas ustadz ko ngomongnya gitu?" ucap aleza sambil mengerucutkan bibirnya,
"ustadz juga kan manusia lagi pula di kamar ini kan hanya ada kita berdua jadi menurut mas bebas mau membahas apa!" padahal faryan adalah ustadz sekaligus pengusaha yang di kenal cool santun berwibawa dan selalu menjaga pandangan namun dia berbeda 360 derajat ketika bersama istrinya namun hal itulah yang membuat aleza spesial karna hanya istrinya yang tau otak mesum suaminya,
Mata aleza mulai memicing sinis ke arah suaminya tanpa berkata apapun,
"mas minta maaf tadi mas cuma becanda ko" ucap faryan dengan wajah memelas,"
Aleza yang sedang pura pura merajuk tak bisa menahan tawa ketika melihat wajah suaminya tiba tiba memelas seperti takut kalau aleza akan marah beneran,
__ADS_1
"udah marah jangan di lanjutin sekaran cepatlah bersiap siap setelah itu kita sarapan sambil pamit sama umy dan aby kalau mas mau ke paris dan kamu ikut , nanti ke buru azka datang