
"whattt!" pekik alana,
"abi kan cuma mau bantu benerin hijab kamu gak usah merem segala! atau jangan jangaaan...." ledek zaidan
"jangan jangan apa? orang aku cuma kelilipan ko," dusta alana sambil merem melek pura pura kelilipan,
lagi lagi zaidan kembali mendekatkan wajahnya pada wajah alana, mencari sesuatu yang ada di mata alana, tak ingin kejadian seperti tadi terulang lagi alana justru menundukan pandangan nya,
namun dengan lembut zaidan memegang dagu alana agar kembali menatapnya, cup satu kecupan singkat mendarat tepat di bibir ranum milik istrinya, ini adalah kali pertama zaidan memberanikan diri untuk mencium bibir alana yang terlihat begitu menggoda di matanya,
"kalau bukan saya yang mulai siapa lagi," bathin zaidan meski tubuh nya gemetar, jangan di tanya bagaimana reaksi alana saat mendapat kecupan singkat dari suaminya, meleyot bahkan hampir meleleh,
"aby!" pekik alana menutupi wajah dengan kedua tangan nya,
"ko di tutup wajahnya?," ucap zaidan menurunkan telapak tangan yang menutupi wajah indah istrinya,
"malu!"
"malu kenapa heumh apa kamu jijik di cium aby? aby kan suami kamu," tanya zaidan, sambil memegang tangan alana kemudian menciumnya,
__ADS_1
" bukan begitu, aby ma'af jika sikap saya justru menyinggung perasaan aby" ucap alana dengan wajah sendunya,
"sekarang aby tanya sama kamu tolong kamu jawab ya" pinta zaidan, dan di balas anggukan kecil oleh alana,
"bagai mana perasaan mu terhadap aby sekarang ini? maksud aby apakah kamu sudah bisa menerima aby sebagai suami kamu, jujur saja abi sudah sayang dan jatuh hati terhadapmu bahkan jauh sebelum kamu mengenal aby dan aby hanya ingin memastikan apakah cinta aby bertepuk sebelah tangan atau tidak!," jelas zaidan,
namun alana hanya diam sebenarnya ia sedang memikirkan jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan dari zaidan namun otaknya mendadak buntu bahkan untuk berbicara saja ia merasa tak mampu,
"kamu gak usah mikir hanya untuk menjawab pertanyaan abi cukup katakan ya atau tidak," ucap zaidan dan di balas anggukan oleh alana,
"sekarang abi boleh ulangi pertanyaan tadi?"
"ya!"
"ya!"
"apakah sudah ada cinta di hatimu untuk aby?"
"ya!"
__ADS_1
"apakah kamu mau hidup menua bersama aby dengan segala kekurangan yang aby punya,"
"ya!" zaidan terus saja tersenyum mendengar jawaban dari istrinya, ternyata kesabaran nya selama ini membuahkan hasil karna cintanya tidaklah bertepuk sebelah tangan, hingga sampailah ia pada pertanyaan yang selanjutnya,
"apakah kamu sudah bisa melupakan cinta pertamamu?" ucap zaidan kali ini dengan mode dinginnya persis kaya kulkas dua belas pintu,
"maksud aby?," tanya alana
"aby tau kalau selama ini ustadz faryan adalah cinta pertamamu, bahkan dari sejak kalian masih duduk di bangku sekolah, faryan selalu saja jadi prioritas utamamu," ucap zaidan sendu,
"itu hanya bagian kecil dari masa laluku, faryan memang cinta pertamaku tapi kamu insya allah akan jadi cinta terakhirku," jelas alana, senyum merekah kembali terukir di bibir zaidan
"masa lalumu akan menjadi urusanmu dan masa laluku akan menjadi urusanku tapi masa depan akan menjadi urusan kita," ucap zaidan mantap,
"jadi mulai sekarang apakah aby sudah boleh meminta hak aby?," tanya zaidan ragu ragu, takut jika pada akhirnya alana akan merajuk,
tubuh alana seketika meremang mendengar pertanyaan suaminya, pikiran nya sudah bertraveling ria memikirkan apa yang akan terjadi nanti secara statusnya sudah menjadi seorang istri,
"emmmmmmhh.... !"
__ADS_1
* kira kira apa ya jawaban alana selanjutnya? makanya jangan lupa berikan like dan komenannya ya biar author jadi makin semangat buat nulis besok!!!* (♡˙︶˙♡
"love you"