
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan faryan pun langsung mengutarakan permintaannya "apakah boleh mas melakukan nya sekarang" tanya faryan pada istrinya " aleza tercekat mendengar permintaan suaminya bagaimana mungkin ia menolaknya apalagi rasa cinta di hatinya semakin hari semakin tumbuh hanya saja bagaimana cara menyampaikannya"a aku..."tak ingin mendengar celoteh istrinya lagi lagi faryan melanjutkan aksinya "boleh yaa" ucap taryan dengan tatapan nanar tak ingin membuat suaminya kecewa aleza hanya mengangguk faryan pun tersenyum tangan faryan masuk ke belakang tubuh aleza sreettt handuk yang aleza kenakan terlepas kini tubuh aleza terexpose sempurna repleks tangan aleza menutupi gunung kembar miliknya faryan hanya tersenyum simpul melihat tingkah istrinya "jangan takut mas ini suami kamu" ucap faryan sambil menarik tangan aleza yang menutupi gunung kembar miliknya faryan pun memejamkan mata seraya ber'doa membaca do'a sebelum mendatangi istri "Allahuma jannibnasy syaithanaa wa-jannibisy syaithona maa rozaqtanha" aleza pin mengaminkan do'a suaminya faryan langsung melahap gunung kembar yang ada di hadapan nya tak jauh beda seperti bayi yang menyusu pada ibunya.
__ADS_1
Tok tok tok "asalamu'alaikum"
__ADS_1
Suara ketukan pintu terdengar nyaring faryan pun langsung menghentikan aksinya dan menutupi tubuh istrinya dengan selimut ia berjalan keluar kamar dengan rambut yang masih acak acakan "asalamu'alaikum ustadz mohon maaf mengganggu di luar ada tamu katanya teman nya ustadz namanya den azka ucap bi siti asisten rumah tangga. "wa 'alaikum salam baiklah tolong sampaikan lima menit lagi saya temui bliau" ucap faryan bi siti pun langsung pamit meninggalkan lantai dua "tamu siapa mas"ucap aleza "azka" sahut faryan dengan datar ia merasa kesal lagi lagi azka yang menggagalkan rencana nya faryan pun pergi kekamar mandi untuk membasuh wajah nya untuk mendinginkan pikiran dan otak nya "astagfirullah lagi-lagi gagal ampuni segala dosa hamba ya allah dan lancarkanlah semuanya amin"bathin faryan beberapa saat faryan pun turun dari tangga dan menghampiri tamunya itu "asalamu a'laikum bro maaf mengganggu ada beberapa dokumen yang harus loe tanda tangani sekarang"ucap azka "wa alaikum salam faryan duduk dan meraih berkas yang di sodorkan azka lalu membacanya dengan teliti lalu ia pun memberikan kembali berkas yang telah di tanda tangani oleh nya "nich ada ladi" ucap faryan "gak ada makasih ya oh ia besok jangan lupa pukul tujuh gue jemput" ucap azka lagi "insya allah siap" sahut faryan azka pun kembali ke kantornya dengan mengucap salam begitu juga dengan faryan ia kembali ke kamarnya namun sayang aleza sudah tertidur pulas sehingga faryan pun tak tega membangunkan istrinya "tidur aja cantik gitu jadi gemesh" bathin faryan lalu mengecup kening aleza secara singkat mengingat besok ia akan pergi pagi pagi sekali faryan pun mengemasi barang barang nya ke dalam koper sebenarnya faryan merasa tak rela jika harus meninggalkan aleza selama seminggu penuh secara mereka kan masih pengantin baru belum dapat jatah lagi dari aleza terpaksa ia pun akan pergi karna ini juga bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang pengusaha muda yang sedang naik daun "baiklah semua sudah siap"ucap faryan "mas kamu lagingapain" ucap aleza dengan suara parau khas bangun tidur "mau bikin jalan tol" sahut faryan dengan nada genitnya
__ADS_1