Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap
part 12. Kemarahan Darmansyah


__ADS_3

Darmansyah menanti kepulangan Kafkha di teras rumah nya itu, Darmansyah berkacak pinggang karena Kafkha belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Cucu s*alan!" umpat Darmansyah


Darmansyah sudah mengirim pesan untuk Kafkha agar pulang cepat, tapi Kafkha tidak membalas pesan dari kakeknya itu, ia malah bersenang-senang dengan kekasihnya itu.


"Bagaimana sayang, kamu senang kan hari ini?" tanya Kafkha seraya membelai rambut panjang kekasih nya itu.


Clara tambah mempererat memeluk tangan Kafkha, "aku senang sekali sayang!" ujar Clara dengan hati berbunga-bunga karena tidak mudah baginya untuk mendapatkan Kafkha kembali.


Saat ini pasangan sejoli itu sedang duduk berdua di bangku taman itu, mereka berdua bercanda gurau bersama, banyak pasangan mata memperhatikan pasangan sejoli itu, apa lagi wajah Kafkha yang tak asing lagi bagi mereka.


"Bukankah itu pria yang menikah kemarin yang di televisi itu ya?"


"Iya ya, tapi kok wanitanya berbeda ya?"


"Tidak tau, apa dia berselingkuh dengan wanita itu!"


Karena banyak pasangan mata yang melihat mereka, Kafkha memutuskan untuk beranjak saja dari taman itu, tidak nyaman di lihat oleh orang-orang, pikir Kafkha.


...


Di dalam kamar itu, Medina sedang duduk di tepi ranjang matanya mengamati setiap sudut di ruang ini, mata indahnya itu tak lepas dari foto suaminya dengan kekasih nya.


Ada perasaan sakit yang dirasakan oleh Medina karena suaminya itu masih menyimpan bahkan memampang jelas foto kekasihnya itu di kamar ini, padahal dia sudah menikah.


"Seperti apa hubungan mereka?" timbul pertanyaan dari pikiran Medina melihat foto suaminya itu dengan kekasih nya.


Medina mengusap foto yang terpajang itu, ia tersenyum kecil di balik cadarnya itu, "mereka nampak serasi! gumam Medina


Semakin ia melihat foto suaminya itu dengan kekasih nya semakin sakit juga hatinya, baru kemarin mereka menikah tapi kini Kafkha pergi meninggalkan nya sendiri, entah kemana pergi suaminya itu.


Medina tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap suaminya itu, ia hanya berpikir positif thinking saja terhadap suaminya itu.


...


Darmansyah masih berdiri di teras rumah itu ia mondar-mandir menunggu kepulangan cucu tidak tahu dirinya itu.


"Lintah itu sangat pandai sekali menggaet cucu ku!"


Karena bosan menunggu Kafkha di teras Darmansyah masuk ke dalam rumah, Darmansyah duduk di sofa ruang tamu itu sambil mencari informasi tentang cucunya itu, sebuah pesan masuk ke dalam tablet Darmansyah ia melihat sebuah foto yang sangat mesra, siapa lagi jika bukan cucu laknat bersama makhluk lintah itu.

__ADS_1


"Lihat kamu Kafkha, apa yang akan terjadi nanti nya!" gumam Darmansyah membanting tablet nya itu ke sofa.


"DARMAN...! teriak Darmansyah memanggil putra nya itu.


Darman dan Sarah kaget mendengar teriakan dari ayahnya itu, semua orang yang ada di rumah ini jadi merinding dengan suara mengerikan dari Darmansyah itu.


"Ayah ada apa?" tanya Darman saat ia sudah sampai di tempat ayahnya itu.


"Seret anak brengsek kamu itu ke sini!" ujar Darmansyah sangat murka melihat kelakuan Kafkha


Kali ini Darmansyah tidak bisa diam lagi karena cucunya itu sangat keras kepala, sudah memiliki istri Sholeha seperti Medina tapi ia malah menyia-nyiakan nya.


"Ada apa ini ayah? siapa yang harus di seret? tanya Darman


"KAFKHA, seret dia kehadapan saya!" bentak Darmansyah sangat murka, Darman dan Sarah terkejut-kejut dengan ucapan ayahnya yang keras itu.


Medina mendengar teriakkan dari kakek Darmansyah itu ia juga ikut ke bawah melihat apa yang terjadi.


Darmansyah melihat cucu menantunya itu yang mau ke sini, ia tidak ingin Medina tau apa yang akan ia lakukan ke suaminya nanti.


"Sarah bawa Medina ke kamar!" ujar Darmansyah kepada menantunya itu.


Sarah mengangguk kecil lalu menghampiri Medina yang mau ke sini, "kita balik ke kamar ya sayang!" ujar Sarah


"Tidak ada apa-apa!" jawab Sarah


...


Darman dengan mudahnya membawa Kafkha pulang ke rumah ini, dengan gerakan seratus orang yang Darman lakukan akhirnya Kafkha dengan cepat dapat di temukan oleh ayahnya itu.


Kafkha benar-benar di seret oleh ayahnya ke gudang yang telah Darmansyah beri tahu.


"Kamu telah membuat kakek kamu marah, jadi kamu harus bertanggung jawab!" ujar Darman


Kafkha meneguk saliva nya dengan kasar seakan Kafkha teringat dengan cambuk yang melayang ke punggung nya, ia masih ingat dengan cambuk itu yang pernah mendarat di punggung nya beberapa kali.


"Apa kakek mau mencabuk ku?" batin Kafkha


"Papa, kenapa kita ke gudang ini?" tanya Kafkha yang sudah tau jawabannya kenapa lagi ia bertanya.


"Tidak tau, kamu sendiri yang salah!" ujar Darman ke putra bungsu nya itu.

__ADS_1


Anak buah Darman memang benar-benar menyeret paksa Kafkha ke gudang itu yang berdekatan dengan rumah mereka, di sana sudah ada Darmansyah menunggu Kafkha, Darmansyah duduk di kursi yang ada di sana, ia sudah berubah seperti muda nya dulu yaitu seperti mafia berdarah dingin, tidak ada ampun untuk Kafkha yang telah merusak nama baik keluarga Darmansyah.


"Tuan besar!" ujar salah satu anak buah nya itu


"Mana anak tidak tau diri itu!" ujar Darmansyah


Anak buah Darmansyah itu mendorong tubuh Kafkha sampai Kafkha tersungkur di depan kaki Darmansyah, Darmansyah tersenyum melihat cucunya itu.


"Berdiri!" ujar Darmansyah dengan suara datar


Kafkha berdiri lalu menatap kakaknya itu, Darmansyah langsung saja memegang krah baju Kafkha itu.


Plakk


Darmansyah langsung melayangkan satu tamparan keras di pipi sebelah kiri Kafkha itu sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Anak brengsek, tidak tau diri, manusia macam apa kamu hah?, berani kau menghancurkan nama baik keluarga Darmansyah, sehebat mana kau selama ini bisa melawan saya hah?" ujar Darmansyah menghardik cucunya itu


"Kau pikir membangun keluarga saya ini mudah hah?"


Kafkha tertunduk takut dengan kakeknya ini, sudah tau kakeknya sekejam ini tapi ia malah berani melawan kakeknya itu.


"Kau pergi dengan makhluk lintah itu sementara kau tinggalkan istri sah kau di hotel, apa maksud mu melakukan itu hah?, kau jalan dengan makhluk lintah itu lalu kau bermesraan dengan nya di depan banyak orang, sedangkan kau baru menikah kemarin dan semua orang tau jika kau baru menikah, sejagat raya tau itu, tapi kau malah berani jalan dengan makhluk lintah itu, kau mau menghancurkan nama baik keluarga ini?, JAWAB BAJINGAN!" bentak Darmansyah di akhir kalimat nya itu.


Beruntung Darmansyah tidak melecut punggung Kafkha dengan cambuk yang lagi ia pegang itu, Darmansyah hanya melecut kan cambuk itu ke lantai.


Ceter


Bunyi cambuk itu sangat kencang bunyinya di lantai, Kafkha sekali-kali memicingkan matanya karena takut mendengar bunyi cambuk itu, apa lagi mengenai tubuh nya pasti sangat sakit.


"Berani kau ulangi perbuatan kau ini, saya tidak akan segan-segan memukul bahkan mencincang tubuh kau itu!" ancaman Darmansyah kali ini tidak main-main.


Jika berhubungan dengan nama baik keluarga Darmansyah, maka Darmansyah tidak akan tinggal diam.


Kalau Kafkha belum menikah mungkin Darmansyah tidak akan se-marah ini, ini Kafkha sudah menikah dan sudah di lihat oleh semua orang, dia berani-beraninya jalan dengan wanita lain dan bukan dengan istrinya, bagaimana tidak marah besar Darmansyah. Secara Kafkha sudah menjadi pemicu munculnya desas-desus tentang keluarga Darmansyah ini.


...


Bersambung...


Hayooo yoyoyo silahkan beri komentar kalian di cerita ini, no komentar pendek, author mau lihat komentar panjang dari kalian.

__ADS_1


Like sama vote nya jangan lupa juga, jangan jadi pembaca gelap saja!!!


Double up, kurang baik apa lagi author sama kalian😘🤔


__ADS_2