Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap
part 43. Ending


__ADS_3

3 tahun kemudian...


"Umi...!"


"Abi...!"


Fatimah mengejar umi dan abi nya itu, dia sudah dari tadi menunggu kedatangan umi abi nya itu, bocah berumur 2 tahun itu langsung memeluk kaki umi dan abi nya.


"Imah sangat ama unggu umi abi!" tutur Fatimah dengan suara cadel nya itu.


"Aduh... anak umi lama ya nungguin umi sama abi, maaf ya sayang umi sedikit telat menjemput kamu!"


"Iya, abi jadi merasa kasihan sama princess abi ini!"


Mereka berdua membawa putri cantik mereka itu ke dalam rumah, keluarga Darmansyah itu nampak bahagia karena sudah di berikan malaikat kecil seperti Fatimah.


"Sini cantiknya nenek!" panggil Sarah ingin memeluk cucu nya itu


"Sama kakek buyut aja, sini Fatimah!" Darmansyah sangat sayang dengan cicit nya itu


"Dak au imah au ama umi abi!" tolak gadis kecil itu


Medina dan Kafkha tersenyum dengan putri kecil mereka itu, baru di tinggal sebentar putri kecilnya itu sudah kangen saja dengan mereka.


Fatimah Az-Zahra putri Kafkha, merupakan anak Medina dan Kafkha, Medina melahirkan seorang putri yang sangat cantik sekarang usianya sudah 2 tahun saja.


Setelah semuanya selesai, keluarga Darmansyah menjadi bahagia setelah perdamaian mereka antara keluarga Sanjaya.


Kehidupan Kafkha dan Medina merasa bahagia, selama ini kehidupan rumah tangga nya terasa aman dan tentram tidak ada gangguan sedikit pun.


"Anak abi kenapa nih? kangen ya sama abi?" Fatimah naik ke pangkuan Kafkha itu ia duduk di sana sambil menyenderkan kepalanya di dada abi nya.


Fatimah mengangguk kecil sambil memainkan tangan abi nya itu.


"Bagaimana? apa pekerjaan kamu di luar kota sudah selesai?" tanya Darmansyah


"Sudah kek, kalau belum selesai ngapain kita sudah ke sini aja, oh atau jangan-jangan kakek tidak mau merawat cicit kakek ini?" tutur Kafkha menyipitkan matanya melihat kakeknya itu.


"Eh sembarangan kalau ngomong, kakek sangat sayang sama cicit kakek itu, kau itu yang tidak mau mengurus anak kau itu, keluar kota bawa istri juga!" sindir Darmansyah


"Eeeh... jangan sembarang kek, kami berdua keluar kota ingin menghabiskan waktu berdua, semenjak kehadiran Fatimah kami jadi jarang memiliki waktu berdua!" kilah Kafkha


"Kalau aku bawa Fatimah terus kami tidak jadi bulan madu nya dong!" sambung Kafkha


Medina langsung mencubit tangan Kafkha itu, ia merasa malu saat Kafkha bicara tentang bulan madu.


"Oh, oh jadi kau bawa Medina bersama kau itu kalian mau bulan madu!" ujar Darmansyah


"Ya begitulah, kakek tua iri!" ucap Kafkha


"Tidak!" sela Darmansyah


Kalau Kafkha pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan pasti ia membawa Medina, ia tidak ingin jauh-jauh dengan Medina, seperti itulah kebucinan Kafkha terhadap istrinya itu.


Mereka berdua nampak seperti pacaran saja padahal mereka sudah memiliki buntut satu, setiap kali Kafkha keluar kota pasti Fatimah di titipkan bersama orang tua nya, ia tidak mau ada gangguan sedikit pun waktu berdua nya dengan Medina.

__ADS_1


"Umi kita ke tempat oma opa yuk!" ajak Fatimah


Fatimah ingin bertemu oma Ajeng dan opa Harun nya, mereka sudah lama tidak bertemu.


"Tanya abi!" ujar Medina


Kafkha mengangguk setuju sudah lama juga tidak bertemu ayah ibu mertuanya itu.


"Umi pengen ke tempat ayah?" tanya Kafkha


"Iya umi kangen mereka, tapi kalau abi tidak bisa tidak apa juga!" ujar Medina


"Bisa!, kapan kita ke sana?"


"Sekalang!" timpal Fatimah


Mereka berpamitan kepada orang tua mereka itu.


Saat ini mereka menuju ke rumah orang tua Medina itu, Fatimah di pangku oleh Medina, keluarga kecil Kafkha itu sangat bahagia.


Kini mereka sampai di rumah orang tua Medina itu.


"Oma...!"


"Opa...!"


Fatimah sangat girang berlari masuk ke dalam rumah oma opa nya itu, sudah dua minggu lebih mereka tidak ke sini.


"Uluhuluh... cucu opa ke sini!" sambut Harun menyambut kedatangan anak dan menantu nya itu.


"Ibu mana yah?"


"Di dapur!"


Medina menghampiri ibu nya itu.


"Ibu lagi masak apa?"


Medina membantu Ajeng untuk memasak, sudah lama ia tidak membantu ibu nya itu.


Saat ini mereka lagi makan siang bersama-sama, sangat jarang sekali mereka berkumpul seperti ini.


"Fatimah mau di uapi ama oma!" ucap Fatimah ingin di suapi oleh Ajeng


Dengan senang hati Ajeng menyuapi cucu perempuan nya itu.


"Cucu oma, sudah besar saja ya!"


"Iya, kan imah makan anyak, kalau makan anyak pasti cepat besal!" oceh Fatimah


"Wah... pintar nya cucu opa ini, kalau begitu ayo makan banyak biar Fatimah cepat besar!" ujar Harun


...


Malam harinya Medina dan Kafkha berpamitan dengan orang tua nya itu, mereka akan balik ke rumah mereka.

__ADS_1


"Ayah ibu, Dina balik dulu ya, kapan-kapan Dina ke sini lagi!"


"Iya, kalian hati-hati di jalan ya!"


"Iya ayah ibu!"


"Fatimah mau nginap di sini sama opa oma tidak?" ujar Harun


"Tak au, imah au ama umi abi!"


Bocah berumur 2 tahun itu tidak ingin di tinggal oleh umi dan abi nya lagi, sudah dua hari ia di tinggal oleh orang tua nya itu.


"Kalau begitu kita pamit dulu yah ibu!" ujar Kafkha


"Assalamualaikum...!"


"Wa'alaikumussalam!"


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan Kafkha melajukan mobilnya itu.


Hari ini mereka benar-benar merasa lelah karena mereka ke sana ke sini menuruti kemauan buah hati mereka itu.


"Umi ama abi gak pelgi lagi kan?"


Medina menggeleng-nggelengkan kepalanya sambil mengecup pipi putri nya itu, akhirnya Kafkha benar-benar mencintai Medina setulus cinta Medina untuk nya.


Kafkha sangat bersyukur sekali dengan apa yang ia dapatkan, ternyata Medina merupakan istri yang tak ia anggap dulu memiliki sifat dan sikap yang sangat baik. Ia sangat beruntung sekali Medina tidak pernah meninggalkan nya di saat ia tak pernah peduli dengan Medina dulu nya.


Ia melirik sekilas istri dan anak nya itu, dua perempuan yang selalu menyemangati hidupnya dan selalu menerangi hidupnya.


Cinta tulus yang ia dapatkan dari Medina merupakan keberkahan yang patut ia syukuri, ia sangat berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan istri sebaik dan secantik Medina ini.


Ia berjanji pada dirinya untuk menjaga dua perempuan yang selalu ada dalam hatinya itu, Medina istri yang solehah dan Fatimah putri yang cantik dan juga menuruni sikap dan sifat ibu nya.


"Orang yang aku sia-sia kan dulu ternyata mampu membuat hidupku lebih terang dan berwarna, ia mengajarkan ku bagaimana arti dari sebuah kehidupan itu dan ia juga mengajarkan cinta yang sangat tulus!"


Cinta haruslah didasari oleh kasih sayang dan dibuktikan dengan perbuatan. Dan apa- apa yang kita cintai di bumi ini haruslah karena Allah Subhana wa ta'ala. Sangat tidak baik, bahkan berbahaya jika kita mencintai hanya karena nawa nafsu.


...TAMAT...


Readers : Aduh udah tamat ya?


Readers : lho lho kok tamat sih thorr?


Readers : ceritanya kok gantung gini sih thorr?


Author : tangan author sampai keriting nih nulis mulu.


Author : para readers, author mau lanjut buat cerita baru yang tidak kalah menariknya dari cerita ini!


Readers : judul cerita nya apa thorr?


Author : hehe... tunggu aja, author masih mikirin judul nya wkwk 🤣🤣🤣


Kaborrr....🏃🏃🏃🚴🚴🚴🏇🏇🏇

__ADS_1


__ADS_2