Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap
part 38. Izinkan Saya Mencintai Kamu


__ADS_3

Setelah menceritakan semua nya dan Kafkha juga sudah tau betapa tertipu dirinya oleh Clara itu, ternyata cinta Clara itu tidak pernah tulus padanya.


Hati Kafkha sangat sakit mendengar semua ungkapan itu, jadi selama ini ia hanya cinta sendiri saja bahkan cinta nya itu tak pernah di anggap oleh Clara. Sama hal dirinya tidak menganggap Medina.


Jadi seperti ini rasa sakit hati ini, di saat kekasih yang ia cintai ternyata kekasihnya itu tidak mencintai nya.


Mulai detik ini Kafkha berjanji pada dirinya ia tidak akan mau lagi bertemu bahkan berbicara dengan Clara, sudah empat tahun lebih mereka pacaran tapi hanya kebohongan saja yang Clara berikan kepadanya.


Cinta tulusnya ternyata tidak pernah di akui, jadi beginilah rasanya tidak di akui itu.


Kafkha masuk ke kamar nya dengan perasaan yang sangat sakit hati, di kamar itu sudah ada Medina yang menunggu nya.


Medina tersenyum karena Kafkha sudah mulai menerima nya, saat ini ia sedang terbayang akan wajah senyum Kafkha itu.


Clekk


Pintu kamar itu di buka oleh Kafkha, Medina menyambut Kafkha dengan senyum nya, berbeda dengan Kafkha yang menunjukkan wajah masam dan marah nya, senyum Medina langsung memudar tatkala melihat wajah suaminya murung saja.


Ada apa dengan dia?


Medina bertanya-tanya dalam hatinya kenapa suami nya nampak murung dan terlihat memendam sesuatu.


Medina menghampiri Kafkha ia berhak tau ada apa dengan suaminya itu. Perlahan Medina duduk di samping Kafkha, perlahan ia mengusap pipi Kafkha itu, Kafkha hanya diam tanpa penolakan sedikit pun.


"Suamiku kenapa kamu nampak bersedih? ada apa yang membuat hati kamu sedih seperti ini?" tanya Medina dengan suara lembut


Kafkha tidak bisa berkata apapun itu ia malas untuk membahas tentang Clara.


"Bolehkah istrimu tau dengan masalah yang kamu hadapi?" tanya Medina dengan suara lembut nya


Kafkha menarik napas lalu ia mengusap punggung tangan Medina itu, dan perlahan arah pandang nya menatap mata indah Medina itu sangat dalam.


Di dalam mata istrinya itu terdapat cinta tulus yang istrinya berikan kepadanya, terlebih lagi mata indah itu sangat teduh dan menyejukkan hati saat melihat nya.


Kafkha merutuki dirinya yang terlalu bodoh sehingga dia tidak dapat melihat mana yang tulus dan mana yang tidak.


Selama ini dia hanya memikirkan Clara dan tidak pernah memikirkan Medina, padahal Medina itu istri sah yang harus dia perioritas terlebih dahulu.


"Saya tidak kenapa-napa, kamu jangan khawatir!" ujar Kafkha mengecup tangan Medina sangat lama


Deg


Jantung Medina berdetak tidak karuan lagi, sikap Kafkha beberapa hari ini sangat berubah, tubuh Medina sudah panas dingin dengan sikap baik Kafkha ini.


"Maafkan saya Medina!" permintaan maaf Kafkha


Medina mengerutkan keningnya saat Kafkha meminta maaf.


"Maaf? maaf untuk apa mas?" tanya Medina

__ADS_1


Kafkha tetap mencium punggung tangan Medina itu, ia membenamkan wajahnya di tangan Medina itu, ia terlalu malu untuk mengakui semua ini, dia sangat bodoh yang tak pernah melihat kebaikan dan cinta tulus Medina.


"Maaf untuk semuanya!" sambung Kafkha


Medina tersenyum, apakah do'a-do'a nya selama ini di kabulkan oleh Allah SWT?


Medina mengangguk-angguk sambil mengusap kepala Kafkha itu dengan satu tangan nya, mata Medina berkaca-kaca.


"Saya banyak salah, saya baru menyesalinya sekarang, maafkan saya!" lanjut Kafkha


Air mata Medina lolos begitu saja, jadi benar Kafkha sudah menyesali semua perbuatan nya selama ini.


"Saya banyak salah Medina, tolong maafkan saya!" sambung Kafkha


Medina menghampus air matanya, "aku sudah memaafkan kamu mas, jadi tolong jangan seperti ini, tegakkan kepala kamu mas!" titah Medina


Kafkha mengangkat kepala nya ternyata dia juga menangis, baru sekali ini Medina melihat Kafkha menangis.


Dia pikir Kafkha tidak bisa menangis tapi pikirannya itu salah, ternyata Kafkha bisa menangis juga.


Medina mengusap air mata Kafkha, Kafkha melihat mata berair Medina itu, ia juga mengusap air mata Medina.


"Saya minta maaf, karena saya banyak salah!" ujar Kafkha


Medina mengangguk-angguk, "aku sudah memaafkan kamu!" ujar Medina


Sekali lagi Kafkha mencium tangan Medina itu.


"Saya banyak salah saya tidak pernah menganggap kamu, bahkan saya tidak pernah melihat ketulusan cinta kamu itu, mata hati saya sudah di tutup oleh kebencian waktu itu, saya sangat bodoh, bahkan saya tidak pernah memikirkan perasaan kamu, betapa bodohnya diri saya ini, tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang tidak!" tutur Kafkha


"Kamu tau! jika Clara itu sudah membodohi saya bahkan dia membohongi saya, saya pikir dulu itu ia sangat mencintai saya, tapi nyatanya tidak pernah sekali pun, dia hanya ingin menghancurkan saya untuk membalaskan dendam Sanjaya papa Clara itu!" sambung Kafkha


Medina mendengarkan ucapan suaminya itu, ternyata inilah yang membuat Kafkha bersedih, orang yang ia cintai ternyata tidak mencintai nya, sama saja dengan bohong bukan.


Ternyata cinta nya hanya cinta bertepuk sebelah tangan saja.


"Sakit bukan? seperti itulah aku saat ini mas, sakit sekali mas!" ucap Medina


Kafkha menyadari itu ia bahkan menyakiti seseorang yang perlu ia jaga demi seseorang yang tidak perlu ia jaga.


"Maafkan saya Medina!" sela Kafkha


"Aku sudah memaafkan kamu!" jawab Medina


"Izinkan saya memperbaiki diri saya, saya berjanji akan mulai mencintai kamu, saya harap cinta yang kamu berikan kepada saya tidak pernah pudar, saya harap kamu masih mencintai saya, saya berharap itu Medina!" tutur Kafkha


Apakah benar semua yang di ucapkan oleh Kafkha itu benar? apakah dia mau memulai mencintai Medina?


"Izinkan saya mencintai kamu!" sambung Kafkha

__ADS_1


Medina tersenyum menatap mata Kafkha itu ingin mencari kebenaran di mata itu, ternyata matanya itu terlihat sangat serius tanpa ada kebohongan di sana.


Medina mengangguk-angguk menyetujui agar Kafkha mulai mencintai nya, Medina memberikan kesempatan berharga itu untuk Kafkha.


"Aku mengizinkan nya!" setuju Medina


"Terima kasih! saya akan mencoba nya, do'akan saya semoga saya cepat mencintaimu!" ujar Kafkha


Medina mengangguk sebagai jawaban nya.


Mungkin ini penantian Medina selama ini, sudah lama ia bersabar akhirnya Kafkha mau juga menerima dan melihat nya.


Medina sangat bersyukur atas apa yang terjadi saat ini, ia akan berusaha lagi agar Kafkha dengan mudah mencintai nya.


...


Azan subuh berkumandang, Kafkha terbangun lebih dulu dari Medina ia melirik ke samping, menatap wajah damai Medina yang lagi tertidur.


Kafkha membangunkan Medina untuk melaksanakan sholat subuh.


"Medina, sholat subuh dulu yuk!" seru Kafkha


Medina menggeliatkan tubuhnya saat seseorang membangunkan nya, perlahan mata Medina terbuka.


"Sholat yuk!" ujar Kafkha


Medina kaget karena wajah Kafkha berada dekat dengan wajah nya.


"Sudah subuh, mari kita sholat!" sambung Kafkha


Medina merasa tidak percaya dengan ucapan suaminya itu, biasanya dia yang selalu membangunkan suaminya itu untuk sholat, saat ini Kafkha sendiri yang membangunkan Medina untuk sholat.


"Kenapa bingung seperti itu? apa kamu tidak percaya jika saya yang membangunkan kamu untuk sholat subuh?" tanya Kafkha


Medina mengangguk kecil, Kafkha sadar akan dirinya waktu itu yang selalu menyia-nyiakan waktu sholat.


"Saya ingin berubah dan saya ingin menjadi orang baik dan saya ingin candu dalam beribadah, seperti misi kamu waktu itu, saya akan menyelesaikan misi kamu itu!" sambung Kafkha dengan sungguh-sungguh


Medina jadi terharu dengan ucapan suaminya itu yang ingin berubah ke lebih baik lagi.


"I'm proud of you!" tutur Medina


"What's more, I thank you very much!" ujar Kafkha


Mereka berdua mengambil wudhu setelah itu mereka menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah, sudah beberapa kali Kafkha jadi imam yang baik untuk istrinya itu.


...


Bersambung...

__ADS_1


Jangan jadi pembaca gelap saja, tinggalkan jejak kalian, tidak ada komentar maka author tidak akan update cerita ini.


Komentar nya jangan next sama lanjut aja dong, coba komentar isi cerita nya, yang panjang kek komentar nya, jangan satu kata saja🤔🙄🤨


__ADS_2