Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap
part 41. Berdamai


__ADS_3

Darmansyah ingin bertemu dengan Sanjaya ia ingin berunding tentang kesalah paham yang terjadi antara dirinya dengan Sanjaya itu, sudah lama mereka tidak bertemu lagi semenjak Sanjaya memutus hubungan antara mereka, kira-kira semenjak kematian istrinya itu.


Saat ini Darmansyah sedang mengatur waktu agar ia bisa bertemu dengan Sanjaya.


"Richard!" panggil Darmansyah dengan suara mengelegar


Richard langsung berlari saat namanya di panggil oleh tuan pertama nya itu.


"Siap tuan!"


"Apa yang bisa saya bantu?"


"Atur waktu saya untuk bertemu dengan Sanjaya, pastikan tidak ada satupun anak buah nya yang mengikuti nya, dalam pertemuan itu hanya kami berdua saja!" tutur Darmansyah


"Siap tuan, saya akan mengerjakan apa yang harus saya kerjakan!"


"Pastikan Sanjaya mau menghadiri undangan saya ini, cari tempat yang sekiranya aman untuk kami berbicara!" tutur Darmansyah


"Siap tuan akan saya laksanakan, kalau begitu apa ada yang lain lagi tuan?"


"Hanya itu saja!" ujar Darmansyah


Darmansyah mau menyelesaikan kesalah pahaman ini, dia tidak mau memiliki beberapa konflik dengan Sanjaya, bisa di bilang jika Sanjaya itu merupakan salah satu rekan kerja nya dulu, tapi dengan adanya kesalahpahaman di antara mereka, jadinya hubungan mereka merenggang seperti ini.


Sekitar jam sepuluh pagi akhirnya semua yang di tentukan oleh Darmansyah terlaksana juga, mereka bertemu di salah satu restoran yang sengaja di booking oleh Richard untuk mereka berdua.


Darmansyah menunggu kedatangan Sanjaya itu, ia akan memperjelas bahwa bukan dia pembunuh istrinya itu, dia akan memberikan beberapa bukti kepada Sanjaya agar Sanjaya tidak lagi meragukan nya.


Hampir setengah jam Darmansyah menunggu di sini, Sanjaya belum juga datang memenuhi undangan nya.


"Richard!" panggil Darmansyah dengan keras nya


"Ya tuan!"


"Sanjaya mana? apa kamu membohongi saya?" ujar Darmansyah dengan emosi


"Maaf tuan atas keterlambatan ini, saya juga kurang tau kenapa tuan Sanjaya belum datang, tadi dia bilang akan memenuhi undangan dari tuan!" jelas Richard


Perdebatan antara Darmansyah dan Richard itu di ketahui oleh Sanjaya yang baru datang.


"Ck, ck, ck, Darmansyah... Darmansyah! cemooh Sanjaya


"Sama anak buah sendiri mau berdebat juga, cih tidak konsisten!" cela Sanjaya lalu Sanjaya duduk di depan Darmansyah itu.


Darmansyah orangnya memang tidak sabaran sekali, ia kalau bertemu dengan orang harus tepat waktu, dia termasuk disiplin dengan waktu juga.


"Diam kau!" sela Darmansyah

__ADS_1


Sanjaya hanya tersenyum sinis saja, dia mengetuk-ngetuk jari telunjuk nya itu di atas meja sambil menatap Darmansyah dengan intens.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu hah? kau mau merencanakan pembunuhan terhadap ku juga? agar arwah Lisa itu bisa tenang? iya begitu!" tutur Darmansyah dengan gaya santai nya


Mendengar nama istrinya di sebut membuat Sanjaya jadi teringat dengan kejadian itu lagi, dimana ia harus kehilangan istri tercinta nya.


"Gara-gara kau, kau tega membunuh istri ku, jadi jangan salahkan aku jika aku mau menghancurkan keluarga yang kau banggakan itu!" ujar Sanjaya


"Silahkan!" ucap Darmansyah mengangkat satu tangan nya untuk mempersilahkan Sanjaya


Sanjaya mengerenyitkan keningnya, kenapa Darmansyah mempersilahkan dirinya untuk menghancurkan keluarga Darmansyah?


Apa Darmansyah memiliki beberapa rencana untuk membalikkan sebuah rencana nya itu kepada dirinya?


"Pasti kau akan menyesal telah menuduh ku yang merenggut nyawa istri kau itu!" sambung Darmansyah


"Apa maksud kau?" hardik Sanjaya


Darmansyah mengambil sesuatu dari dalam tas nya, itu merupakan bukti-bukti yang selama ini ia kumpulkan, bukanlah dia yang membunuh Lisa itu.


"Baca!, lihat!, pahami!, dan cerna semua yang tertera di sana!" titah Darmansyah


Sanjaya menautkan kedua alisnya ia melihat beberapa kertas dan beberapa foto yang di berikan oleh Darmansyah tadi.


"Semoga kau mengerti dengan ini semua, aku tidak ingin kesalahpahaman ini berlarut-larut sehingga kita terus bermusuhan, aku ingin kita seperti dulu lagi jaya!" tutur Darmansyah


"Aku tidak tau lagi apa kamu percaya atau tidak, yang jelas aku sudah mencari semua bukti-bukti itu, sayangnya aku tidak bisa menjebloskan dia dalam jeruji besi!" lanjut Darmansyah


Sanjaya tambah mengerutkan keningnya tidak paham apa yang di maksud Darmansyah.


"Apa maksud kau?" tanya Sanjaya


"Bisa kamu lihat bukti itu!" ujar Darmansyah


"Asalkan kamu tau aku di sini di jadikan kambing hitam oleh mereka yang tidak bertanggung jawab, mereka mau membuat hubungan kita renggang seperti saat ini, mereka sudah berhasil membuat hubungan kita renggang, hmm... aku sih tidak mempersalahkan hal itu karena aku tidak salah di sini, kamu saja yang terlalu percaya dengan hasutan mereka itu, Lisa terbunuh karena mereka bukan karena ku!" tutur Darmansyah


Sanjaya mulai membuka bukti-bukti yang di berikan oleh Darmansyah tadi, apa benar jika Darmansyah tidak membunuh istrinya itu, ia mencermati bukti-bukti itu.


Darmansyah mengeluarkan sebuah rekaman cctv beberapa tahun di saat Lisa terbunuh dulu, di sana memang terlihat jelas jika Darmansyah tidak terlibat dalam pembunuhan istrinya itu, di cctv itu terlihat sekelompok orang yang telah membunuh istri nya itu.


"Syah apa ini benar?" lirih Sanjaya


Darmansyah mencibirkan bibir nya


"Sudahlah jaya, aku tak ingin memiliki konflik bersama kau, apa salahnya kita saling memaafkan, aku berjanji akan membantu kau untuk menangkap pelaku itu!" ujar Darmansyah


Darmansyah ingin berdamai dengan Sanjaya ini, biar bagaimanapun mereka dulunya sempat memiliki sebuah hubungan yang sangat baik.

__ADS_1


"Jadi aku salah sudah menuduh kau?" tanya Sanjaya


"Bisa di bilang begitu!" jawab Darmansyah


"Tapi kenapa mereka tega dengan ku Syah, mereka membunuh istri ku, kenapa mereka tidak membunuh ku saja kenapa harus istri ku?"


"Sudahlah kau jangan bersedih lagi, semua ini sudah takdir, suatu saat mereka yang membunuh istri kau itu akan mendapatkan bagian nya juga!" ujar Darmansyah


Sanjaya merasa bersalah karena telah menuduh dan juga dendam kepada keluarga Darmansyah itu, seharusnya dia mencari buktinya terlebih dahulu, dia juga merasa malu telah berburuk sangka kepada Darmansyah.


"Aku merasa malu telah menuduh kau, aku merasa bersalah syah!" ujar Sanjaya menundukkan kepalanya


Darmansyah tertawa kecil, "haha tidak usah merasa malu dan bersalah begitu, aku sudah memaafkan kamu, aku juga tidak pernah dendam sama kamu, aku tidak membalas semua perbuatan kamu karena aku tidak bersalah, kita sama-sama saja mencari pelaku sebenarnya!" tutur Darmansyah


"Maafkan aku Syah, aku sudah banyak salah!"


"Sudahlah... kau jangan meminta maaf terus, aku sampai pusing mendengar maaf kau itu!" kelakar Darmansyah


"Kau ni aku ini serius lah!"


"Iya, serius, serius!"


"Oh iya, soal Clara, kau bilang sama putri kau itu jangan menganggu Kafkha lagi, Kafkha itu sudah memiliki istri!" beritahu Darmansyah


"Iya, aku akan melarang Clara untuk tidak menganggu Kafkha lagi, aku akan memperjelas semuanya pada putri ku itu, agar dia tidak lagi membuat sebuah rencana untuk menganggu cucu kau itu lagi!" tutur Sanjaya


"Jadi kita sudah berdamai ini ya?"


"Tentu Syah!"


"Baiklah, aku anggap ini semua sudah selesai, kita perlu memikirkan masa tua kita saja, tidak ada lagi pertengkaran antara keluarga kita berdua!" ujar Darmansyah


Mereka berdua bersalaman tanda perdamaian mereka berdua, mereka juga saling berpelukan sebentar.


"Kita berdamai!"


"Kita berdamai!"


Mereka berdua tidak ada lagi memiliki sebuah konflik itu, mereka betul-betul berdamai.


....


Bersambung...


Jangan jadi pembaca gelap saja, tinggalkan jejak kalian, tidak ada komentar maka author tidak akan update cerita ini.


Komentar nya jangan next sama lanjut aja dong, coba komentar isi cerita nya, yang panjang kek komentar nya, jangan satu kata saja🤔🙄🤨

__ADS_1


__ADS_2