Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap
part 7. Resepsi


__ADS_3

Medina duduk di samping Kafkha, mereka akan menanda tangani buku nikah mereka masing-masing dan juga menyematkan cincin di jari manis mereka masing-masing.


Kafkha beberapa kali berdehem karena ia merasa canggung saja dengan pasangan mata melihat ke arahnya, bukan hal yang tak pernah Kafkha rasakan, bahkan dia sudah lazim menemui orang-orang petinggi seperti ini.


Tapi entah kenapa di hari pernikahan nya ini ia merasa sangat canggung, apa lagi banyak kamera yang menyorot nya, tidak menutup kemungkinan jika Clara akan tahu pernikahan Kafkha ini, bahkan salah satu stasiun televisi di sewa oleh Darmansyah untuk pernikahan cucu nya ini.


Keluarga Darmansyah sangat terpandang apa lagi sejagat raya akan tau tentang pernikahan ini, Kafkha berusaha menutupi wajah nya agar kamera tidak terlalu menyoroti wajahnya.


"Sekarang pasangkan cincin di jari istri mu!" ujar Darmansyah kepada cucunya itu.


Medina memakai sarung tangan, ia masih merasa canggung untuk berdekatan dengan seorang laki-laki walaupun laki-laki itu sudah sah jadi suami nya, Kafkha memasangkan cincin itu kepada Medina dengan sedikit kasar.


Deg


Hati Medina merasakan tidak enak dengan suaminya ini, sekali-kali Medina menatap wajah datar Kafkha itu.


"Sekarang, Medina kamu pasangkan cincin itu pada suamimu!" ujar Darmansyah, Medina mengambil cincin pernikahan itu lalu ia pasangkan ke jari manis Kafkha.


Kini Medina sedang menyalami punggung tangan Kafkha, ada keraguan dalam hati Medina saat ia melihat wajah Kafkha yang tidak senang itu.


"Kenapa dia seperti tidak senang dengan pernikahan ini?" batin Medina


Saat ini Kafkha menggandeng tangan Medina sangat romantis, seperti pengantin yang sangat bahagia di hari spesial nya ini, Kafkha terpaksa menggandeng tangan Medina karena di paksa oleh Darmansyah, apa lagi banyak wartawan dan kamera yang menyorot mereka berdua.


Pernikahan mereka ini seperti pernikahan anak bangsawan saja, dimana Kafkha sebagi rajanya dan Medina sebagi ratunya, bahkan Medina sendiri tidak bisa membayangkan betapa megahnya pesta pernikahan nya ini.


Tapi dia juga tidak tau jika menikah dengan Kafkha dia akan merasakan kesengsaraan hidup yang telah Kafkha ucapkan tadi, mungkin ini awal bumerang bagi Medina menjalankan hari-hari nya penuh dengan drama dan lika liku kehidupan.


Tanpa di bayangkan Kafkha sudah bertindak lebih dulu dari kakeknya ini, Kafkha akan menjalankan pernikahan nya ini dengan cara dia sendiri tanpa harus ada orang lain yang mengikut campuri.


Kini mereka berdua duduk di kursi pelaminan dengan dekorasi yang sangat mewah itu, mereka berdua saling pura-pura bahagia nyatanya di dalam hati mereka masing-masing sudah kacau balau, apa lagi Medina yang sudah mulai gelisah dengan tingkah Kafkha yang kurang baik menurutnya itu.


Medina langsung saja merasakan ketidak enakan di dalam hatinya ini terhadap Kafkha.

__ADS_1


"Selamat ya pengantin baru!"


Tamu undangan sudah memberi selamat untuk mereka, Medina memberi senyum di balik kain penutup separuh wajahnya itu.


"Pengantin wanitanya pasti cantik ya!"


Medina hanya tersenyum di balik cadarnya itu, ia menyalami tamu undangan yang memberi selamat kepada mereka.


"Kafkha, senang banget dah udah nikah!" goda Reza


"Eh, tapi pengantin wanita nya bukan Clara ya, wah, wah... parah lo kaf!" ujar Rafael


Medina hanya diam mendengar obrolan suami dan teman-teman suaminya itu, Medina terus saja mendengar nama Clara dari mulut teman-teman suaminya itu.


"Pasti Clara akan sedih bro, parah banget lo, tega banget!" ujar Rafael


"Apa kata Clara nantinya? ujar Reza ikut-ikutan


"Tapi menurut gue istri cadar lo ini lebih cantik dari Clara!" ujar Reza


"Lebih mempesona...!" bisik Rafael ke telinga Kafkha


Teman-teman Kafkha itu mengucapkan selamat pada Medina juga, saat Rafael mau menyalami tangan Medina langsung menangkupkan tangannya ke dada.


"Wiss... alim bener kakak ipar kita ini!" ujar Rafael dengan senyum manis nya.


"Selamat ya kakak cantik, semoga hidup kakak lebih baik dengan Kafkha!" ujar Reza sudah tau dengan isi pikiran Kafkha ini.


Medina mengangguk kecil saja, sudah lama mereka berdiri di pelaminan ini apa lagi kaki Medina tidak tahu di rasa lagi karena ia memakai high heels yang dapat membuat kaki jadi mudah pegal.


Medina lebih memilih duduk karena para tamu undangan tidak lagi memberi mereka selamat, Kafkha dari tadi nampak cemas, bagaimana tidak cemas karena Clara sudah tahu bahkan Clara juga ikut datang ke resepsi pernikahan kekasihnya itu.


Dari bangku tamu undangan Clara melihat Kafkha dengan senyum simpul, hatinya sangat sakit melihat kekasihnya bersanding dengan wanita lain.

__ADS_1


"Jahat sekali kamu kaf, waktu itu kamu pernah berjanji pada ku untuk melamar ku, tapi janji mu hanya janji palsu, aku pikir kamu benar-benar sibuk dengan pekerjaan mu ternyata kamu malah menikah dengan wanita lain!"


Kafkha dapat melihat raut wajah kekecewaan dari kekasihnya itu, ingin sekali Kafkha menghampiri dan memeluk kekasihnya itu tapi apalah daya dirinya yang tidak bisa melakukan apa-apa, bisa-bisa reputasi keluarga Darmansyah bisa hancur gara-gara Kafkha memeluk gadis lain.


Clara menghapus air matanya yang sempat keluar, ia berjalan menuju pelaminan itu, keluarga Darmansyah melihat Clara yang bergaya sangat anggun dengan dress selutut yang ia kenakan itu bak model yang memperagakan baju yang ia kenakan, Clara menaiki pelaminan itu dengan senyum manis yang tentu saja itu hanya senyum palsu.


"Selamat untuk kamu kaf telah membohongi ku, aku pikir kamu benar-benar bekerja dan sibuk di luar kota, ternyata kamu di sini bersanding dengan gadis ini!" ujar Clara melihat Medina dengan tatapan sinis


Kafkha berbohong kepada Clara jika ia keluar kota untuk bekerja, Kafkha sendiri mengambil alasan seperti ini agar Clara percaya, tapi semua kebohongan Kafkha terbongkar karena acara pernikahan mereka di siarkan di acara televisi.


"Maafkan aku Ara, aku tidak bermaksud membohongi mu, sebenarnya aku ingin memberi tahu kamu tapi--!"


"Tapi apa kaf? ujar Clara memotong pembicaraan Kafkha yang belum selesai.


"Sudahlah kaf, aku kecewa sama kamu!" ujar Clara lalu ia pergi dari pelaminan itu, Kafkha mencengkram tangan Clara untuk menahan nya, dengan mata kepalanya sendiri Medina nampak suaminya itu lagi menahan wanita lain, Medina kecewa melihat perlakuan suaminya itu terhadap wanita itu.


Semua tamu undangan jadi berbisik-bisik karena mempelai pria memegang tangan wanita lain sedangkan istrinya sendiri ia abaikan.


Darmansyah jadi malu dengan tamu undangan itu, Darmansyah sendiri yang turun tangan untuk menangani ini semua.


"Kamu kenapa ke sini? saya tidak mengundang kamu, cepat kamu pergi dari sini, jangan membuat malu saja!" ujar Darmansyah mengusir Clara


"Tapi kek!" ujar Clara


"Saya bukan kakek kamu, cepat kamu pergi dari sini, atau kamu mau saya usir secara kasar dan semua orang tau gimana kelakuan kamu!" ujar Darmansyah


Clara menghela napas kasar ia meninggalkan acara resepsi pernikahan kekasihnya ini, biar bagaimanapun ia juga tidak mau reputasi nya jatuh gara-gara dia membuat kacau di resepsi pernikahan orang.


"Awas saja kalian!" ujar Clara dengan marahnya.


...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2