Istri Bercadar Tak Dianggap

Istri Bercadar Tak Dianggap
part 13. Aku Istri Mu Bukan Kura-kura Ninja


__ADS_3

Setelah memberi pelajaran untuk cucunya itu kini Darmansyah meninggalkan Kafkha sendirian di gudang itu, ia sangat muak dengan semua kelakuan cucunya itu.


Darmansyah kembali ke rumah utama dengan memasang ekspresi wajah datar, untuk kali ini suasana hatinya sedang memburuk, siapa pun yang berbicara dengan nya pasti Darmansyah akan marah bahkan memukuli orang itu.


Medina bersama mama mertua nya itu masih di dalam kamar, sebenarnya Medina sangat penasaran dengan sikap kakek Darmansyah tadi, Medina tidak tau apa yang terjadi di keluarga ini.


Apa jangan-jangan gara-gara dia keluarga ini jadi kacau seperti saat ini, pikir Medina.


"Mama, apa yang terjadi dengan kakek? kenapa kakek tampak marah?" tanya Medina berbicara menghadap ke Sarah.


Sarah mengusap tangan menantunya itu, Sarah juga tidak bisa menjelaskan kepada Medina apa yang terjadi, Sarah sendiri kurang tau dengan masalah ini.


"Mama juga tidak tau sayang, kamu jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja!" ujar Sarah meyakinkan Medina.


Tapi Medina tidak bisa melupakan hal itu, ia nampak dengan betul bagaimana kemarahan kakek Darmansyah itu, apa lagi suara Darmansyah yang sangat mengerikan tadi, itulah yang membuat Medina jadi penasaran.


Apakah gara-gara suaminya, kakek Darmansyah jadi se-marah ini?


"Apa mas Kafkha yang menyebabkan kakek marah?" batin Medina bertanya-tanya.


"Apa yang Medina pikirkan?" tanya Sarah karena Medina termenung sedang memikirkan sesuatu.


"Ah, tidak mama!" jawab Medina dengan tersenyum di balik cadarnya itu.


Sampai saat ini Medina belum pernah membuka cadarnya itu di depan mama mertuanya itu, apa lagi di depan suaminya sendiri, ia tidak berani membuka cadarnya.


"Apa mama boleh melihat wajah menantu mama ini?" ujar Sarah karena sarah sangat ingin tau bagaimana rupa wajah menantu nya yang menyembunyikan wajah nya di balik cadarnya itu.


Medina tersenyum di balik cadarnya, "baiklah mama, kita sama-sama wanita jadi aku mau melihatkan wajah ku kepada mama, tapi sebelum aku membuka cadar ku tolong mama jangan beri tahu siapapun itu tentang bentuk rupa ku selama ini!" ujar Medina meminta satu permintaan kepada mertua perempuan nya itu.


Sarah setuju dengan permintaan menantunya itu, Medina mengangguk lalu ia perlahan membuka tali pengikat cadar nya itu, perlahan ia memperlihatkan wajah cantiknya itu pada mama mertuanya.


Sarah membulatkan matanya saking pangling nya ia melihat wajah cantik menantu nya itu yang selalu ia tutupi dengan niqob nya itu.


"Masya Allah...!" ucap Sarah


"Menantu mama sangat cantik!" Sarah tidak bisa berkata-kata lagi, setelah melihat wajah asli menantunya itu.


"Terima kasih mama, apa boleh Medina pakai cadar Medina lagi?" izin Medina


Medina takut jika seseorang masuk ke kamar ini sedangkan dia tidak memakai penutup separuh wajahnya itu.

__ADS_1


"Boleh!" jawab Sarah


Medina kembali memasang cadarnya itu, saat itulah Kafkha masuk ke kamarnya itu, Kafkha mengepalkan tangannya ia ingin marah pada Medina tapi ada mama nya di sini.


"Eh, kaf kamu sudah pulang!" ujar Sarah menghampiri anaknya itu.


"Mama ngapain di sini?" bukanya menjawab pertanyaan mama nya tapi Kafkha tidak menerima mama nya ada di sini.


"Oh, mama di sini hanya menemani istri mu!" ujar Sarah


Sarah melihat memar pada sudut bibir putra nya itu, tangan nya terulur pada sudut bibir Kafkha, "kenapa?" tanya Sarah menatap sedih putra bungsu nya itu.


"Luka sedikit!" jawab Kafkha datar


"Medina, tolong bersihkan luka pada suami mu ini!" ujar Sarah


Medina mendekat ke tempat mama nya itu, matanya langsung melihat sudut bibir suaminya itu.


"Mama keluar dulu!" ujar Sarah meninggalkan mereka berdua.


Medina mencari kotak P3K di kamar ini, tapi tidak ia temukan, "dimana kotak P3K nya mas?" tanya Medina


"Laci nakas!" jawab Kafkha lalu ia duduk di sofa


Tangan nya terulur ke sudut bibir Kafkha tapi langsung di tahan oleh tangan kekar Kafkha itu, Medina menaikan sebelah alisnya untuk bertanya ada apa.


"Jangan sok baik sama saya, kamu kan yang mengadu pada kakek kalau saya jalan dengan Clara!" ujar Kafkha mencengkram kuat tangan Medina sampai tangan Medina merasa sakit.


Deg


Jantung Medina langsung berdetak dan hatinya sangat sakit saat suaminya itu bilang jika ia jalan dengan Clara, dan Kafkha menuduh Medina kalau dia yang mengadu pada kakek soal ia jalan dengan kekasih nya itu.


Soal jalan dengan Clara itu saja Medina tidak tahu menahu, ia baru tahu dari mulut suaminya yang berkata jujur.


"Apa maksud mu hah, kamu mau menghancurkan saya?, setelah apa yang kamu lakukan pada saya kini kau juga mau menghancurkan reputasi saya di depan keluarga saya?" ujar Kafkha dengan gigi di gertak kan.


"Astagfirullah alhazim mas... aku tidak pernah mengadu ke siapa pun itu tentang kamu jalan sama mbak Clara, aku baru tau sekarang jika kamu jalan sama dia!" ujar Medina membela dirinya


Kafkha terdiam menatap mata indah Medina itu, di dalam mata itu tidak ada kebohongan yang terpancar, Kafkha memukul sofa yang ia duduki itu.


"Aakakh... s*al!" umpat Kafkha sangat marah

__ADS_1


Medina membantu mengobati luka yang ada di sudut bibir Kafkha itu, hatinya sangat sakit saat tau jika suaminya jalan dengan wanita lain sedangkan dia baru menikah kemarin, Medina tidak menampakkan rasa sakit hatinya itu kepada siapa pun, ia tetap memaksakan senyum walaupun dia sakit hati.


Tatapan mata mereka saling beradu saat Medina mengobati luka di sudut bibir suaminya itu, lama mereka saling tatap menatap.


"Bola mata nya sangat indah, bersih lagi, apa lagi bulu matanya sangat lentik, seperti apa wajahnya sebenarnya!" batin Kafkha


"Dia memiliki wajah yang begitu tampan, tapi sayang wajah tampan nya itu di tutupi oleh sifat angkuh dan jahatnya!" batin Medina


Mereka berdua saling memuji kecantikan dan ketampanan mereka masing-masing di dalam hati, Kafkha tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya itu, ia ingin melihat wajah istrinya itu secara langsung tanpa di tutupi kain cadar nya itu.


Tangan kanan Kafkha terangkat ia ingin membuka kain penutup separuh wajah istrinya itu, Medina menyadari itu jika suaminya ingin membuka cadar nya, Medina langsung menjauh dari Kafkha dan ia langsung berdiri.


Kafkha langsung menatap tajam ke Medina karena ia tidak suka ada orang yang menolak permintaan nya.


"Buka cadar mu!" ujar Kafkha memaksa


Medina menggelengkan kepalanya, ia tidak suka cara Kafkha itu apa lagi Kafkha memaksa nya.


"Buka cadar mu, sekarang sayang suamimu, saya berhak tau bentuk apa rupa mu!" ujar Kafkha berdiri lalu tangan nya terulur untuk membuka paksa cadar Medina itu.


"Tidak!" tolak Medina


Kafkha menaikan sebelah alisnya, "apa wajah mu jelek hah? sehingga kamu tidak mau membuka cadar mu, atau jangan-jangan wajah mu itu ada tompel nya, lalu kau menutupi nya agar tidak terlihat!" ujar Kafkha dengan senyum sinis dan mengejek istri nya sendiri.


Medina merasa di perolok-olok kan oleh suaminya sendiri, apa lagi Kafkha berkata seolah-olah dia memiliki rupa yang sangat jelek.


"Iya, aku memilih tompel di pipi ku!" jawab Medina meyakinkan suaminya itu dengan tatapan serius.


"Hahaha... pantas kamu menggunakan cadar itu, dasar perempuan jelek!" hardik Kafkha


Medina tetap senyum di balik cadarnya itu, "terserah kamu mau bilang aku apa, yang terpenting hati dan pikiran ku tidak jelek seperti mu!" ujar Medina, ia tak mudah kalah di jatuhkan oleh suaminya itu.


"Maafin Medina ya Allah... karena Medina terus menerus menjawab ucapan suami Medina, Medina seperti ini karena Medina mau mempertahankan harga diri Medina!" batin Medina


"Kura-kura ninja!" ujar Kafkha lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Aku istri mu bukan kura-kura ninja!"


...


Bersambung...

__ADS_1


Hayooo yoyoyo silahkan beri komentar kalian di cerita ini, no komentar pendek, author mau lihat komentar panjang dari kalian.


Like sama vote nya jangan lupa juga, jangan jadi pembaca gelap saja!!!


__ADS_2