
Andreea mengedipkan matanya berkali-kali. Pipinya sudah merona merah, di puji cantik oleh pria tampan seperti Anggara, siapa yang tidak akan tersipu.
“Bernafaslah.” Bisik Anggara setelah membuka paksa bibir Andreea dengan bibirnya.
“Kak Gara!” Andreea memukul kencang dada suaminya. “Sudah ku bilang, jangan mencium orang lain sembarangan.”
“Kau istriku, bukan orang lain.” Anggara kembali mengecup bibir Andreea.
"Belajar saja yang benar, jangan membuat masalah. Nanti siang Paman Heri akan menjemput." Anggara seperti tidak bosan membelai pipi Andreea.
Anggara menoleh pada ponselnya yang bergetar, lalu menarik tangan Andreea ke dalam genggamannya.
"Katakan!" Ucapnya pelan , sesaat setelah mengangkat panggilan.
Sesekali Anggara melirik Andreea sembari mendengarkan seseorang di seberang sana bicara. Genggamannya semakin erat , ia membawa tangan Andreea ke dadanya , menciumnya beberapa kali.
Astaga , tidak tahukah dia jantung Andreea sudah hampir meledak.
"Baiklah , aku akan sampai dalam lima belas menit." Anggara memutus telponnya sepihak.
“Masuklah, aku sudah terlambat.” Ucapnya tersenyum teduh, senyum langka yang bisa dipastikan tidak banyak orang pernah melihatnya.
__ADS_1
**
Andreea menuju taman yang berada tepat di depan fakultas tehnik, Anshara tadi bilang akan menunggunya disana.
Di sepanjang jalannya yang tidak seberapa jauh itu, cukup banyak mata pria yang menatapnya. Meski wajahnya tidak ada garis bule sama sekali , tapi siapa yang berani mengatakan Andreea tidak cantik?
Jika di bandingkan dengan Anshara , Andreea memang kalah tinggi. Tapi tidak bisa disebut pendek juga untuk ukuran perempuan Indonesia. Alis tebal dan hidung mancungnya , dipadukan dengan mata bulat dan bulu-bulu mata yang lentik pasti membuat orang menahan pandangannya paling tidak beberapa detik. Jangan lupakan rambut panjangnya dengan sedikit gelombang dibagian bawah.
Lihatlah , banyak yang menatapnya tapi gadis itu hanya berlalu, pura-pura tidak tahu.
“Kenapa lama sekali?” gerutu Anshara saat Andreea sampai dihadapannya, tapi sahabatnya itu malah tersipu malu-malu sambil terus memegangi kedua pipinya.
Andreea menjatuhkan bokongnya di sebelah Anshara. Ia ingin menceritakan semua yang terjadi antara dia dan Anggara.
“Anshara!” Giselle dan kedua temannya mendekat, membuat Andreea dan Anshara menoleh bersamaan.
“Lebih baik kau berteman saja dengan kami. Kau tidak pantas berteman dengannya.” Siska menunjuk Andreea dengan dagunya.
Andreea dan Anshara mengernyit heran. Apa lagi kali ini.
“Ayo pergi.” Anshara bangkit diikuti Andreea, malas sekali meladeni gadis-gadis ini.
__ADS_1
“Dia hanya anak miskin yang ingin memanfaatkanmu. Kami satu sekolah saat SMA, dia bahkan bisa tamat SMA hanya dengan beasiswa.” Giselle menghalangi mereka.
“Aku sudah sangat kaya, jadi tidak butuh seorang teman untuk mentraktirku makan.” Anshara melirik Imel dan Siska, membuat keduanya merasa tersindir. Diantara mereka bertiga, sudah tersohor rumor Giselle yang paling royal dan sering mengeluarkan uang.
Andreea hampir saja menyemburkan tawanya. “Kau ini kan sangat kaya, kenapa sibuk sekali mengusik hidup anak miskin sepertiku?” ucapnya menatap tajam Giselle.
“Kau harus terus diusik agar tahu diri. Aku merasa kesal karena di kampus mahal ini ada mahasiswi miskin sepertimu. Melihatmu berlagak dengan pakaian mahal, tas dan sepatu bermerk. Berhentilah memanfaatkan Anshara. Itu sangat menjijikkan!”
“Diam! Atau aku akan mencekikmu!” Anshara membuat gerakan kedua tangan seperti akan menerkam.
Giselle berjingkat kaget. “Anshara, aku hanya—“
“Jangan pernah lagi mengganggu Andreea atau kau kan menyesal. Ku peringatkan! Kau tidak tahu anjingnya sangat galak.” Anshara menarik tangan Andreea yang terbahak-bahak.
Membuat Giselle semakin geram. Dia kesal sekali, kenapa bisa Andrea berteman dengan Anshara. Sekali lihat saja, semua orang bisa menebak Anshara putri dari keluarga kaya raya. Semua yang melekat di tubuhnya adalah barang bermerk, mobil yang selalu mengantarnya bukan mobil murah yang bisa dicicil semua kalangan. Belum lagi wajah blasterannya, sudah pasti entah Ayah atau Ibunya adalah bule yang kaya raya.
“Anjingku galak , huh?” Andreea mencibir setelah mereka berjalan menjauh.
“Hm!" Anshara mengangguk. "Kak Gara sangat galak."
Mereka berdua kembali tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
**