
" apa maksud kamu mengatakan itu semua pada ibu dan apa kamu benar benar rela jika saya menikahi Sulis juga..." ucap Dika yang kesal dengan apa yang Rekha ucapkan tadi.
" bapak mau jawaban jujur saya ?" tanya Rekha yang entah kenapa ingin sekali egois untuk bisa memiliki Dika seutuhnya.
" tentu saja jawaban jujur kamu " ucap Dika sambil mendudukkan diri di pinggir tempat tidur.
" saya hanya ingin menjadi istri satu satunya, meskipun belum ada cinta di antara kita " ucap Rekha malu.
" tapi kita bisa berusaha menumbuhkan rasa itu meski tak harus melupakan rasa cinta bapak untuk mba Nadira " ucap Rekha.
" karena tidak ada seorang wanita pun yang ingin miliknya di bagi dengan wanita lain meski pun imbalannya surga " ucap Rekha mencoba memandang wajah Dika suaminya kini.
Rekha seperti ingin melihat reaksi apa yang akan di berikan Dika tapi Dika hanya diam tak mengatakan apapun.
" tapi jika memang bapak ingin menikahi mba Sulis saya bisa apa " ucap Rekha dengan suara yang terdengar bergetar.
" saya hanya ingin bapak bisa bahagia menjalani hidup meski bukan dengan saya " ucap Rekha.
Setelah mengucapkan itu Rekha pun berbalik dan membuka pintu kamar Dika tanpa mengatakan apapun lagi.
Dika pun membiarkan Rekha keluar dari kamar nya, dan kini Dika malah merebahkan tubuhnya sambil menatap langit langit kamarnya.
Tapi tiba tiba saja bayangan Nadira muncul dalam ingatannya bahkan semua kenangannya bersama Nadira seolah berputar dalam benaknya.
" mas harus menikahi Rekha setelah Nadira tiada " ucapan itu yang terngiang dalam benak Dika saat pikirannya tertuju pada mending istrinya.
Lelah dengan pikirannya Dika pun memejamkan matanya, sedangkan Rekha yang baru saja keluar dari kamar Dika berpapasan dengan Sulis yang juga mengarah ke kamar Dika.
" Dika mana ?" tanya Sulis sambil melihat ke arah pintu kamar dimana tadi Rekha keluar.
" di sana ya " tanya Sulis sambil menunjuk pintu kamar Dika.
" iya tapi maaf itu kamar mendiang mba Nadira, jika memang ingin bertemu dengan pak Dika biar saya panggilkan saja " ucap Rekha yang hendak berbalik menuju kamar Dika.
__ADS_1
" kamu saja bisa masuk kenapa saya tidak ?" tanya Sulis yang mencoba menerobos Rekha, tapi berhasil Rekha hentikan bahkan rekha membentangkan tangannya agar Sulis tidak bisa memaksa masuk.
" saya hanya berbicara sebentar, lagian saya dan pak Dika pasangan suami istri jadi wajar jika kami ada di dalam kamar " ucap Rekha yang tidak rela jika kamar mba Nadira di kotori dengan kehadiran wanita lain.
" saya juga sebentar lagi akan menjadi istri Dika " ucap Sulis yang kesal dengan sikap sok berkuasa Rekha terlebih di kamar Dika.
" tapi belum kan ? jadi selama mba belum jadi istrinya pak Dika saya harap mba tidak memaksa memasuki kamar itu " ucap Rekha.
" karena kamar itu memiliki banyak sekali kenangan pak Dika dengan mba Nadira " ucap Rekha.
Bu suci yang mendengar semuanya pun merasa jika Nadira memang memilih pengganti yang sangat pas yang bisa menggantikan dirinya dengan Dika.
Tapi bagaimana dengan janjinya pada orang tua Sulis jika sampai pernikahan itu tidak terjadi, Bu suci yang melihat Rekha yang sangat tegas menjaga kamar Dika pun tersadar saat pak Bram menepuk pundak nya.
" apa masih ingin wanita seperti Sulis yang menjadi menantu kita ?" tanya pak Bram sambil merangkul pundak istrinya dan berbalik menuju kamar Yasmin cucunya.
" entah lah pak .. tapi bagaimana dengan Lynda" ucap Bu suci sambil mengikuti kemana suaminya pergi.
" kita serahkan semuanya pada Dika karena ayah yakin jika Dika bisa melihat siapa yang memang pantas menjadi pasangan nya meski rasa cinta masih belum tumbuh di antara keduanya " ucap pak Bram.
" bi.. Yasmin baik baik saja kan ?" tanya Bu suci yang memang sangat menyayangi Yasmin.
" baik Bu.. bahkan Yasmin yang mengingatkan ayahnya tentang janjinya pada mendiang Bu Nadira " ucap bi Lilis yang sedikit mendengar obrolan Bu suci dan juga Dika.
" bukan kah Rekha itu keponakan bibi ?' tanya Bu suci yang sudah duduk di samping Yasmin sambil membelai rambut nya.
" iya Bu.. Rekha keponakan saya yang sebenarnya baru saja lulus SMA " ucap Bi Lilis.
" tapi meski usianya masih terbilang muda tapi pemikiran nya jauh lebih dewasa dari umurnya " ucap bi Lilis.
" maaf bukan saya lancang dan seolah olah ingin membanggakan keponakan saya " ucap bi Lilis yang masih sadar akan posisinya di rumah ini.
" tapi mungkin karena kondisi rumahnya yang menjadikan rekha pribadi yang jauh lebih dewasa dari usianya " ucap bi Lilis meluruskan.
__ADS_1
Bu suci hanya tersenyum mendengarkan apa yang di sampaikan bi Lilis sedangkan pak Bram memilih untuk kembali ke kamarnya dan membiarkan istrinya..
" saya juga sudah bicara pada Rekha jika setelah Rekha menikah dengan pak Dika saya akan kembali ke kampung untuk menemani ibu saya yang sudah tua " ucap bi Lilis karena memang Bu suci yang membawanya ke rumah Dika dan Nadira.
" apa kamu sudah bilang sama Dika ?" tanya Bu suci yang masih dalam posisi yang sama.
" belum.. " ucap bi Lilis.
" saya amit ke belakang dulu Bu, mau menyiapkan makan malam " ucap bi lilis
Sulis pun kembali ke kamar tamu setelah usahanya untuk bisa menemui Dika di kamarnya di gagalkan oleh Rekha yang tak bergeming menghalangi nya yang ingin masuk ke kamar Dika.
" aku harus bisa menekan Bu suci untuk tetap meminta Dika menikahiku " ucap Sulis yang memang sangat mencintai Dika sejak pertama bertemu setelah sekian lama tepatnya saat Dika dan Nadira liburan tahun lalu.
Rekha yang sudah yakin jika Sulis tidak akan kembali pun pergi untuk menyiapkan makan malam yang hanya tinggal dua jam lagi.
" kha.. kamu mandi saja sana, biar bibi yang menyiapkan makan malam " ucap bi Lilis saat melihat Rekha yang sedang sibuk memasak makan malam untuk keluarga barunya.
" biar Rekha saja bi, bibi kerjakan saja yang lain " ucap Rekha yang terus mengolah apa yang sudah iya siapkan.
Dika mulai membuka mata kala sinar senja menerobos masuk melalui celah celah jendela kamarnya.
" pantas saja lapar, ternyata aku melewatkan makan siang " ucap Dika yang langsung turun setelah membersihkan diri terlebih dahulu.
" bi.. masak apa saya lapar " ucap Dika yang langsung duduk di meja makan tanpa melihat siapa yang sedang memasak.
" sebentar lagi mas saya sedang membuat rabeg ayam pedas " ucap Rekha yang memang tinggal mencoba rasa dari masakannya tanpa melihat ke arah Dika karena merasa telah lancang mengganti panggilan untuk Dika.
" coba ulang sekali lagi ..
✍️✍️✍️ kira kira Dika marah ngga yah Rekha mengganti panggilan tanpa seizin nya🤔🤔 dan keputusan apa yang akan di ambil Dika mengenai Sulis 🤔 semoga kamu tidak mendua..😒😒
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹