
Seperti janjinya pada Rekha dimana Dika akan menyelidiki siapa yang sudah berniat mencelakai Rekha, dan disini lah Dika berada setelah makan siang Dika sengaja datang kembali ke restoran yang semalam.
" bisa saya bertemu dengan manajer restoran sekarang ?" tanya Dika ke salah satu pramusaji yang ada di restoran tersebut.
" maaf ada perlu apa ya anda menemui saya ?" tanya seseorang yang ada di belakang Dika.
" mari kita bicara di kantor saya " ucap orang tersebut sambil berjalan lebih dulu di hadapan Dika.
Dika pun hanya mengikuti kemana orang tersebut berjalan yang ternyata ke sebuah ruangan yang berada di lantai dua restoran tersebut.
" bagaimana ? apa yang bisa saya bantu " ucap orang tersebut.
" saya ingin mengajukan keluhan atas keteledoran restoran yang anda kelola semalam " ucap Dika.
" maaf kalo boleh saya tau soal apa ya ?" tanya orang tersebut yang baru menyadari jika dirinya belum memperkenalkan diri.
" maaf kenalkan saya Nando manajer sekaligus pemilik di restoran ini " ucap orang tersebut yang ternyata bernama Nando.
" Dika pengunjung resto semalam " ucap Dika ikut memperkenalkan diri.
" begini " ucap Dika sambil membenarkan posisi duduknya.
" semalam saya dan istri saya makan malam di restoran ini dan ada yang terjadi pada istri saya setelah meminum minuman yang kami pesan " ucap Dika sambil mengeluarkan struk pembayaran makan malam nya di hadapan Nando.
Nando pun membaca apa yang di pesan oleh Dika yang jika di lihat dari menu makanan dan minuman tidak ada yang aneh dari pemesanan tersebut dan tentunya tidak akan menyebabkan mabuk.
" anda tau apa yang di rasakan istri saya ?" tanya Dika pada Nando yang sepertinya kebingungan dengan keluhan Dika.
" istri saya seperti telah meminum obat perang sang dosis tinggi dari minuman yang iya minum " ucap Dika penuh emosi, Nando yang baru kali ini menemukan kasus seperti ini pun menatap tak percaya dengan apa yang di ucapkan Dika padanya.
" jika memang anda masih tidak percaya, anda bisa cek cctv yang ada di dalam dan di luar restoran " ucap Dika.
Demi memastikan bahwa ucapan Dika memang benar adanya dan agar tidak ada lagi yang mengeluh dengan kasus yang sama Nando pun langsung mengecek cctv yang terjadi semalam.
" baik saya akan memanggil semua staf saya dan saya harap anda bisa bersabar menunggu hasilnya " ucap Nando yang memang terlihat jelas wajah Rekha yang memerah dengan bahasa tubuh yang terlihat jelas berada di bawah pengaruh obat.
Nando pun langsung keluar dari ruangan nya dan meminta semua staf karyawan untuk berkumpul terutama seseorang yang iya curigai karena dia yang membawakan pesanan Dika dan istrinya.
" kalian tau apa yang terjadi semalam hingga siang ini kita mendapatkan keluhan dari pelayanan yang kita berikan semalam " ucap Nando sambil menatap salah satu karyawan yang iya curiga mengetahui sesuatu.
__ADS_1
Orang yang di maksud Nando pun merasa jika manajer nya kini sedang memperhatikan dirinya.
" kalian lihat bapak ini ?" tunjuk Nando pada Dika yang kini sudah berdiri di samping Nando.
Wajah pelayan itu kini berubah pucat pasi saat menyadari jika apa yang di lakukannya semalam mungkin bisa membuat nya kehilangan pekerjaan nya.
" apa ada yang ingin mengakui sesuatu atau harus saya panggilkan polisi untuk menyelidiki kasus ini ?" gertak Nando yang ingin melihat tingkat kejujuran karyawan nya.
" saya tidak ada masalah dengan salah satu dari kalian, tapi mungkin orang yang menyuruh salah satu dari kalian yang berurusan dengan saya " ucap Dika sambil menatap pramusaji yang semalam membawakan pesanan nya.
" sa.. saya " ucap salah satu pramusaji yang memang sudah di perhatikan sejak awal baik oleh Dika maupun oleh Nando.
" maju " ucap Nando tegas, meski takut tapi orang tersebut tetap maju ke hadapan manajer nya.
" sebutkan nama mu " ucap Nando pada karyawan nya.
" Azis " ucap pelayan tersebut dengan wajah tertunduk.
" kamu tau apa yang sudah kamu lakukan semalam ?" tanya Nando langsung.
" saya hanya di pinta pelanggan lain untuk menambahkan sesuatu ke dalam minuman wanita yang bersama bapak ini " ucap Azis sambil menunjuk ke arah dika.
" kamu tau apa yang kamu masukan ke dalam minuman istri saya ?" tanya Dika penuh emosi bahkan sampai mencengkram kerah pakaian Azis.
Dika pun melepaskan cengkraman tangannya dari kerah pakaian Azis setelah mendengar apa yang di ucapkan Nando padanya.
Lain halnya dengan yang terjadi di apartemen Alex dimana kini mereka akan pergi ke rumah Sulis seperti apa yang di ucapkan Alex jika ingin meminta Sulis di hadapan orang tua Sulis.
" Lex.. kita ke rumah Dika dulu " ucap Sulis yang ingin melihat kondisi Rekha setelah meminum obat yang di siapkan Alex.
" untuk apa ? jika kamu ingin tau apa yang terjadi semalam nanti aku cari tau ?" ucap Alex yang hanya ingin segera menemui orang tua Sulis.
" antar aku atau kita tidak akan pergi menemui orang tua ku " ucap Sulis menekan Alex agar mau mengikuti semua keinginan nya.
" baik lah " ucap Alex mengalah karena tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa menikahi Sulis karena memang iya lah yang sudah merusak Sulis sejak awal hingga saat ini.
Dan di sinilah Sulis dan Alex berada, lebih tepatnya di depan rumah Dika yang memang terlihat sepi, Sulis pun turun dari mobil dan berjalan menuju rumah Dika di ikuti Alex dari belakang.
tok tok tok
__ADS_1
Sulis yang memang datang dengan baik baik agar Rekha tidak mencurigai dirinya jika ada yang terjadi akibat semalam.
" sebentar " ucap Rekha dari dalam rumah dan tak lama Rekha pun membuka pintu rumahnya bersama Dika.
" mba Sulis " Rekha tidak percaya jika di hadapan nya kini sudah ada Sulis dan laki-laki yang tidak Rekha kenal.
" Dika nya ada ?" tanya Sulis basa basi agar Rekha tidak mencurigai nya.
" mas Dika sedang keluar " ucap Rekha yang hanya mempersilahkan Sulis duduk di kursi teras rumahnya.
" apa kamu dan Dika baik baik saja ?" tanya Sulis yang tidak melihat adanya kejanggalan di tubuh dan wajah Rekha.
" Alhamdulillah.. saya dan mas Dika semakin dekat bahkan bisa di bilang ini bulan madu kami " ucap Rekha yang entah kenapa ingin berbicara seperti itu di hadapan Sulis.
" tapi semalam aku melihat kamu seperti orang mabuk " ucap Sulis memancing Rekha lebih jauh lagi.
degg
Rekha langsung menatap ke arah sulis dan juga laki laki yang dari tadi terus memperhatikan dirinya pun membuat Rekha mendadak tidak merasa nyaman.
" oh.. semalam ada seseorang yang seperti nya ingin berbuat jahat padaku dengan memberikan obat di minuman yang mas Dika pesan " ucap Rekha yang bisa menangkap perubahan di wajah Sulis yang memang terlihat jelas.
" dan kamu tau apa yang terjadi ?" tanya Rekha yang memang sengaja berbicara seperti itu karena curiga dengan Sulis dan juga tujuan nya datang ke rumah ini.
" berkat obat itu mas Dika jadi semakin tergila gila padaku.."
Brakkk
Sulis menggebrak meja yang ada di hadapannya karena merasa telah gagal menjebak Rekha.
" santai mba.. oh salah.. harus nya Rekha berterimakasih sama mba karena secara tidak langsung membantu Rekha agar lebih dekat dengan mas Dika.. "
Tanpa banyak bicara Sulis pun pergi meninggalkan Rekha yang hanya tersenyum tanpa ingin menghentikan kepergian Sulis yang di susul Alex di belakang nya..
" SIALLLL AWASSS KAU REKHAAAA
✍️✍️✍️🤭🤭🤭 niat mentertawakan malah di tertawaan kan 😂😂 semangat Rekha... hempaskan ulat bulu yang hendak mengganggu mu dan Dika.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹