Istri Pengganti Pilihan Istriku

Istri Pengganti Pilihan Istriku
Di Percepat


__ADS_3

Kembali pada saat dimana Dika sudah meminang Rekha dan kini mereka sudah kembali ke rumah Dika yang berada di kota.


" maksud Yasmin apa ?" tanya Rekha yang tidak mengerti maksud ucapan anak sambungnya.


" bunda lagi sakit kak " ucap Yasmin yang memang sudah di beri pengertian oleh Nadira jika mungkin usianya tidak lagi lama.


" sakit ?" Rekha teringat ucapan bibinya yang pernah bercerita jika memang nadira tengah sakit.


" kanker " ucap Yasmin yang terlihat jelas lebih dewasa dari usianya.


Rekha tidak tau harus seperti apa mendengar apa yang di sampaikan Yasmin tentang calon madu nya.


" dan bunda bilang jika usia bunda mungkin ngga lama lagi " ucap Yasmin yang kini sudah kembali memeluk Rekha.


Rekha hanya mengusap lembut punggung Yasmin agar bisa lebih tenang dan tak lama terdengar deru nafas Yasmin yang terdengar lebih teratur.


" jadi ibu alasan mba Nadira memintaku untuk menjadi istri dari suaminya " ucap Rekha yang masih mengusap punggung Yasmin.


Melihat sinar matahari yang sudah mulai berwarna jingga tanda siang yang sebentar lagi berubah malam, Rekha pun bangkit dari tempat tidur Yasmin menuju kamarnya yang masih menempati kamar asisten rumah tangga bersama bibinya.


" bi.. " ucap Rekha yang kini membiasakan memanggil bibi agar seperti permintaan Yasmin.


" apa sayang ?" tanya bi Lilis yang baru saja selesai mandi sore.


" apa bibi tau mba nadira sakit apa ?" tanya Rekha yang masih penasaran dengan penyakit yang di derita oleh Nadira.


" bibi ngga tau, yang bibi tau penyakit nya sudah parah " jawab bi Lilis sepengetahuan nya.


" sudah sana mandi sudah sore " ucap bi Lilis.


" kha.. apa kamu ikhlas dengan keputusan yang di ambil ibumu ? apa lagi saat tau syarat yang di ajukan pak Dika pada ibu kamu ?" tanya bi Lilis yang melihat Rekha yang seolah pasrah dengan nasibnya kini.


" entah lah bi.. Rekha sendiri masih belum percaya " ucap Rekha sambil memasuki kamar mandinya.


Bi Lilis kini sedang menyiapkan makan malam untuk majikannya yang sebentar lagi akan menjadi kerabatnya jika sampai Rekha benar benar menikah dengan pak Dika majikannya.


" bi.. Rekha mana ?" tanya Nadira yang semakin terlihat pucat.

__ADS_1


" ada apa mba ?" tanya Rekha yang baru saja selesai membersihkan diri bahkan wangi sabunnya saja masih tercium bahkan oleh Dika yang juga baru saja masuk ruang makan.


Sekilas Dika melihat kearah Rekha yang memang terlihat lebih segar dan terkesan sek si dengan rambut yang setengah basah yang di biarkan tergerai.


" sebaiknya keringkan rambut kamu dulu baru ikut makan malam " ucap Dika tapi matanya melihat menu makan malam yang sudah terhidang di meja makan.


Rekha yang merasa tersindir pun langsung berbalik menuju kamarnya dan bi Lilis untuk mengeringkan rambut dengan handuk dan kipas angin.


Nadira yang mendengar bentuk perhatian suaminya pada wanita lain pun berusaha tersenyum meski ada rasa cemburu dalam hatinya.


" bi.. tolong ambil hair dryer di kamar untuk di pakai Rekha agar bisa ikut bergabung makan malam " tanpa menunggu lama bi Lilis langsung mengambil pa yang di perintahkan majikannya dan memberikan nya pada Rekha yang masih berusaha mengeringkan rambutnya.


" sini bibi bantu " ucap bi Lilis yang sudah berada di belakang Rekha.


" kamu harus sabar menghadapi pak Dika " ucap Bu Lilis sedangkan Rekha hanya mengangguk karena mulai saat ini iya harus terbiasa dengan nada ketua suaminya.


" mas.. Nadira ingin mas menikah dengan Rekha besok malam ini " ucap Nadira yang sepertinya sudah merasa jika waktunya tak lama lagi.


" kenapa sayang ?" tanya Dika yang memang melihat wajah Nadira yang semakin pucat.


" ayo makan " ucap Nadira sambil menyiapkan makan malam untuk suaminya setelah melihat Rekha yang sudah kembali dengan bi Lilis.


" ayo kha.. bi lilis kita makan " ucap Nadira.


" mba sama pak Dika duluan saja saya sama bi Lilis nunggu Yasmin " ucap Rekha yang tak ingin mengganggu moment pak Dika dan Nadira.


Rekha pun memilih meninggalkan ruang makan menuju kamar Yasmin dan membangunkannya untuk makan malam terlebih dahulu.


" mas.. jangan tidur terlalu malam ya, Dira tunggu di kamar " bisik Nadira sambil mencium pipi suaminya setelah mereka selesai makan malam.


" sayang.. baru bangun ?' tanya Nadira saat melihat Yasmin yang malah sedangd i gendong oleh Rekha.


" Bun.. mau cium " ucap Yasmin tapi masih dalam gendongan Rekha, pemandangan itu pun tak luput dari perhatian Dika yang melihat keluarga kecilnya yang sebentar lagi akan kehilangan cahaya nya jika sampai Nadira pergi untuk selamanya.


Nadira pun langsung memeluk dan mencium setiap inci wajah putrinya meski dalam gendongan Rekha.


" jangan nakal ya.. nurut sama ayah sama mama Rekha nanti " ucap Nadira sambil mencium putrinya.

__ADS_1


Nadira pun melanjutkan langkahnya menuju kamarnya meski dengan tertatih karena tubuhnya yang semakin melemah dengan rasa sakit di bagian dadanya.


" ya tuhan ... izinkan hamba melayani suami hamba untuk terakhir kalinya sebelum ajal mu menjemput ku " ucap Nadira yang sudah berada di kamar dan kini sedang berias diri agar tidak terlihat pucat dan sedikit menarik di mata suaminya untuk terakhir kalinya.


" bi.. tolong temani Yasmin dulu, ada yang harus saya bicarakan dengan Rekha " setelah mengucapkan itu Dika pun menarik paksa tangan Rekha yang sudah selesai makan malam bersama Yasmin dan juga bi Lilis.


" apa apa pak ?" tanya Rekha saat Dika membawanya ke kamar tamu.


" Nadira menginginkan kita menikah besok malam " ucap Dika sambil membelakangi Rekha.


" dan saya harap kamu tidak menolah saat nanti Nadira memintanya " ucap Dika yang masih membelakangi Rekha seolah tidak perduli pada apa yang di rasakan Rekha tentang keputusannya.


" tapi jangan kamu pikir jika setelah kita menikah kamu bisa menggantikan posisi Nadira di hati saya " ucap Dika yang kini sudah berbalik menatap Rekha yang masih saja diam dengan wajah yang tertunduk.


" karena saya melakukan ini semua demi Nadira, demi kebahagiaan Nadira di akhir hayatnya " ucap Dika Diman Diki dirinya sudah duduk di atas tempat tidur kamar tamu.


" saya harap kamu tau diri dengan posisi Kamu di rumah ini " ucap Dika semakin tajam dalam berucap.


" karena cinta saya hanya untuk Nadira dan Yasmin "


Setelah mengucapkan itu Dika pun meninggalkan Rekha yang tidak menjawab bahkan membantah apapun yang di berikan Dika padanya, tapi beru saja Dika memegang handle pintu ucapan Rekha menghentikan langkahnya.


" tapi bagaimana jika bapak sendiri yang datang pada saya dan meminta hak bapak pada saya, apa saya harus menuruti atau saya boleh menolaknya ?" tanya Rekha yang tak ingin terus tertindas.


" percaya diri sekali kamu ? bahkan buah dada mu saja baru tumbuh mana bisa memuaskan dahaga saya " ucap Dika yang mungkin suatu saat kan termakan ucapannya sendiri.


" kamu berpikir seperti itu seolah kita akan benar benar menjadi sepasang suami-isteri " ucap Dika yang kini sudah berbalik menatap Rekha


" meski saya tidak pernah berpacaran tapi bagi saya pernikahan itu sesuatu yang sangat sakral dan bukan untuk di permainkan..


✍️✍️✍️ nah loh... beneran kuat kamu dik 🤭🤭 tadi aja liar Rekha abis keramas aja udah panas dingin 🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2