
Dika yang mendengar ucapan Rekha membuat hatinya tersentil karena secara tidak langsung dirinya dan Nadira sedang mempermainkan pernikahan dan perasaan Rekha demi kebahagiaan nadira.
Tapi Dika tetap melanjutkan langkahnya tanpa memberikan jawaban pada Rekha menuju kamarnya karena merasa jika Nadira sedang menunggunya.
" sayang.. " ucap Dika yang melihat cahaya kamar yang sengaja di buat temaram oleh Nadira.
" mas.. " Nadira melangkah ke arah suaminya yang terlihat mematung melihat kejutan yang sudah iya siapkan.
" Nadira ingin memberikan yang terbaik untuk mas malam ini " ucap Nadira yang sudah mengalungkan lengannya di pundak Dika dan tak lama Nadira mengecup sekilas bi bir suaminya yang begitu iya cintai.
" sayang.. bukan tadi sore sudah ?" tanya Dika yang heran dengan sikap Nadira.
" Nadira hanya ingin memberikan sesuatu yang spesial buat mas malam ini " ucap Nadira yang masih belum menyerah membujuk suaminya.
Nadira pun membuka satu persatu kancing kemeja Dika secara perlahan sambil mengecup setiap inci da da suaminya.
Dika yang merasa jika Nadira seolah sedang memberikan salam perpisahan pun berusaha mengikuti apa yang Nadira inginkan meski kini bulir air mata Dika menetes di sudut matanya.
" Nadira yakin jika malam ini Nadira akan bisa membuat mas merasa puas dengan pelayanan Nadira " ucap Nadira yang sudah menanggalkan pakaiannya hingga kini tubuh kurus Nadira terlihat jelas meski di sinari temaram lampu kamar.
Dika mengikuti alur yang Nadira inginkan bahkan dirinya harus berpura pura puas dengan apa yang di lakukan Nadira padanya karena merasa jika tubuh Nadira sudah mulai tidak baik baik saja.
" mas puas kan ?" tanya Nadira yang baru saja melihat Dika yang mendapat kan pelepasan menurutnya.
" Hem.. " ucap Dika yang langsung memeluk tubuh kurus istri tercintanya yang kini sedang berjuang dengan maut yang semakin mendekat.
" Nadira mau mandi dulu abis itu baru tidur " mendengar ucapan Nadira, Dika pun melepaskan pelukannya dan setelah Nadira turun, dirinya pun bergegas menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Nadira.
" mas mandiin ya " ucap Dika yang kini sudah menggendong Nadira, Nadira hanya mengangguk karena kini tubuhnya benar benar tidak bisa menahan rasa sakit yang semakin terasa kuat menusuk hatinya.
" terima kasih sudah menjadi suami yang baik untuk Nadira selama ini " ucap Nadira saat Dika sudah mulai memandikannya.
" terima kasih sudah menjadi teman dan sahabat yang baik bagi Nadira " ucap Nadira lagi.
" maaf belum bisa jadi istri yang baik dan sempurna untuk mas " ucap Nadira.
" titip Yasmin... "
" dan terima Rekha sebagai istri mas setelah dira tiada nanti " ucap Nadira sambil mengatur nafasnya yang mulai memburu.
__ADS_1
Melihat itu Dika langsung menggendong Nadira kembali menuju tempat tidur agar bisa iya letakan di atas tempat tidur.
" kamu harus kuat sayang " ucap Dika yang sudah berurai air mata.
" Dira sudah ngga kuat mas.." ucap Nadira dengan nafas yang mulai tersengal sengal.
" Dira tidak punya banyak waktu lagi " ucap Nadira bahkan kini kaki Nadira sudah mulai dingin.
" Rekha.." ucap Nadira yang sepertinya ingin bertemu Nadira.
Dika pun langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi bi Lilis agar Rekha datang ke kamarnya.
" bi.. suruh Rekha ke kamar saya sekarang " ucap Dika setelah sambungan nya di angkat oleh bi lilis.
" baik " jawab bi Lilis yang terdengar suara panik saat pak Dika menyuruh Rekha ke kamarnya.
" kha.. kamu di suruh datang ke kamar pak Dika " ucap bi Lilis sambil menuntun Rekha menuju kamar majikannya.
" tapi bibi temani ya " ucap Rekha yang entah kenapa merasa harus menjaga jarak dengan Dika agar hatinya tidak terluka.
" iya ayo " ucap bi Lilis yang memiliki firasat buruk.
Bi Lilis dan Rekha bergegas menuju kamar majikannya yang berada di lantai dua.
" kha.. " ucap Nadira saat melihat Rekha yang kini sudah berada diujung tempat tidur nya tepat di belakang suaminya.
Rekha pun berjalan mendekati Nadira bahkan Rekha di tarik paksa oleh Dika untuk duduk di hadapan nya meski harus membelakangi nya.
" mba titip Yasmin " ucap Nadira dengan suara yang terputus putus karena nafasnya yang semakin berat.
" pak cepat bawa mba Nadira ke rumah sakit " ucap Rekha sambil menggenggam tangan Nadira tapi wajahnya menatap laki laki yang tadi pagi sudah meminangnya.
Dika hanya bisa menunduk karena dari tadi iya sudah berusaha membujuk Nadira tapi Nadira terus menolak.
" kha... mba titip Yasmin " ucap Nadira sambil mencengkram erat tangan Rekha, Rekha yang merasa jika Nadira sedang menahan sakit pun langsung mengangguk dan menyanggupi apa yang di inginkan majikannya.
" mba tau jika kamu pasti bisa menyayangi Yasmin dan menjadi istri yang baik untuk mas Dika " ucap Nadira sambil mengulurkan tangan satunya untuk bisa meraih tangan Dika suaminya.
" mas harus menikah dengan Rekha demi Dira dan juga Yasmin " ucap Nadira yang terlihat semakin pucat.
__ADS_1
Dika hanya mengangguk setelah Nadira menyatukan tangannya dengan tangan Rekha yang sengaja iya letakan di dadanya.
Tak lama bi Lilis kembali ke kamar majikannya bersama dengan Yasmin agar bisa melihat bundanya untuk terakhir kalinya.
" sayang bundaaa.." ucap Nadira mencoba tersenyum ke arah putrinya yang sudah berlinang air mata di gendongan bi Lilis.
" Yasmin harus jadi anak yang pintar dan bisa menyatukan ayah dan mama Rekha ya.. " ucap Nadira sambil menarik napasnya begitu panjang dan dalam.
" mba.. mba harus kuat.. mba harus sembuh.." ucap Rekha yang tak kuat melihat wanita baik harus meregang nyawa di hadapannya.
Untuk pertama kalinya Dika memegang Rekha meski hanya bagian pundak belakang untuk menyadarkan Rekha jika Nadira sudah sampai pada waktunya.
" sayang.. " Dika merangkul pundak Rekha sambil memanggil sayang pada Nadira yang sudah semakin berat nafasnya.
" mas ikhlas jika kamu memang ingin pergi " ucap Dika yang sudah kembali meneteskan air matanya.
" mas akan menikah dengan Rekha seperti apa yang kamu inginkan dan kami akan menjaga Yasmin seperti mau mu " ucap Dika di ikuti anggukan dari Rekha yang juga menggenggam tangan Nadira.
Nadira pun menarik nafasnya begitu dalam sambil tersenyum ke arah semua yang ada di sana terlebih setelah mendengar janji suaminya dan tak lama Nadira mengembuskan nafas terakhir nya dalam keadaan tersenyum.
" BUNDAAAAA...
" mbaaaa.....
" sayangggggg....
" buuuuu....
Semuanya memanggil Nadira dengan panggilan nya masing masing setelah melihat mata Nadira yang tertutup sempurna.
Meski terasa berat Dika harus bisa mengikhlaskan istri tercintanya yang sudah meninggalkannya untuk selamanya.
Berita kematian Nadira pun menyebar dengan cepat di grup telpon keluarga Dika dan juga Nadira, hingga kabar kematian itu pun sampai di telinga adik sepupu Nadira yang sudah sangat lama menyukai Dika.
" akhirnya datang juga kesempatan ku untuk menggantikan posisi mu Nadira di hati Dika....
✍️✍️✍️ apakah pernikahan Dika dan Rekha akan terjadi ?🤔🤔 ataukah ada pertentangan dari keluarga besar Nadira 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹