
Dika sebenarnya sangat marah dengan orang yang sudah melakukan ini pada Rekha, tapi kini bukan saatnya menyelidiki orang yang berniat jahat pada Rekha tapi membantu Rekha agar terlepas dari pengaruh obat yang tentunya bisa merenggut nyawa Rekha jika tidak tersalurkan.
" mas... " Rekha yang mulai pucat di tambah keringat dingin yang mulai keluar membuat Dika khawatir dan tanpa berpikir panjang Dika dan Rekha pun melakukan di ruang tamu rumah Dika.
" mas.. ayo..lebih kenceng lagi " ucap Rekha semakin meracau saat Dika sedang memompa dirinya tapi semua tenaga Dika seolah kalah dengan kekuatan Rekha ditambah pengaruh obat yang membuat Rekha benar benar agresif dan bi nal.
" kenapa saat hilang kendali seperti ini kamu semakin tak terkendali " ucap Dika dalam hati, tapi jujur dalam hati Dika menyukai gaya bi nal Rekha yang sepertinya memberikan sensasi baru yang tak pernah iya rasakan sebelumnya.
Dan setelah satu jam lebih Dika berusaha menaklukan Rekha kini keduanya pun akhirnya mendapatkan pelepasan yang sangat luar biasa meski mereka hanya melakukan nya di ruang tamu.
" mas akan memberikan pelajaran yang tak kan pernah mereka pikirkan selama ini jika sampai mas bisa menemukan mereka " ucap Dika yang menggendong Rekha menuju kamarnya yang tak jauh dari tempat mereka melakukan aktivitas yang melelahkan tapi menyenangkan.
Dika pun meletakan Rekha di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuh polos Rekha dengan selimut tebal agar Rekha tidak kedinginan, Dika pun langsung beristirahat karena memang tubuhnya sangat lelah setelah menangani Rekha.
" Lex.. aku akan kembali ke rumah orang tuaku besok " ucap Sulis saat mereka sudah sampai di apartemen milik Alex yang Sulis tempat beberapa Minggu ini.
" baiklah " ucap Alex sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, meski hatinya tak merelakan Sulis pergi tapi iya sadar arti dirinya di hati Sulis.
" dan aku akan berusaha kembali mendekati Dika dan jika perlu aku akan menggunakan obat yang tadi kamu gunakan agar Dika luluh padaku " ucap Sulis tanpa memikirkan perasaan Alex.
" tidak bisa kah kamu melupakan Dika yang jelas jelas tidak mencintai kamu " ucap Alex yang masih merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya sedangkan Sulis sedangkan membersihkan sisa makeup yang tadi iya gunakan.
Sulis pun membalikan tubuhnya agar bisa melihat ke arah Alex yang juga sedang menatapnya.
" jujur aku nyaman di dekat mu tapi aku mencintai Dika dan aku ingin memilikinya bagaimana pun caranya " ucap Sulis yang sudah berbalik dan melanjutkan apa yang tadi iya kerjakan.
" aku akan berusaha membuat kamu cinta padaku " ucap Alex yang kini sudah berada dibelakang Sulis yang hanya menggunakan pakaian tidur berbahan satin tipis.
" apa kamu bisa memenuhi semua kebutuhannya ku ?" tanya Sulis yang menatap Alex lewat pantulan cermin yang ada di hadapannya.
__ADS_1
" bahkan aku bisa memenuhi semua yang kamu butuhkan selama ini " ucap Alex sambil memasukan tangannya kedalam bukit kembar Sulis yang tidak menggunakan penyangga.
" dan asal kamu jika kamu menikah dengan ku maka Dika tidak akan curiga dengan yang sudah kita lakukan tadi di restoran " ucap Alex yang kini sudah mencum bu leher Sulis.
" baik lah kita akan bertemu orang tua ku besok" ucap Sulis setelah memikirkan apa yang di ucapkan Alex tadi.
Alex yang benar benar mencintai Sulis pun merasa bahagia dengan jawaban yang di berikan Sulis padanya.
" aku janji akan selalu membahagiakan kamu selamanya " ucap Alex sambil mengecup kening Sulis.
" aku pegang semua yang kamu ucapkan " ucap Sulis yang memang bisa merasakan rasa cinta yang di berikan Alex padanya.
" ayo kita tidur " ucap Alex sambil menggendong Sulis menuju tempat tidur mereka.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dimana mentari pagi mulai menyinari celah jendela kamar Rekha yang membuat Rekha pun terbangun karenanya.
" auhhh " Rekha yang baru saja terbangun langsung merasakan tubuhnya yang sepertinya remuk dan membuat Dika ikut terjaga.
" mas... kenapa tubuh Rekha serasa remuk ya ? dan kenapa Rekha tidak menggunakan pakaian ?" tanya Rekha yang tidak bisa mengingat apa yang sudah di lakukannya semalam.
" yakin mau tau apa yang kamu lakukan semalam ?" tanya Dika yang merasa santai meski bangun siang sekali pun karena ini adalah hari Minggu.
" apa Rekha macam macam semalam ?" tanya Rekha sambil melihat kedalam selimut dan juga ke arah Dika yang juga tidak menggunakan pakaian.
" sangat..." ucap Dika sambil mendekatkan wajahnya di telinga Rekha.
" bahkan mas sampai kewalahan melayani kamu tadi malam " ucap Dika di telinga Rekha.
" tapi mas suka, kamu sungguh luar biasa jika sedang hilang kendali seperti semalam " bisik Dika lagi yang tentu saja membuat wajah Rekha bersemu merah.
__ADS_1
" sudah jangan terlalu di pikirkan, ayo mas bantu untuk mandi " ucap Dika sambil turun dari tempat tidur dengan tubuh yang tidak tertutup oleh apapun.
" mas.. pakai pakaian kamu dulu " ucap Rekha yang tak habis pikir dengan Dika yang kini benar benar berubah.
" kan kita mau mandi !! jadi kenapa harus memakai pakaian dulu jika nantinya di buka lagi " ucap Dika cuek sambil menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos Rekha yang memang sangat sintal.
" tapi nanti di sana sekali lagi ya " ucap dika setelah berhasil menggendong Rekha menuju kamar mandi mereka.
" dan mas akan tunjukan apa yang sudah kita lakukan semalam, seperti rela adegan " ucap Dika sambil menurunkan Rekha setelah sampai di kamar mandi.
Plakkk
Rekha memukul tangan dika yang terus saja membuat dirinya malu atas apa yang terjadi padanya semalam.
" engga.. mas hanya bercanda " ucap Dika yang memang hanya ingin menggoda Rekha, Dika benar benar memandikan Rekha meski Rekha terus menolak karena tak jarang Dika melakukan keisengan pad tubuh Rekha.
" mas.. kha jadi heran, kenapa kha bisa seperti itu ya semalam ?" tanya Rekha polos bahkan Rekha tidak menyadari jika dirinya sudah meminum obat perang sang yang di masukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
" biar mas yang urus, tapi mulai saat ini kamu harus lebih hati hati terlebih jika kamu membeli makanan di luar ok " ucap Dika dimana mereka kini sudah bersiap keluar dari kamar mereka.
" memang apa salah Rekha hingga ada orang yang tega melakukan ha itu pada Rekha " ucap Rekha sambil menghentikan langkahnya dan tentu saja membuat Dika jug menghentikan langkahnya.
" kamu ngga salah, mereka yang salah karena salah sudah berurusan dengan mas " ucap Dika yang kembali emosi saat mengingat peristiwa semalam.
Tak bisa Dika bayangkan jika orang tersebut memasukan obat itu saat Rekha tidak bersama dengannya.
" mas janji akan menemukan orang yang berniat mencelakai kamu ...
✍️✍️✍️ waduh... musibah membawa berkah 🤭🤭 semangat Dika untuk menguak siapa yang sudah mencoba mencelakai Rekha istrinya kini semakin bulat ..
__ADS_1
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹