
Rekha baru saja membuka mata dimana kini dirinya sedang duduk di sebuah ruangan yang memang terasa asing baginya.
" dimana ini ?" ucap Rekha yang mencoba menggerakkan tangan nya tapi ternyata tangannya di ikat ke belakang kursi yang iya duduki.
" ya tuhan, sebenarnya dia siapa ? Dan ada masalah apa dia hingga mencoba menyakiti ku " ucap Rekha mencoba bersikap tenang agar kandungan nya tidak dalam bahaya.
Tak lama pintu ruangan dimana Rekha di sekap terbuka yang tentu saja membuat Rekha penasaran siapa yang sudah membuat nya seperti ini.
" hai.. Rekha .. Kita bertemu lagi " ucap wanita yang tak asing bagi Rekha tapi Rekha lupa dimana iya pernah melihat dan mengenal wanita ini.
" apa kamu lupa siapa aku ?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Rissa, bahkan dengan penuh keangkuhan Rissa menarik kursi dan duduk di hadapan Rekha.
" aku Rissa, saudara jauh Nadira yang datang saat pemakaman Nadira dulu " ucap Rissa mengingatkan Rekha tentang pertemuan mereka.
" oh iya, aku ingat " ucap Rekha tersenyum kini mengerti kenapa dirinya bisa sampai seperti ini.
" jadi kamu masih belum menerima keputusan mas Dika yang lebih memilih saya dari pada kamu " ucap Rekha sengaja memancing Rissa.
" DIAMMM " Rissa merasa tersinggung dengan apa yang di sampaikan Rekha padanya, semakin sebenarnya apa yang di katakan Rekha memang benar adanya.
" kenapa ? Memang benar kan kalo mba masih belum bisa move on dari mas Dika yang sama sekali tidak melirik mba " ucap Rekha tapi tangannya dengan terampil berusaha membuka ikatan di tangannya yang ternyata tidak di ikat kencang.
" AKU BILANG DIAMMM " teriak Rissa sambil berdiri di hadapan Rekha.
" baiklah aku diam " ucap Rekha yang sebenarnya tangannya sudah berhasil terlepas dari tali yang mengikatnya tapi Rekha menunggu waktu yang pas untuk membalas apa yang sudah Rissa lakukan padanya.
" aku benci padamu " ucap Rissa sambil menunjuk wajah Rekha yang masih bisa tersenyum saat seperti itu.
" andai kamu tidak hadir di hidup Nadira dan Dika, belum tentu Dika akan menikah dengan kamu " ucap Rissa menyalahkan kehadiran Rekha di saat yang tidak tepat.
" oh sekarang aku mengerti, anda pikir jika saya tidak berada di sana dan mba nadira meninggal dunia maka mas Dika akan menikahi anda, begitu kan ?" tanya Rekha yang tanpa menunggu lama Rissa langsung mengangguk penuh percaya diri.
__ADS_1
" tapi saya sangat bersyukur mas Dika tidak menikahi wanita seperti anda yang tidak memiliki perasaan dan hanya memikirkan dirinya sendiri " ucap Rekha.
" ris.. berita kehilangan wanita itu sudah mulai tersebar " ucap Ciko yang tiba tiba masuk bahkan dengan wajah yang terlihat panik.
" lalu ? Apa kamu takut ?" tanya Rissa yang tak ingin gagal dua kali, bahkan jika dirinya harus kehilangan kebebasan nya untuk bisa memisahkan Rekha dari Dika.
" terserah " ucap Ciko yang tak tega melihat wanita hamil harus di ikat seperti itu hanya demi balas dendam yang tidak jelas penyebabnya.
Rekha yang melihat jika laki laki yang membantu Rissa adalah laki laki yang lemah dalam artian tak tega melihat dirinya membuat Rekha memasang wajah memelas dan tak lama akting Rekha pun membuahkan hasil.
" kita keluar saja, percuma kamu berbicara panjang lebar pada wanita itu " ucap Ciko sambil menarik tangan Rissa agar keluar dari sana.
Rekha menyisir setiap sudut ruangan setelah Ciko berhasil mengajak Rissa keluar dari sana, tak lama senyum Rekha pun terkembang dimana di belakang tempat nya duduk terikat ada sebuah jendela.
" sayang, kita harus kuat agar bisa keluar dari sini dan kita pasti bisa bertemu ayah lagi ok " ucap Rekha sambil membelai perutnya yang membuncit.
Rekha mulai berdiri dengan sangat berhati hati, hatinya merasa lega saat melihat dari jendela jika ada di dekat resort dimana suaminya berasa.
" mba.. Kenapa lewat sini ?" tanya pegawai resort yang tak sengaja melihat Rekha keluar dari kamar itu.
" saya terkunci dari dalam " ucap Rekha mencari alasan yang sangat logis dan berharap jika pegawai resort itu percaya padanya.
Setelah mengatakan itu Rekha segera berjalan menjauh untuk mencari jalan keluar agar bisa menemui suaminya atau setidaknya security yang bisa membantunya keluar dari sini.
" auhh " Rekha mengaduh kesakitan saat dirinya berjalan lebih cepat dari biasanya bahkan Rekha harus memegang perut bagian bawahnya yang terasa sangat sakit.
" auhhh.. Mas .. "
" ya tuhan tolong kuatkan kandungan hamba setidak nya sampai hamba bertemu dengan suami hamba " ucap Rekha sambil menahan rasa sakit yang terus terasa di perutnya.
Rekha terus berjalan meski harus tertatih menahan perutnya bahkan keringat Rekha sudah membanjiri wajah dan tubuhnya.
__ADS_1
" pak.. Tolong.. " ucap Rekha pada seorang security yang sedang berdiri di depan nya, dn tak lama tubuh Rekha pun limbung ke depan yang beruntung security itu sigap menangkap tubuh Rekha sebelum membentur lantai.
" nyonya " security itu mencoba menyadarkan Rekha dengan menepuk nepuk pipi Rekha tapi tanpa di duga dari sela sela kedua paha Rekha kini mengalir darah segar yang tentu saja membuat security itu semkin panik.
Dengan sigap beberapa security dan pegawai langsung membawa Rekha ke mobil operasional untuk segera membawa Rekha ke rumah sakit yang tak jauh dari sana.
Berita seorang wanita yang mendadak tak sadarkan diri di lobi resort pun tersebar dengan cepat, bahkan berita itu juga sampai ke telinga Dika yang terlihat sangat frustasi mencari Rekha yang hingga saat ini tidak ada kabar.
" pak.. Wanita yang tak sadarkan diri di resort tadi di bawa kemana ya ?" tanya Dika sangat berharap jika wanita itu benar benar Rekha istrinya.
" di rumah sakit cahaya kehidupan " ucap pegawai resort yang kebetulan mengantar Rekha ke sana.
" terima kasih " ucap Dika yang segera menuju ruang sakit yang baru saja di tunjukan pegawai tadi.
Rissa yang ingin melihat Rekha pun kembali memasuki kamar dimana Rekha di ikat di sana, tapi mata Rissa membulat sempurna saat Rekha tidak di temukan di sana.
" Ciko .. cikooo " teriak Rissa dari dalam kamar yang tentu saja membuat Ciko berlari ke arah Rissa saat ini.
" kamu bilang ini tempat paling aman untuk menyekap Rekha, mana buktinya " teriak Rissa saat Ciko sudah berada di hadapan nya
" dia berhasil kabur " ucap Rissa sambil menunjuk ke arah jendela,
Ciko hanya bisa menghela nafas melihat Rissa yang terus memancing emosinya bahkan Rissa terlihat sangat marah kehilangan Rekha.
" sudah lah... aku pergi, aku muak bersama wanita yang hanya di liputi iri dengki..
✍️✍️✍️ nah loh .. Ciko nya insyaf..🤭🤭
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹