
Dua bulan sebelum nya...
" Rekha...bangun !!! dasar anak malas, bukannya bangun pagi pagi cari kerja malah tidur saja " ucap ibu nya Rekha yang bisa di sebut Bu Sukma
" iya Bu.. Rekha bangun " ucap Rekha yang sudah terbiasa mendapatkan teriakan dari ibunya meski sebenarnya masih sangat pagi dirinya untuk melangkah keluar mencari pekerjaan.
" pagi ini antar goreng pisang ke rumah nin kamu, di sana ada mi Lilis yang baru pulang dari kota " ucap Bu Sukma sambil menuju pintu kamar anak gadisnya.
" mi Lilis pulang Bu ?" tanya Rekha berubah senang seolah ada secercah harapan untuknya mencari kerja di ibu kota.
" iya, makanya kamu tanya siapa tau ada lowongan pekerjaan buat kamu jadi ibu bisa sedikit santai sambil nunggu kiriman uang dari kamu " ucap Bu Sukma tanpa merasa bersalah.
Rekha yang sudah terbiasa dengan sikap ibunya pun mencoba memahami karena mungkin ibunya sudah cukup lelah menjadi tulang punggung untuk keluarga nya karena ayahnya yang hanya pekerja serabutan.
Rekha pun bersiap menuju kamar mandi yang ada di paling belakang rumahnya, sedangkan ibunya melanjutkan membuat aneka gorengan untuk di jual di depan rumah nanti.
" assalamualaikum nin.. mi Lilis... " ucap Rekha yang kini sudah berada di rumah neneknya yang tak jauh dari rumahnya sendiri.
" waalaikum sallam, aih ponakan mimi mani tos ageung pisan ( aih ponakan bibi sudah besar banget )" ucap bi Lilis yang langsung memeluk Rekha yang sudah iya anggap anaknya sendiri
" hayu atuh masuk, nin aya di dapur keur ngopi " ucap mi Lilis sambil menggandeng tangan Rekha menuju ibunya yang sedang meminum kopi pait kesukaan nya.
" nin.. ini pisang goreng dari ibu " ucap nin nya Rekha.
" tumben nganterin makanan buat nin " ucap nin yang merasa heran jika anaknya yang satu itu mengirim makanan nya, sedangkan Rekha hanya mengangkat bahu nya tanpa banyak menjelaskan.
" mi.. Rekha mau ikut kerja boleh " tanya Rekha yang langsung membuat nin dan mi Lilis langsung menghentikan kegiatan nya sambil melihat ke arah Rekha yang tiba tiba ingin ikut ke kota.
" kenapa memang ?" tanya mi Lilis yang tau jika ponakan nya sangat tidak menyukai kota besar.
" ibu mu yang nyuruh ? iya ? biar dia bisa ongkang ongkang kaki di rumah sambil nunggu uang gajian dari kamu ? " tanya nin Rekha yang sangat tau sikap anaknya yang satu ini
" iya bener itu kha ?" tanya mi Lilis yang sebenarnya di suruh mencari satu lagi pekerja untuk membantunya mengurus rumah majikannya.
Rekha yang tak biasa berbohong pun memilih menundukkan wajahnya tak berani menatap wajah nin sama.
__ADS_1
" ada sih tapi apa kamu yakin ?" tanya mi Lilis memastikan.
" yakin mi, Rekha sudah bosan dimarahi ibu terus tanpa alasan yang jelas " ucap Rekha.
" ok kalo gitu kamu bersiap ya, terus bawa pakaian seperlunya saja, jangan lupa bawa juga ijazah sekolah kamu siapa tau ada pekerjaan yang layak buat kamu jangan seperti Mimi " ucap mi Lilis yang sangat menyayangi Rekha.
" memang Mimi mau berangkat kapan ?" tanya Rekha yang tidak menyangka akan secepatnya pergi meninggalkan rumahnya.
" sore nanti, karena majikan mini baru saja menelpon dan minta mimi untuk segera pulang ke kota " ucap mi Lilis
Tak sulit untuk Bu Sukma mengijinkan Rekha untuk pergi, dan di sini lah rela dan juga mi Lilis dimana mereka sudah menaiki travel yang akan membawa mereka ke rumah majikan mi Lilis.
Hanya butuh dua jam perjalanan mi Lilis dan Rekha kini sudah sampai di rumah majikan mi Lilis yang menurut Rekha sangat lah besar.
" ye... bi Lilis sudah pulang " ucap Yasmin yang memang sedang bermain di teras rumah bersama kedua orang tuanya.
" malam pak, Bu " ucap mi Lilis mengangguk sedangkan Rekha hanya menunduk malu bertemu majikan bibinya.
" malam bi Lilis, itu yang di belakang bibi siapa ?" tanya majikan perempuan bi Lilis yang bernama Nadira.
" ponakan saya Bu yang akan ikut kerja di sini, tapi dia sebenarnya anak yang pintar hanya saja karena kurangnya biaya jadi Rekha tidak bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah " jelas mi Lilis.
" salam kenal juga Rekha, kenalkan saya Nadira dan ini suami saya Dika Atmaja " ucap Nadira sambil menyenggol tangan suaminya yang masih asik dengan tablet di tangannya.
" ajak Rekha masuk bi, kalian pasti lelah " ucap Bu Nadira yang memang terlihat sangat baik bahkan menyambut hangat kehadiran Rekha di rumahnya.
" mas.. seperti nya Nadira sudah punya calon untuk menjadi istri kedua mas " ucap Nadira setelah melihat bi Lilis dan Rekha pergi.
" siapa ?" tanya Dika yang mulai menebak jika calon yang di maksud adalah wanita yang baru saja datang bersama asisten rumah tangga nya.
" Rekha " ucap Nadira yakin.
" kamu ngga serius kan sayang?" tanya Dika yang tak percaya dengan jalan pikiran istrinya yang memintanya untuk menikah lagi.
" Nadira serius mas, bahkan Nadira yakin jika Rekha kelak akan jadi istri yang sangat bisa mas andalkan dan banggakan " ucap Nadira sambil menggenggam tangan suaminya.
__ADS_1
" entah lah, mas masih harus memikirkan semuanya " ucap Dika yang sedikit marah pada istrinya bahkan Dika berlalu begitu saja di hadapan Nadira untuk menuju kamarnya yang ada di lantai dua rumahnya.
" mi.. kayaknya pak Dika ngga suka sama kehadiran Rekha di rumah ini " ucap Rekha yang masih memikirkan sikap yang di tunjukan majikan laki laki bibinya.
" pak Dika memang seperti itu, tapi aslinya baik kok " ucap bi lilis yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di kamarnya yang ada di paling belakang rumah Dika.
" sudah istirahat, jangan terlalu di pikirkan " ucap mi Lilis yang sudah memejamkan matanya setelah mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
" Rekha mau ambil minum dulu mi haus " ucap Rekha yang memang terasa sangat haus.
" tau kan dapurnya dimana ?" tanya bi Lilis yang sudah ngantuk berat.
" iya " ucap Rekha singkat sambil meninggalkan kamar bibinya menuju dapur yang letaknya sedikit jauh dari kamar asisten rumah tangga.
" mudah mudahan siang aku bisa keluar untuk cari kerja " ucap Rekha yang merasa tak nyaman setelah melihat sika dingin majikan laki laki bibi nya.
" memang kamu lulusan apa sampai berharap dapat pekerjaan yang lain selain jadi asisten rumah tangga ?" tanya suara bariton yang baru saja di dengar Rekha.
degg
Rekha tidak percaya jika suara majikan bibinya bisa menggetarkan hatinya tapi bukan getaran cinta atau apalah itu, tapi lebih kepada getaran rasa takut dan segan.
" SMA dengan nilai terbaik se-kabupaten " ucap Rekha sambil menunduk.
" memang kamu tidak mendapatkan beasiswa dari pemerintah ?" tanya Dika sambil berlalu meninggalkan Rekha tanpa menunggu jawaban dari orang yang iya tanya.
" aneh... " ucap Rekha pelan
" siapa yang kamu sebut aneh... dasar tidak sopan ...
✍️✍️✍️ Sebenarnya apa yang terjadi pada Nadira sehingga meminta suaminya Dika untuk menikah lagi 🤔🤔
hai hai hai... dukung terus ya cerita receh R-kha biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍🌹