
Rekha yang baru saja sadar langsung menata ke arah Dika yang masih menggenggam tangannya.
" euhhh.. pak .. Dika " ucap Rekha dengan suara yang terbata.
" ya.. mas di sini " ucap Dika sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Rekha.
" mas baik baik saja kan " ucap Rekha yang masih mengkhawatirkan suaminya meski sebenarnya dirinya yang terluka.
" mas baik baik saja " ucap Dika sambil menatap wajah Rekha yang terlihat pucat karena kehilangan banyak darah akibat tusukan yang di alaminya.
" syukur lah " ucap Rekha yang kembali memejamkan matanya karena luka itu kini mulai terasa sakit kembali.
" apa ada yang sakit ?" tanya bi Lilis yang mengerti jika ponakan nya sering memendam rasa sakit yang iya rasakan.
Rekha hanya tersenyum sambil membuka sedikit matanya,
" Rekha hanya lemas.. " ucap Rekha yang kini benar benar memejamkan matanya.
Pak Bram dan Bu suci baru saja memasuki ruang rawat Rekha, langsung berjalan ke arah Rekha yang sudah memejamkan matanya.
" masih belum sadar ?" tanya Bu suci yang sudah berada di samping Rekha.
" sudah Bu, tapi mungkin karena kehilangan banyak darah Rekha jadi lemas dan sekarang sedang tertidur " ucap Dika yang memberikan kursinya untuk Bu suci.
" Sulis mengadu pada orang tuanya dan menghasut mereka tentang ayah yang mengurungnya " ucap pak Bram saat dirinya sudah duduk bersama dengan Dika.
" Dika serahkan pada ayah bagaimana baiknya saja " ucap Dika yang hany ingin fokus pada kondisi Rekha saat ini.
Semua yang ada di ruang rawat Rekha pun tenggelam dalam pikiran nya masing masing, hingga ucapan Dika menyadarkan semuanya jika malam semakin larut
" maaf.. bukannya Dika mengusir ayah atau ibu " ucap dika yang merasa kasihan jika orang tuanya terlebih Yasmin.
" sebaiknya ayah ibu pulang, Dika titip Yasmin yah " ucap Dika yang tak tega membiarkan Yasmin tidur di rumah sakit bagaimana pun mewahnya sebuah kamar rumah sakit.
" kamu benar, ayo bi kita pulang " ucap Bu suci sambil berjalan di ikuti bi Lilis yang menggendong Yasmin sedangkan pak Bram yang terakhir keluar.
" jangan sia siakan wanita tulus seperti Rekha" ucap pak Bram mengingatkan putranya karena mungkin tidak banyak seorang wanita ya g mau berkorban untuk orang yang belum mencintai nya.
" iya yah Dika tau " ucap Dika yang langsung mendapat tepukan di pundak nya dari sang ayah.
__ADS_1
" dan ayah harap ayah bisa benar benar menimang cucu yang darimu " ucap pak Bram.
" Yasmin juga cucu ayah " ucap Dika yang paham maksud dari ucapan ayahnya
" ayah tau " ucap pak Bram sambil berjalan meninggalkan Dika yang harus menjaga Rekha.
Setelah semuanya pergi meninggalkan ruangan Rekha, Dika pun mengecek kondisi Rekha yang sudah mulai memerah kulitnya tidak seperti tadi yang terlihat sangat pucat.
" terima kasih sudah berkorban untuk mas " ucap Dika sambil menggenggam tangan Rekha yang masih memejamkan matanya.
" semua istri pasti kan melakukan apa yang Rekha lakukan demi melindungi suami mereka " ucap Rekha yang baru saja membuka mata saat merasa Dika yang menggenggam tangannya.
" kamu sudah sadar " tanya Dika yang hanya ingin memastikan kondisi Rekha baik baik saja..
" seperti yang bapak lihat " ucap Rekha yang baru menyadari jika dirinya hanya berdua dengan Dika suami yang baru pagi tadi menikahinya.
" cukup sekali kamu berkorban untuk mas " ucap Dika yang kini tatapannya sudah berubah serius.
" kenapa ? " tanya Rekha penasaran.
" apa mas ngga suka dengan apa yang Rekha lakukan ?" tanya Rekha yang sudah memulai menitikkan air mata nya.
" bukan itu maksud mas " ucap Dika setelah dirinya menarik kursi agar bisa duduk di dekat Rekha.
" lalu " ucap Rekha yang menghapus air mata nya sendiri.
" mas hanya tidak ingin kamu terluka hanya karena mas " ucap Dika.
" cukup sekali mas kehilangan istri mas " ucap Dika yang sudah menggenggam tangan Rekha.
" dan mas tidak ingin kembali kehilangan istri mas " ucap Dika.
" mari kita belajar saling mengenal pribadi masing masing " ucap Dika yang langsung mendapat tatapan instens dari Rekha.
" baik lah " ucap Rekha sedih karena Dika hanya ingin mengenalnya saja, Dika yang melihat wajah sedih Rekha pun tersenyum dan paham alasan di balik wajah sedih Rekha.
" kamu tau peribahasa witing tresno jalaran Soko kilino " ucap Dika tapi saat rekha paham arti peribahasa itu pun langsung tertunduk malu.
" biarkan semuanya mengalir seperti apa adanya " ucap Dika sambil membenarkan selimut yang di gunakan Rekha.
__ADS_1
" iya Rekha paham " ucap Rekha.
" sebaiknya mas istirahat " ucap Rekha yang melihat wajah Dika yang terlihat mengantuk.
" mas akan tidur setelah kamu tidur " ucap Dika yang mencoba menahan kantuk nya.
" mas tidur dimana ?" tanya Rekha yang masih mengkhawatirkan suaminya.
" di sofa saja " ucap Dika sambil menunjuk ke arah sofa yang ada di sudut ruangan Rekha.
Rekha yang tak tega melihat Dika yang masih menahan kantuknya pun memilih pura pura tertidur agar Dika bisa memejamkan matanya.
Malam ini Dika dan Rekha lewati dengan tidur di rumah sakit tidak seperti pengantin baru pada umumnya, dimana mereka menghabiskan malam panjang dengan mengarungi lautan naf su yang membara.
Tapi malam ini Dika dan Rekha malah menghabiskan malam di rumah sakit, hingga akhirnya Rekha benar benar tertidur setelah memastikan jika Dika sudah tertidur pulas.
" mba .. bantu Rekha untuk selalu membuat mas Dika bahagia " ucap Rekha dalam hati sambil membayangkan wajah Nadira.
Lain halnya di sebuah rumah, dimana mereka saat ini sedang Meng khawatirkan Sulis yang masih di sekap oleh orang tua Dika pikir mereka.
" mas.. kita harus menolong sulis" ucap Bu Mira pada suaminya yang sedang mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Sulis.
" ayah yakin jika Bram tidak akan melakukan apapun pada putri kita " ucap Agam.
" tapi yah, ibu ngga bisa tenang sebelum melihat Sulis putri kita " ucap Bu Mira yang terus mencoba menghasut suaminya.
" lalu menurut ibu apa yang harus ayah lakukan ?" tanya pak Agam yang paham dengan watak istrinya.
" kita harus datang ke sana dan membebaskan Sulis malam ini juga " ucap Bu Mira.
" lalu bagaimana jika Sulis melakukan kesalahan fatal di rumah Dika ?" ucap pak Agam yang tidak suka pada istrinya yang terus membela Sulis apapun yang terjadi terlepas dari benar atau salah apa yang di lakukan Sulis.
" jadi ayah akan membiarkan Sulis seperti itu jika benar Sulis melakukan kesalahan, iya ?" ucap Bu Mira yang terus berusaha merubah pemikiran suaminya.
✍️✍️✍️ apa pak Agam akan membela Sulis sekalipun Sulis bersalah ?🤔🤔 karena di dunia ini masih banyak orang tua yang akan membela anaknya mti matian sekalipun anak nya bersalah...
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹