
Sulis tak percaya jika Rekha ternyata bisa menebak maksud kedatangannya ke rumah Dika bahkan Rekha dengan sengaja membalikan keadaan dengan mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dirinya lakukan semalam.
" sudah lah sayang " ucap Alex sambil mengusap punggung tangan Sulis yang terlihat masih marah pada apa yang sudah Rekha katakan.
" ngga !! aku ngga terima aku akan benar benar menghancurkan mereka terutama Rekha " ucap Sulis yang masih menatap Rekha yang masih berdiri di teras rumah sedangkan Sulis sudah berada di dalam mobil Alex.
" tenang lah, aku akan selalu membantu dan akan selalu melakukan apa yang kamu inginkan " ucap Alex yang hanya ingin membuat Sulis tenang tapi Alex tidak menyadari ucapannya itu suatu saat akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
" ok.. akan ku pegang kata katamu " ucap Sulis yang kini sudah memasang setbelt sambil melihat ke arah Alex.
" ayo kita pergi, jika aku lebih lama saja di sini aku tidak menjamin jika wanita itu masih tetap hidup " ucap Sulis lagi, Alex pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah Dika menuju rumah Sulis dan berharap orang tua Sulis juga mau menerima dirinya sebagai calon suami untuk Sulis.
Tak lama setelah kepergian Sulis dan Alex dari rumah Dika kini Dika pun sampai bahkan ada beberapa makanan yang sengaja iya beli untuk Rekha yang memang iya tidak izin memasak untuk beberapa hari ini sampai Yasmin pulang dari Bali.
" mas.. kamu sudah pulang?" tanya Rekha yang baru saja menutup pintu
akhirnya kembali membuka pintu saat mendengar deru mobil Dika.
" kenapa ? kangen ya ?" tanya Dika sambil merangkul pinggang Rekha memasuki rumahnya.
" iya.. " jawab Rekha pelan tapi masih terdengar oleh Dika.
" wah seperti nya apa yang di inginkan Yasmin akan segera terwujud " ucap Dika dengan senyum penuh misteri yang tidak di sadari oleh Rekha.
" memang apa yang di inginkan Yasmin " ucap Rekha yang penasaran dengan apa yang di sampaikan Dika.
" Yasmin ingin seorang adik " ucap Dika di telinga Rekha bahkan Dika sengaja menghembuskan nafasnya di belakang telinga Rekha.
" masss " tanpa sadar suara laknat meluncur begitu saja dari mulut Rekha saat merasakan hembusan nafas di tengkuk leher nya.
" mas baru tau jika kamu itu sangat sensitif " ucap Dika yang kini sudah memeluk Rekha yang tiba tiba saja ingin melakukan sesuatu siang ini.
__ADS_1
Mungkin ada yang berfikir jika Rekha wanita terlalu mudah menyerahkan diri tanpa adanya rasa cinta dari suaminya, tapi Rekha hany ingin menjadi seorang istri yang bisa memberikan yang terbaik untuk suaminya dan berharap kelak suaminya akan mencintai nya seperti Dika mencintai Nadira.
" mas bawa apa ?" tanya Rekha mengalihkan pikiran Dika yang ingin kembali memakannya.
" mas bawa makan siang di restoran tempat kita makan malam dulu " ucap Dika sontak saja membuat Rekha menatap penuh curiga pada suaminya.
" jadi mas sudah menyelidiki semuanya ?" tanya Rekha sambil mengambil makanan yang Dika letakan di atas meja menuju ruang makan.
" sudah " ucap Dika sambil duduk di ruang mkan tapi matanya terus menatap ke arah Rekha yang terlihat semakin cantik.
" lalu ? apa mas sudah tau siapa orang yang ingin mencelakai Rekha ?" tanya Rekha yang hanya ingin Dika sendiri yang menceritakan semuanya sebelum iya menceritakan kedatangan Sulis dan seorang laki laki yang tidak diketahui namanya.
" mas ngga yakin tapi menurut ciri ciri pelayan resto seperti mengarah ke Sulis " ucap Dika sambil memperhatikan Rekha yang sedang menyiapkan makan siang untuknya.
" ya sudah jangan di bahas lagi, ayo kita makan saja " ucap Rekha saat melihat perubahan emosi pada suaminya.
Mereka berdua pun makan dengan lahap dan sesekali Dika menyuapi Rekha yang masih malu mau jika di perlakukan manis seperti itu, Rekha mulai membereskan sisa makanannya setelah mereka berdua selesai makan.
" mas.. ada yang ingin Rekha bicarakan " ucap Rekha setelah mereka berdua berada di ruang keluarga dimana Dika Menyadarkan kepalanya di pangkuan Dika.
" ah iya maaf " ucap Dika saat menyadari jika dirinya sedang bersama dengan Rekha.
" mas kenapa ?" tanya Rekha saat menyadari suaminya yang seperti sedang melamun.
" maaf... tapi mas teringat Nadira jika sedang di posisi seperti ini " ucap Dika sambil menenggelamkan wajahnya di perut Rekha.
Jujur masih jelas dalam ingatan Dika tentang semua kenangan nya bersama Nadira istri yang begitu iya cintai, meski Dika berusaha mencintai Rekha seperti apa yang iya ucapkan pada ayahnya tapi semuanya tidak semudah yang di bayangkan.
" mas.. menangis lah jika itu bisa membuat kamu lega " ucap Rekha sambil membelai rambut Dika yang masih menyembunyikan wajahnya di perut Rekha.
Rekha sadar jika suaminya masih sering teringat pada mendiang istrinya yang baru satu bulan meninggalkan nya, dan Rekha sama sekali tidak cemburu dengan itu bahkan Rekha bangga karena Dika mau jujur akan hal itu.
__ADS_1
" sayang... mas minta maaf karena berbicara seperti itu padamu " ucap Dika setelah berhasil menguasai diri, Rekha pun tersenyum sambil menghapus jejak air mata di wajah Dika bahkan tanpa rasa malu untuk pertama kalinya Rekha mencium kening Dika penuh rasa sayang.
" kha sama sekali tidak keberatan ataupun tersinggung " ucap Rekha sambil menggenggam tangan Dika.
" bahkan Rekha bangga karena mas tidak melupakan mba Nadira yang telah pergi meninggalkan kita " ucap Rekha tulus.
Mendengar jawaban Rekha reflek Dika memeluk Rekha yang berfikir jauh lebih dewasa dari usianya.
" jadi mas jangan khawatir dan jangan segan jik ingin menceritakan kenangan mas dengan mba Nadira " ucap Rekha yakin.
" terima kasih sayang.. " Dika pun mencium kening Rekha dan langsung memeluknya erat.
" tidak salah nadira memilih kamu untuk menemani mas di sisa umur mas " ucap Dika sambi menggenggam tangan Rekha.
" dan mas juga yakin jika kamu juga anak menjadi ibu yang baik untuk anak anak kita kelak " ucap Dika sambil mencium tangan Rekha.
" ibu Yasmin juga " ucap Rekha meralat ucapan Dika.
" ya ibu Yasmin juga " ucap Dika yang masih belum mau membicarakan tentang asal usul Yasmin pada Nadira .
" lebih baik mas tidur saja mumpung libur " ucap Rekha sambil menarik Dika agar kembali tertidur di atas pangkuan nya.
" mas mau tidur di kamar biar bisa peluk kamu " ucap Dika sambil menarik tangan Rekha menuju kamarnya yang tak jauh dari tempat mereka berada.
" sayang... apa kamu benar benar tidak cemburu jika mas bercerita tentang Nadira ?" tanya Dika setelah mereka berdua berada di dalam kamar bahkan Dika kini tengah memeluk Rekha yang tertidur di sampingnya.
" cemburu sih... tapi..
✍️✍️✍️ tapi apa ya kira kira ?? 🤔🤔 dan bagaimana reaksi Dika jika tau memang Sulis yang mencoba mencelakai Rekha bahkan dengan berani Sulis datang ke rumahnya saat dirinya tidak ada di rumah..
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹