
Sungguh Rekha merasa sangat bahagia mendengar apa yang di ucapkan Dika, jujur ini bukan lah tempat yang romantis untuk mengungkapkan semua itu, tapi suasana romantis itu sangat terasa terlebih saat Rekha baru saja menjalani operasi Caesar putranya.
" oh iya, ayah ibu Yasmin dan bi Lilis akan segera terbang ke sini untuk melihat anggota baru di rumah kita " ucap Dika sambil turun dari atas tempat tidur agar Rekha bisa lebih nyaman.
" maaf, karena Rekha kalian semua menjadi repot " ucap Rekha yang merasa bersalah.
" jangan pernah berpikir seperti itu, kamu itu menantu kesayangan mereka, jadi untuk mereka tidak akan merasa di repot kan jika ini menyangkut menantu dan cucu mereka " ucap Dika sambil membelai pipi Rekha yang terlihat pucat.
" oh iya, mas sudah liat anak anak kita ? Apa mas tau jenis kelamin mereka ?" tanya Rekha yang belum mengetahui jenis kelamin anak yang baru saja iya lahirkan.
" kita punya dua jagoan yang akan selalu menjaga dan melindungi kamu dari orang orang yang ingin menyakiti kamu " ucap Dika yang merasa ini waktu yang pas untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kemarin malam dan memastikan kecurigaannya.
" sayang .. Apa yang sebenarnya terjadi kemarin ?" Rekha menatap wajah suaminya sebelum menjawab pertanyaan Dika.
" Rissa " satu nama itu sudah bisa menjelaskan apa yang telah terjadi pada Rekha kemarin malam tanpa harus Rekha jelaskan secara detail.
" apa dia menyakitimu ? Atau mencoba menyakiti anak kita ?" tanya Dika yang akan memberikan balasan yang setimpal jika Rissa berani menyentuh anak anaknya.
Rekha tersenyum mendengar kekhawatiran yang terlihat jelas di mata Dika suaminya, tapi Rekha langsung menggeleng karena memang Rissa tidak melakukan kekerasan apapun baik padanya atau pada kandungan nya.
" mba Rissa hanyalah salah satu wanita yang mencintai mas dan karena tak bisa mendapat mas jadi dia ingin memisahkan kita " ucap Rekha menjelaskan apa yang pernah Rissa ucapkan padanya dulu.
Tak lama perawat membawa anak anak Rekha, dan untuk pertama kalinya Rekha dan Dika bisa melihat wajah putra mereka yang lebih mirip pada Dika dari pada Rekha.
" halo sayang.. Assalamualaikum " ucap Dika saat melihat putranya untuk pertama kalinya sebelum memberikan salah satu putranya pada Rekha untuk di susui pertama kalinya.
" mas.. Apa mas sudah menyiapkan nama untuk mereka ?" tanya rekha sambil belajar menyusui di bantu perawat wanita.
" belum ada yang pas, tapi untuk panggilan mas sudah punya " ucap Dika sambil melihat ke salah satu putra yang berada dalam dekapan nya.
__ADS_1
" siapa ?" tanya Rekha penasaran nama apa yang akan pakai sehari hari.
" Zayn dan zayden " ucap Dika tanpa memberitahu kepanjangan dari kedua putranya.
" apa ayah dan ibu tau nama yang mas berikan untuk anak kita ?" tanya Rekha yang memikirkan perasaan orang tua Dika yang mungkin saja ingin memberikan nama untuk cucu nya.
" belum, sudah jangan terlalu banyak berpikir.. Lebih baik kamu istirahat saja " ucap Dika yang mengerti apa yang di pikirkan Rekha.
Dika yang sedang melihat putranya yang sengaja iya minta untuk lebih lama berada di ruangan ini pun terharu dengan apa yang ada di hadapannya
" mulai saat ini kalian harus bisa menjadi pelindung untuk ibu dan kak Yasmin " ucap Dika sambil membelai kepala kedua putranya yang sudah terlelap dalam box bayi.
" Zayn Al Ghifari dan zayden Al Ghazali " bisik Dika pada kedua putranya yang langsung terusik mendengar ayah mereka yang sudah menyematkan nama untuk mereka.
Bu suci dan semuanya yang baru saja tiba di bandara Ngurah Rai Bali pun langsung menuju rumah sakit diman Rekha masih mendapatkan perawatan karena operasi Caesar nya.
" tunggu saja di situ, biar Dika yang jemput " ucap Dika sambil meletakan handphone nya di atas nakas samping ranjang rumah sakit dimana Rekha masih tertidur.
Tanpa Dika sadari saat Dika sudah memasuki lift rumah sakit untuk menjemput orang tuanya dan juga Yasmin, seseorang memasuki ruang rawat Rekha tanpa Rekha sadari karena memang Rekha masih terlelap.
' sudah cukup kamu lolos dari ku tapi tidak kali ini " ucap Rissa yang sudah gelap mata dan ingin melenyapkan Rekha yang masih memejamkan matanya.
Rissa mulai mendekati Rekha dan bersiap untuk mencekik Rekha tapi siapa sangka saat tangan Rissa masih di atas leher Rekha, mata Rekha tiba tiba saja terbuka yang tentu saja di barengi dengan teriakan rekha spontan sambil memegang tangan Rissa yang sudah menguasai lehernya.
" mba.. Lepas.. Tolong.. " ucap Rekha dengan suara yang tersendat sendat karena pasokan udara yang mulai berkurang.
" tidak.. Cukup kemarin aku berbaik hati padamu, tapi tidak kali ini " ucap Rissa sambil terus mengencangkan Cengkraman di leher Rekha.
" mba .. Mas Dika ada di sini dan dia tidak akan membiarkan mba arrhhh" ucap Rekha yang tak bisa melanjutkan ucapannya karena selain mencekik Rissa juga menekan bekas luka operasi yang baru saja iya jalani.
__ADS_1
" KHAAA " Dika yang baru saja membuka pintu ruangan Rekha di kejutkan dengan apa yang di lihatnya dimana seseorang sedang berusaha menghabisi istrinya.
Rissa yang mendengar suara Dika pun reflek melihat ke arah Dika yang sedang berjalan ke arahnya.
" JANGAN MENDEKAT " ucap Rissa semakin menekan leher Rekha yang masih iya kuasai
Pak Bram yang melihat jika Rekha bisa saja kehabisan nafas karena cara Rissa menekan leher Rekha membuat pak Bram melakukan gerakan cepat yang tidak pernah terduga oleh Rissa bahkan Dika sekalipun.
Bruggg auhhh
Rissa yang mendapat serangan dadakan dari pak Bram membuat dia kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh ke belakang.
" jika kamu tidak ingin di lukai maka jangan pernah melukai orang lain, terlebih itu menantuku " ucap pak Bram dengan tatapan sinis lain halnya dengan Dika yang langsung menghampiri Rekha dan memberikan Rekha minum agar Rekha menjadi lebih tenang.
Tak lama security rumah sakit pun datang dan langsung membawa Rissa untuk di proses karena telah melakukan percobaan pembunuhan pada salah satu pasien rumah sakit.
" sayang.. Kamu ngga papa ?" tanya Bu suci yang langsung memeluk Rekha dan merasa lega karena mereka dtng di saat yang tepat.
" kha ngga papa Bu " ucap rekha setelah mereka melepaskan pelukannya dan langsung memeluk yasmin yang beberapa hari tidak bertemu.
" Yasmin ngga kangen sama ibu " ucap rekha setelah Yasmin duduk di pinggir tempat tidur nya, Yasmin hanya bisa menggeleng sambil kembali memeluk Rekha.
" jangan pernah pergi jauh dari Yasmin lagi
✍️✍️✍️ happy reading... Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1