Istri Pengganti Pilihan Istriku

Istri Pengganti Pilihan Istriku
Heart to heart


__ADS_3

" bi.. Rekha mana ?" tanya Dika yang baru saja keluar dari kamar orang tuanya.


" di kamar tamu, saya mau menemani Yasmin tidur " Dika hanya mengangguk dan pergi menuju kamar dimana Rekha berada.


Tok tok tok...


Dika membuka pelan pintu kamar Rekha.


" mas..." Rekha berbalik sambil menutup kedua aset yang hanya tertutup kaca mata kuda.


" maaf mas ngga sengaja masuk " ucap Dika kembali menutup pintu kamar setelah tak sengaja melihat Rekha yang hanya menggunakan kaca mata kuda setelah membersihkan diri.


Ceklek..


" mas.. " reka yang sudah berpakaian pun langsung membuka pintu kamarnya tapi Rekha masih berdiri di depan pintu dengan wajah yang tertunduk malu.


" maaf, mas tidak tau jika kamu sedang berganti pakaian " ucap Dika yang masih merasa tidak enak pada Rekha.


" rekha yang minta maaf karena tidak mengunci pintu saat Rekha dalam posisi seperti itu " ucap Rekha.


" oh iya ada apa mas ?" tanya Rekha yang tak ingin terus membahas masalah tadi.


" bisa kita bicara sebentar ?" tanya Dika


" tapi mas mohon bicaranya di dalam saja " ucap Dika sambil matanya mengarah ke dalam kamar dimana Rekha memilih tidur di sana.


Tanpa banyak bicara Rekha langsung memberi jalan agar Dika bisa memasuki kamarnya, Dika pun memasuki kamar Rekha dan mendudukkan diri di pinggir tempat tidur Rekha tapi Rekha masih berdiri di depan pintu dengan pintu yang belum tertutup sempurna.


" tutup pintunya dan duduk di sini " ucap Dika sambil menepuk nepuk tempat tidur di samping nya.


Meski ragu Rekha tetap mengikuti apa yang di perintahkan Dika padanya, bahkan Rekha pun memberi jarak saat dirinya duduk di dekat Dika.


" mas tau kamu belum nyaman berada di dekat mas " ucap Dika yang membiarkan Rekha berada di posisinya.


" dan mas juga masih harus membiasakan kehadiran kamu yang kini sudah jadi istri mas" ucap Dika apa adanya.


" tapi mas sadar jika kita sama sama dewasa dimana kita sebagai pasangan suami istri sangat lah wajar bila kita tidur bersama " Rekha langsung menatap ke arah Dika yang memang dari tadi menatap padanya.

__ADS_1


" tapi mas tidak ingin memanfaatkan keadaan kita hanya demi kepuasan nafsu semata " ucap Dika yang berusaha memilah bahas yang pas yang tidak menyinggung perasaan Rekha.


" terlebih ini adalah pengalaman pertama Rekha jadi mas hanya ingin kita melakukan hal itu di saat kita benar benar sudah terpaut hati satu sama lain " ucap Dika.


Satu tetes air mata mengalir di pipi Rekha saat mendengar apa yang di sampaikan Dika padanya.


" hei.. kenapa ?" tanya Dika sambil menghapus air mata yang masih menetes di sudut mata Rekha, tapi Rekha hanya menggeleng tanpa mengatakan apapun.


" maaf jika apa yang mas ucapkan menyinggung perasaan kamu " ucap Dika sambil menggenggam tangan Rekha untuk pertama kalinya.


" bukan itu " ucap Rekha yang kini sudah mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya yang meski usianya jauh lebih tua dari Rekha tapi tak mengurangi ketampanan yang di miliki Dika.


" lalu ?" tanya Dika yang belum paham kenapa Rekha menangis.


" Rekha hanya merasa terharu karena mas masih memikirkan kebahagiaan Rekha bukan hanya kebutuhan nafsu semata " ucap Rekha dengan wajah yang bersemu merah.


Dika pun tersenyum mendengar apa yang di ucapkan rekha, dan tak lama tangan Dika terulur mengangkat dagu Rekha yang kembali menunduk.


" tapi meski kita tidak akan melakukan itu sekarang, mas harap kamu ngga keberatan jika kita tidur dalam kamar yang sama dan juga tempat tidur yang sama "


" dan jika kamu memang ingin kita tidur di kamar ini maka biar lah mas yang ikut disini " ucap Dika yang bangkit dari duduknya.


" tidurlah, mas akan membersihkan diri baru setelah itu mas balik lagi ke kamar ini " ucap Dika sambil mengusap puncak kepala Rekha.


" mas.. " panggilan Rekha tentu saja membuat Dika kembali menghentikan langkahnya yang sedikit lagi sampai di pintu kamar Rekha.


" apa mas yakin akan bisa menahan itu semua sampai rasa itu tumbuh di hati mas " ucap Rekha yang sedikit tau jika laki laki yang sudah merasakan nikmatnya surga dunia.


" mas akan berusaha sekuat yang mas mampu, tapi untuk peluk dan cium tidak harus menunggu cinta kita hadir " ucap Dika sambil mengedipkan sebelah matanya


Lain halnya dengan Sulis yang kini bersiap pergi menuju luar kota di temani kedua orang tuanya menuju sebuah bandara.


" apa harus Sulis pergi dari sini ? " tanya Sulis yang masih tidak ingin pergi dari kota kelahiran nya.


" kamu tidak akan selamanya di sana " ucap pak Agam yang sebenarnya mengkhawatirkan putrinya yang akan jauh darinya dalam beberapa hari kedepan.


" anggap saja ini liburan sayang " ucap Bu Mira yang juga mengkhawatirkan putrinya.

__ADS_1


" setelah ini kamu harus membalas setiap penghinaan yang mereka berikan pada kita " ucap Bu Mira.


" baik lah Bu, yah.. Sulis pergi " ucap Sulis yang tak ingin ibu dan ayahnya mengantar sampai ke dalam bandara.


" kamu ngga ingin kami menemanimu sampai ke dalam ?" tanya pak Agam yang baru saja menepikan mobilnya di parkiran bandara.


" tidak usah yah " ucap Sulis sambil turun lalu mengambil koper yang ada di bagasi mobil ayahnya.


" dahhh " Sulis melambaikan tangan nya sebelum pergi meninggalkan orang tuanya.


Setelah melihat Sulis yang memasuki pintu bandara, pak Agam dan Bu Mira pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah mereka, sedangkan Sulis yang melihat mobil orang tua yang menjauh pun kembali keluar dari bandara.


" maaf yah.. Bu .. Sulis tidak bisa keluar kota " ucap Sulis yang sudah memasuki mobil temannya yang memang sengaja Sulis minta untuk menjemputnya.


" makasih Lex sudah mau menjemput " ucap Sulis pada temannya Alex.


" tak masalah " ucap Alex yang sudah melajukan mobilnya menuju apartemen tempat nya tinggal.


" Lex ... apa apartemen ini aman ?" tanya Sulis yang tak ingi Dika dan orang tua nya tau jika dirinya tidak pergi keluar kota.


" aman selama kamu tidak berkeliaran terlalu jauh dari apartemen baby " ucap Alex sambil mencubit dagu Sulis penuh sayang.


" kamu tau kan bagaimana sayangnya aku padamu " ucap Alex yang menjadi laki laki yang selalu bisa di andalkan meski Sulis tidak pernah mengerti perasaannya yang Sebenarnya.


" aku tau " ucap Sulis yang kini memilih memejamkan matanya dan membiarkan Alex mengemudikan mobilnya menuju apartemen Alex.


' kapan kamu akan membalas setiap perasaan yang aku punya Lis.. ' gumam Alex sambil menatap sekilas ke arah Sulis.


" jangan terus memandangiku karena aku akan tetap mencintai Dika sampai kapanpun..


✍️✍️✍️ hadehhh ada yang wanita tak tau malu seperti itu 😒😒


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2