
Dika tidak menyangka jika Sulis bisa senekad itu demi untuk bisa bersamanya tapi tak lama tatapannya beralih pada Rekha yang sudah bersimbah darah menghalangi dirinya agar tidak terkena tusukan yg sengaja Sulis arahkan pada Dika.
" kha .. kamu harus kuat " ucap Dika yang langsung meraih tubuh kecil istrinya untuk bisa mendapatkan penanganan medis, sedangkan Sulis tidak percaya jika Rekha malah menjadikan dirinya sebagai tameng untuk menjaga Dika dari serangannya.
" kak... " Yasmin yang melihat dengan jelas penusukan tersebut pun kini terduduk seperti mengalami trauma dalam dirinya.
" bi.. tolong jaga Yasmin " ucap bu suci dimana kini dirinya sudah berada dilantai dua.
Sedangkan pak Bram langsung meringkus Sulis yang baru menyadari apa yang sudah iya lakukan pada Dika yang berdampak pada Rekha.
" kamu tidak mencintai Dika " ucap pak Bram sambil memegang tangan Sulis yang iya satukan di belakang punggungnya.
" kamu hanya terobsesi pada Dika " ucap pak Bram sambil menarik kasar Sulis menuju kamar tamu dan menguncinya dari luar.
" kek ..ayo kita susul ayah " ucap Yasmin yang sangat mengkhawatirkan ibu barunya yang rela mengorbankan dirinya demi ayahnya.
" Yasmin baik baik saja ?" tanya pak Bram yang tak tega melihat Yasmin yang masih menangis dalam pelukan bi lilis.
" saya mau ikut pak, jika memang bapak mau ke rumah sakit " ucap bi lilis yang sangat mengkhawatirkan Rania.
" tunggu informasi dari Dika dulu " ucap pak Bram yang juga mengkhawatirkan keadaan Rekha.
Sudah lebih dari setengah jam belum ada kabar dari Dika, akhirnya pak Bram pun mencoba menghubungi Dika melalui handphone nya.
" halo dik, kamu dimana nak ?" tanya pak Bram yang melihat Yasmin yang masih menangis dalam pelukan bi Lilis.
" Dika baru saja sampai di rumah sakit yah " ucap Dika duduk di samping ibunya yang menemani dirinya untuk menjaga Rekha.
" ayah sama Yasmin ke rumah sakit sekarang" ucap pak Bram yang tak tega melihat cucunya.
" Sulis dimana ayah ?" tanya Dika yang tak ingin Sulis kabur dan tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya.
" sudah ayah kurung di kamar tamu " ucap pak Bram sambil mengambil kunci mobil di ikuti bi Lilis yang sedang menggendong Yasmin.
" ayah berangkat, kamu kirim alamat rumah sakitnya saja " ucap pak Bram yang baru saja mengunci rumah putranya.
" ya sudah hati hati " ucap Dika yang mengerti jika Yasmin ingin melihat keadaan Rekha.
__ADS_1
Pak Bram pun melajukan mobilnya sedangkan bi Lilis dan Yasmin hanya diam dalam mobil, meski masih terdengar suara isakan dari mulut Yasmin.
" ibu tak menyangka jika Sulis bisa senekad itu " ucap bu suci yang sangat merasa bersalah.
" ibu ngga salah " ucap Dika yang tak ingin ibunya semakin merasa bersalah.
" kita tidak tau dalamnya hati manusia, terkadang orang yang terlihat baik belum tentu baik " ucap Dika
" dan dan orang yang terlihat jahat belum tentu jahat " ucap Dika sambil bangkit dari duduknya saat melihat pintu ruang tindakan baru saja terbuka.
" keluarga pasien ?" ucap dokter yang menangani Rekha.
" saya suaminya dok " ucap Dika dengan penuh keyakinan.
" Bu Rekha sudah melewati masa kritisnya, meski tadi kami sempat kehilangan nya tapi usahanya untuk sadar sangat lah besar " ucap dokter sedangkan Dika yang mendengar pun mencoba menguatkan apa yang akan di jelaskan dokter yang menangani Rekha.
" dan beruntung luka tusuknya tidak sampai melukai organ vital yang ada dalam tubuh Rekha "
Dika yang mendengar penjelasan dokter pun kini benar bener lega mendengar keadaan Rekha.
" apa saya bisa melihat nya " ucap Dika yang ingin melihat kondisi Rekha.
" sabar..yang penting Rekha baik-baik saja " ucap Bu suci yang mengerti kekhawatiran putranya.
Dika pun mengikuti apa yang di sampaikan ibunya dan tak lama pak Bram dan juga Yasmin yang di gendong Bi Lilis.
" bagaimana kondisi Rekha ?" tanya pak Bram saat sampai di hadapan Dika.
" Rekha sudah melewati masa kritisnya tinggal menunggu perawat memindahkan Rekha menuju ruang rawat inap " ucap Bu suci menjelaskan pada suaminya.
Sedang menunggu Rekha di pindahkan ke ruang rawat ina, handphone Bu suci pun berdering.
Drrrtt drrrtt
Bu suci menatap sekilas ke arah Dika dan suaminya, tapi tak lama Bu suci mengangkat sambungan telepon nya yang ternyata dari kedua orang tua Sulis.
" halo ci.. " ucap orang yang menghubungi Bu suci yang ternyata ibu nya Sulis yang bernama Mira.
__ADS_1
" iy mir " ucap Bu suci yang langsung mendapat tatapan tajam dari suaminya yang tau jika yang menghubungi istrinya adalah ibunya Sulis.
" apa benar Sulis di kurung oleh suami kamu ?" tanya Bu Mira langsung.
Pak Bram yang mendengar itu pun langsung merebut handphone nya yang masih di genggam Bu suci.
" ya.. aku yang mengurung Sulis di kamar tamu " ucap pak Bram tanpa rasa takut sudah melakukan itu pada Sulis.
" lepaskan Sulis kalo tidak kami akan melaporkan kalian dengan tuduhan penyekapan " ucap Bu Mira yang hanya mendengar apa yang di sampaikan putrinya lewat sambungan telepon nya.
" kalian yakin akan melaporkan kami ?" tanya pak Bram yang masih tak gentar menghadapi keluarga Sulis.
" kita bicarakan besok di kantor polisi biar kalian semua tau apa yang sudah anak kalian lakukan " ucap pak Bram sambil menutup sambungan telepon nya.
" ayo yah.. Rekha sudah di pindahkan ke ruang rawat " ucap Bu suci yang tak ingin membantah suaminya.
Dika Yasmin dan bi Lilis yang sudah lebih dulu memasuki kamar rawat Rekha pun merasa lega saat melihat Rekha yang mampu bertahan melewati masa kritisnya.
" apa bi lilis masih akan pergi meninggalkan Rekha bersama saya dan juga Yasmin ? " ucap Dika yang sudah duduk di dekat Rekha yang masih belum sadarkan diri.
" Rekha akan selalu membutuhkan bi Lilis " ucap Dika sambil menatap wajah Rekha yang terlihat masih pucat.
" dan saya yakin jika Rekha pasti senang saat tau bi lilis masih bersama nya " ucap Dika yang kini sudah menatap bi Lilis sedangkan Yasmin ikut merebahkan tubuh nya di samping Rekha yang terbebas dari selang infus dan juga bekas luka tusuk.
" maaf.. tapi saya yakin jika bapak bisa menjaga Rekha keponakan saya " ucap bi Lilis yang sudah membulatkan tekadnya.
" saya hanya akan menunggu sampai Rekha benar benar pulih baru setelah itu saya pulang kampung" ucap bi Lilis yang tak ingin mengecewakan ibunya di kampung.
" say harap bapak bisa menjaga dan mencintai Rekha seperti bapak menjaga dan mencintai Bu Nadira hingga akhir hayatnya "
" saya... tidak bisa berjanji.. tapi saya akan berusaha " ucap Dika yang sudah berani menggenggam tangan Rekha yang masih belum sadarkan diri.
" euuhh... pak..Dika....
✍️✍️✍️ hadeh... belum apa apa sudah berkorban.. gimana kalo udah cinta.. apakah pengorbanan Rekha akan sia sia ataukah akan berbuah manis.. 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹