
Dika sadar jika sikapnya pada Rekha masih sangat jauh dibanding sikapnya pada mendiang Nadira, tapi mendengar panggilan mas dari Rekha membuatnya sadar jika memang harus ada perubahan panggilan antara dirinya dan Rekha.
" coba ulang sekarang lagi " ucap Dika yang hanya ingin memastikan jika yang iya dengar memang yang benar bukan salah mendengar.
" maaf.. sebentar lagi pak saya belum selesai masaknya " ucap Rekha yang berfikir jika Dika marah dengan panggilan yang iya berikan.
" tidak bukan itu yang tadi kamu bilang " ucap Dika yang kini sudah berada di samping Rekha.
" maaf pak.. tadi saya sudah lancang memanggil bapak dengan panggilan mas " ucap Rekha menunduk.
" iya lah kamu itu sudah sangat lancang memanggil dika dengan panggilan mas " ucap Sulis yang sedari tadi ada di sana.
" harusnya kamu tau batasan kamu yang tadinya hanya seorang asisten rumah tangga" ucap Sulis kasar.
Rekha menatap sekilas ke arah suaminya dan tak lama pandangan nya tertuju pada Sulis yang kini berpakaian sangat minim bahkan pakaian yang iya pakai lebih mirip pakaian tidur.
" lebih tidak tau batasan mana dengan anda yang memakai pakaian yang sangat tidak pantas di rumah laki laki yang bukan muhrim anda " ucap Rekha yang merasa kurang nyaman dengan kelakuan Sulis.
" apa mas keberatan dengan panggilan yang saya berikan untuk mas " ucap Rekha yang merasa jika dirinya berhak menggantikan panggilan untuk Dika.
" ngga, mas ngga keberatan " ucap Dika yang langsung merangkul pinggang Rekha tepat di hadapan Sulis.
" dan buat kamu, sebaiknya kamu berpakaian yang lebih sopan saat berada di rumah saya "
" dan jika tidak ingin mengikuti peraturan saya sebaiknya kamu keluar dari rumah saya " ucap Dika tegas yang juga merasa tidak nyaman dengan pakaian yang di gunakan Sulis.
" bukannya kaum lelaki menyukai wanita yang berpakaian seperti ku " ucap Sulis yang berjalan mendekati Dika yang masih merangkul pinggang Rekha.
" dan aku yakin jika Rekha berpakaian seperti ku itu tidak akan membuat kamu tertarik atau ber naf su " ucap Sulis yang semakin berani berdiri di hadapan Dika bahkan belahan dada nya terlihat jelas oleh Dika.
" ya.. mba benar.. " ucap Rekha yang menggeser tubuh Dika karena tak rela Dika melihat yang bukan haknya.
__ADS_1
" tapi apa yang saya miliki belum pernah di lihat atau di sentuh siapapun selain saya dan tentunya suami saya nanti " ucap Rekha sedangkan Dika yang mendengar itu tersenyum bangga tanpa iya sadar mendengar jika kelak dirinya lah yang akan memulai semuanya pada Rekha.
" dan yang pasti punya saya orisinil " ucap Rekha sambil tersenyum bangga.
" ASLIIII..." ucap Rekha sambil menarik Dika menuju meja makan meninggalkan Sulis yang merah padam mendengar ucapan Rekha.
" bener belum ada yang pegang " bisik Dika saat dirinya berada di belakang Rekha.
bluuss wajah Rekha memerah menahan malu atas apa yang baru saja iya dengar bahkan bulu Roma di pundaknya pun ikut berdiri karena hembusan nafas Dika yang menera pundaknya.
Sedangkan dika yang melihat reaksi tubuh Rekha pun yakin jika Rekha memang wanita yang masih sangat lugu dan bisa menjaga dirinya.
" Dika benar, sebaiknya kamu ganti pakaian mu yang lebih sopan " ucap Bu suci ta g juga merasa tidak suka melihat pakaian yang di gunakan Sulis.
" ih.. Kuno.. " ucap Sulis sambil menghentakkan kakinya meninggalkan ruang makan karena tidak ada yang mendukung pakaian yang iya gunakan.
" apa ibu mas mau Dika menikahi wanita seperti itu ?" tanya Dika dimana kini ayah dan ibunya sudah duduk menunggu Rekha dan bi Lilis menyiapkan makan malamnya.
Bahkan Rekha dapat melakukan kewajiban nya dengan baik dengan menyiapkan makan malam dan mengambil makanan untuk Dika dan juga Yasmin, dan kini mereka pun mulai makan malam dengan tenang bahkan bi Lilis untuk pertama kalinya ikut makan bersama.
Sedangkan Yasmin di temani bi Lilis untuk tidur malam agar Yasmin tidak mendengar obrolan orang dewasa.
" maaf sudah menekan kamu untuk menikahi Sulis tanpa mengetahui bagaimana sikap dan perilaku nya " ucap Bu suci.
" tapi ayah tidak setuju jika kamu tetap menikahi Sulis " ucap pak Bram yang masih memperhatikan Rekha yang terlihat sangat tenang.
" menurut ayah Rekha jauh lebih baik di banding Sulis " ucapan pak Bram membuat Rekha mengangkat wajahnya dan pandangan nya bertemu dengan pandangan Dika yang memang dari tadi menatapnya dimana kini Rekha sedang menghidangkan teh hangat untuk menemani mereka semua berbincang.
" meski ayah yakin di antara kalian belum ada cinta, tapi tidak akan sulit buat kamu mencintai wanita baik seperti Rekha " ucap pak Bram.
" kok om bilang gitu sih " ucap Sulis yang dari tadi seolah di asingkan dalam pembicaraan Dika dan orang tua nya.
__ADS_1
" lalu bagaimana dengan Sulis yang sudah mencintai Dika lebih dulu, bahkan di saat Nadira masih ada Sulis sudah mencintai Dika" ucap Sulis seperti wanita yang tidak tau malu.
" kalo memang Dika tidak mau menceraikan Rekha, Sulis ngga masalah kok jadi yang kedua " ucap Sulis yang memang sangat mencintai Dika.
" tapi aku tidak ingin memadu siapapun " ucap Dika yang tak habis pikir dengan jalan pikiran Sulis yang dengan mudahnya mau jadi yang kedua.
" tapi Rekha mau jadi yang kedua buat kamu " ucap Sulis membalikan pernyataan Dika.
" bahkan kamu pernah bilang jika kamu meminang Rekha saat Nadira masih ada " ucap Sulis yang tak mau kalah.
" lalu apa salahnya jika kamu juga menikahiku" ucap Sulis sambil berusaha mendekati tempat duduk dika.
Dengan cepat Dika menarik Rekha untuk bisa dekat dengannya agar Sulis tidak bisa menjangkaunya, tapi karena tarikan Dika yang terlalu kencang membuat Rekha limbung dan terduduk di pangkuan Dika.
" turun... " ucap Sulis yang tak terima Rekha duduk di pangkuan Dika, sedangkan Rekha sangat malu dengan insiden yang terjadi dengan Dika meski sebenarnya tanpa di sengaja.
Grepp
Dika malah memeluk erat pinggang Rekha di hadapan orang tuanya bahkan di hadapan Sulis.
" dik.. kamu ini apa apaan ?" tanya Sulis yang sangat tidak suka melihat Dika yang kini memeluk Rekha.
" kenapa ? bahkan jika aku mencium Rekha pun itu suatu hal yang lumrah dan halal ku lakukan " ucap Dika sambil mencium pipi Rekha yang masih berada di pangkuan Dika bahkan Bu suci dan pak Bram malah tertunduk malu dengan apa yang di lakukan anak dan menantunya.
" sebaiknya kamu bawa Rekha ke kamar jangan melakukan nya di depan kami.." ucap pak Bram.
" ngga ... ngga boleh.. kamu ngga boleh melakukan itu...
✍️✍️✍️ cinta boleh ngemis cinta jangan.. semoga Sulis segera di berikan hidayah 🤭🤭 dan apa Dika benar benar akan melakukan itu malam ini pada Rekha ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹