
" ada apa Bu..Dika ngga bisa lama lama " ucap Dika yang kini sudah berada di hadapan ayah dan ibunya di ruang keluarga.
" duduk " ucap pak Bram dengan isyarat dari sorot matanya, tanpa banyak bicara kini Dika sudah duduk di hadapan orang tuanya.
" ayah dan ibu akan membawa yasmin dan bi Lilis berlibur ke Bali " ucap Bu suci,
Mendengar apa yang di ucapkan Bu suci membuat Dika menatap penuh curiga pada kedua orang tuanya terlebih pada ayahnya yang memang kurang menyukai liburan.
" katakan saja apa tujuan ayah dan ibu sebenarnya ?" tanya Dika yang merasa itu hanya alasan orang tuanya agar dirinya dan Rekha bisa lebih dekat.
" kami tidak memiliki maksud apapun " ucap pak Bram angkat bicara agar Dika percaya jika memang tidak ada yang direncanakan oleh mereka.
" dan ayah juga tidak akan ikut campur apapun masalah kamu dan Rekha " ucap pak Bram so cuek.
" tapi satu yang ayah pinta sama kamu, sebelum kamu berpisah dengan Rekha kamu harus pastikan jika Rekha sudah benar benar sembuh dari luka yang iya dapat saat melindungi kamu " ucap pak Bram.
" dan kamu juga harus bisa membuat Rekha mandiri dalam hidup, jika perlu kuliah kan Rekha agar rekha bisa berdiri sendiri setelah lepas dari kamu " ucap pak Bram.
" hanya itu yang ayah dan ibu pinta dari kamu, dan ayah yakin kamu laki laki yang penuh dengan tanggung jawab dan bijak sana " ucap pak Bram yang kini sudah bersiap meninggalkan anak dan istrinya.
" tapi yah.. akan butuh waktu jika Rekha kuliah dulu baru Dika menceraikan Rekha " ucap Dika yang tak menyetujui apa yang di inginkan ayahnya.
" lalu katakan alasan kenapa kamu ingin melepaskan Rekha ? wanita yang baru beberapa hari menikah dengan mu tapi sudah rela berkorban untuk hidup mu " ucap Bu suci yang kesal dengan pemikiran Dika.
" Dika hanya tidak ingin menghalangi dua orang yang saling mencintai demi menepati janjinya pada Nadira " ucap Dika yang memang masih berpikir jika Rekha mencintai satria.
" apa kamu yakin jika Rekha mencintai laki-laki lain?"
" atau mungkin kamu sendiri yang masih enggan membuka hati kamu untuk Rekha " ucap pak Bram tepat sasaran.
Dika hanya mengangguk karena memang bukan semata mata berpikir Rekha mencintai satria, tapi memang dirinya yang masih enggan membuka hati untuk wanita lain.
" ayah dan ibu tidak meminta kamu untuk melupakan Nadira, bahkan mungkin Rekha juga tidak meminta kmu melupakan Nadira " ucap Bu suci yang mengerti betapa cintanya Dika pada mendiang istrinya.
" tapi hidup harus tetap berjalan dan kamu juga harus bisa melanjutkan hidup dengan menjalani pernikahan ini dengan Rekha secara serius " ucap Bu suci menasehati putranya.
" dan ibu juga yakin jika Nadira akan sedih melihat kamu menyia nyiakan wanita baik seperti Rekha " ucap Bu suci.
__ADS_1
Kini semuanya hening tanpa ingin mengatakan apapun lagi terlebih bu suci dan pak Bram,tapi tak berapa lama Dika pun bangkit dan pergi meninggalkan kedua orang tua nya tanpa mengatakan apapun.
" anakmu keras kepala " ucap pak Bram sambil merangkul pundak Bu suci.
" anak kita.." ucap bu suci sambil mencubit pinggang suaminya.
Dika pun kini sedang melajukan mobilnya menuju kantor, tapi sungguh pikiran nya benar benar bercabang terlebih ucapan ibunya memang benar jika hidup harus berjalan dan mungkin Nadira pasti akan sedih melihat dirinya seperti ini.
Ckkkiiiiiitttt
Brrakkk
Mobil Dika pun menabrak pembatas jalan karena Dika yang kurang konsentrasi membuat kening Dika membentur kaca depan karena Dika yang tidak menggunakan setbelt.
" ahh ya tuhan kenapa aku ini " ucap Dika yang masih tersadar setelah kecelakaan itu.
tok tok tok
" bapak ngga papa ?' tanya seseorang dari luar kaca mobil Dika, Dika pun menurunkan kaca mobil nya dan ternyata yang mengetuk kaca pintu mobilnya adalah satria.
" saya tidak apa apa terima kasih " ucap Dika sambil menyandarkan kepalanya yang tiba tiba saja berputar.
" saya antar ke rumah sakit " ucap satria yang benar benar tulus ingin membantu Dika.
" tidak perlu terima kasih " ucap Dika menolak.
" kalo bapak mau kita bisa cafe sana agar bapak tidak terlalu syok setelah kecelakaan tadi " ucap satria dan ternyata Dika Langsung membuka pintu dan mengikuti satria sudah mulai berjalan setelah melihat Dika yang setuju dengan usulan nya.
" kopi !! teh !! " tanya satria saat sudah sampai di dalam cafe.
" teh Hijau " ucap Dika tanpa banyak bicara, Dika pun langsung menghubungi orang kantor jika dirinya mengalami kecelakaan jadi akan telat untuk datang.
Satria pun memesan dua minuman dn juga beberapa camilan ringan untuk mereka berdua.
" saya tau mungkin setelah pertemuan kita di cafe dulu membuat hubungan anda dan Rekha menjadi renggang " tebak satria setelah menyimpulkan suka Rekha kemarin.
" tapi yang harus bapak tau, jika Rekha sudah memilih sesuatu maka iya akan menjaga dan memperjuangkan nya dengan sepenuh hati " ucap satria tapi bukannya percaya Dika malah kembali curiga pada satria.
__ADS_1
" apa Rekha yang menyuruhmu ?" tanya Dika penuh curiga, satria tidak percaya jika di hadapkan dengan laki laki yang mempunyai pemikiran yang sangat picik.
" tadinya saya akan belajar mengikhlaskan Rekha untuk anda, tapi melihat pemikiran picik anda membuat saya ingin merebut Rekha dari anda " ucap satria.
" maksud kamu apa hah " ucap Dika mencengkram kerah pakaian satria.
" Rekha mencintai anda, jadi sebelum saya benar benar merebut Rekha dari anda sebaiknya ada jaga Rekha baik baik sebelum anda benar benar kehilangan dia " ucap satria sambil meletakkan uang di bawah minuman miliknya.
" dari mana kamu tau jika Rekha mencintai saya ?" tanya Dika sebelum satria menjauh darinya.
" lihatlah bagaimana dengan mudah nya Rekha mengorbankan masa depannya untuk hidup bersama anda " ucap satria yang kini sudah benar benar pergi meninggalkan Dika.
" apa benar kamu sudah mencintai mas " ucap Dika yang tanpa sadar pipinya merona.
' sayang.. apa kamu benar benar tidak akan marah jika mas membuka hati untuk Rekha " ucap Dika dalam hati.
Baru saja Dika akan bersiap bangkit kini dihadapan nya sudah berdiri mantan mertua nya atau ibu dari Nadira.
" ka.." sapa Bu sila, Dika pun langsung bangkit dan menyalami mantan ibu mertuanya.
" kamu masih ada waktu dik ?" tanya Bu sila pada mantan menantu nya, sedangkan Dika hanya mengangguk sambil mempersilahkan Bu sila untuk duduk di hadapan nya.
" ibu dengar kamu sudah menikah ? apa itu benar ? " tanya Bu sila to the points, sedang kan Dika hanya mengangguk sambil menunjuk tak berani menatap wajah mantan mertua nya.
" pantas.. " ucap Bu sila yang tentu saja membuat Dika tidak mengerti arti kata kata mertuanya.
" pantas kenapa Bu.. " tanya Dika penasaran.
" ibu bermimpi bertemu dengan Nadira...
✍️✍️✍️ apa yang dimimpikan bu sila bersama nadira ? dan apakah itu akan bisa merubah sikap dan perlakuan Dika kepada Rekha ..🤔🤔
pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1