ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH

ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH
36. Kebohongan


__ADS_3

Tuan Hercules tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, bisa-bisa Kenzo akan kembali kumat untuk berbuat hal yang tidak diinginkan. Jadi Tuan Hercules harus terpaksa menukar kebenaran dengan sebuah kebohongan.


"Niko dan juga Jesi meninggal di saat kecelakaan itu terjadi, hanya kita berdua yang selamat. Apa kamu tidak mengingat apapun sedikit saja?"


Kenzo memegang kepalanya yang kini terasa sakit karena berusaha mengingat semua apa yang dikatakan Tuan Hercules, ia hanya melihat sekilas bayangan wanita tersenyum manis. Semakin dia memaksa dirinya untuk mengingat-ngingat semakin membuat kepalanya terasa nyeri.


"Sudah Tuan, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mengingat apa yang sudah terjadi." Dokter itu bicara sambil menyuntikkan obat tidur kepada Kenzo.


Setelah melihat Kenzo kembali tertidur Tuan Hercules sudah tidak tahan mendengar penjelasan dari Dokter tersebut, ia sempat menerka-nerka sendiri apakah Kenzo hilang ingatan. Tapi kenapa bisa begitu, bukankah dia dulu hanya rabun dan sempat buta.


"Begini Tuan, karena Tuan muda terlalu lama koma. Semua memori dalam ingatannya menghilang, dia hanya akan mengingat orang-orang yang sudah lama ia kenal tidak dengan orang baru, yang satu tahun belakangan ini."


Tuan Hercules tidak tahu harus berbuat apa, disaat menantu dan cucu-cucu butuh pertolongannya untuk waktu yang dekat ini.


"Ini juga karena efek samping obat yang selalu dikonsumsi Tuan muda, karena obat itu mengandung dosis yang sangat tinggi."


"Sekarang apa yang harus saya lakukan Dokter, supaya putra saya bisa sembuh dan mengingat semuanya."


"Anda tenang saja Tuan, seiring berjalannya waktu. Ingatan Tuan muda akan kembali lagi tetapi, untuk saat ini jangan terlalu mendesaknya untuk mengingat semuanya, Tuan muda bisa menjadi depresi."


"Apa tidak ada cara lain Dok?"


Dokter itu menggeleng, karena ia belum bisa menemukan obat yang sering orang cari, dalam kasus yang sama persis seperti Kenzo alami sekarang.


•••••


Saat Kenzo menatap dirinya dari pantulan cermin yang Tuan Hercules berikan ia begitu terkejut, melihat wajah nya yang berubah drastis.


"Pa, kenapa wajah Kenzo berubah?"


"Papa tidak punya pilihan lain, Nak. Wajah kamu mengalami luka bakar yang membuat wajahmu menjadi begitu me–"


"Sudah Pa, Kenzo tidak mau mengingat kejadian yang membuat orang-orang kepercayaan Kenzo meninggal."


'Kalau kamu tidak hilang ingatan, pasti kamu akan membunuh semua orang yang ada di mansion waktu itu.'


"Kenzo mau pulang ke Indonesia Pa, perusahaan pasti mengalami masalah. Karena Kenzo sudah terlalu lama berbaring di sini."


'Semua harta kita di Indonesia sudah beralih atas nama Darel, anak dari orang yang menghancurkan segalanya.'

__ADS_1


"Kenzo, Perusahaan itu sudah Papa Jual. Mulai sekarang kita akan menetap di sini."


"Apa! Papa kenapa menjual perusahaan yang Kenzo rintis dari Nol, kenapa tidak meminta persetujuan Kenzo dulu."


Kenzo mencabut selang infus dan turun dari bad itu dengan cepat, ia ingin kembali ke Indonesia hari ini juga. Untung saja Daniar dengan cepat datang menghentikan langkah Kenzo.


"Tuan, Anda belum pulih total, kita bisa pulang ke Indonesia kalau kondisi Anda sudah membaik." Daniar bicara lemah lembut membuat Kenzo berbalik. Kenzo seperti melihat Nyonya Dara pada Daniar dari tutur bahasanya juga dari senyumnya.


"Kenalkan saya asisten Tuan Hercules. Nama saya Daniar."


Kenzo tidak bisa menolak di saat Daniar memintanya untuk kembali berbaring di bed itu. Kenzo seperti anak kecil yang menurut begitu saja, tatapan matanya tidak lepas dari Daniar yang terlihat mirip dengan almarhum Mamanya. Yang selama ini begitu ia rindukan.


***


Zizi bangun karena waktunya untuk memberi dua baby Er Asi. Ia melihat bajunya masih utuh jadi Darel benar-benar tidak melakukan apa-apa padanya.


'Pergi kemana dia, kenapa tidak ada di sini. Tapi bukankah itu sangat bagus.'


Zizi menyalakan lampu ia ingin pergi ke kamar dua baby Er, ia mendengar suara orang menangis tapi Zizi tidak memperdulikan itu. Ia tetap melangkahkan kakinya supaya cepat sampai ke kamar baby Er.


Jesi yang ada di sana dengan beberapa pelayan, kaget melihat Zizi sudah berdiri di dekat tempat tidur dua bayi nya.


"Simpan kata-kata basi mu, minggir aku ingin tidur disini bersama kedua bayi ku."


"Nyonya Tuan Darel bisa marah. Anda sendiri yang akan rugi."


"Pergilah, aku tidak ingin mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulutmu. Aku sudah menganggapmu musuh ku."


Darel yang bertelanjang dada memasuki kamar itu juga, dia melihat wajah Zizi yang cemberut.


"Biarkan istri ku tidur di sini bersama dua bayinya, kamu bisa keluar Jesi."


Zizi tidak berani menatap Darel karena Zizi sempat melihat badan Darel dipenuhi dengan bekas cakaran dan ada beberapa tanda merah di lehernya.


"Tidur lah sayang, aku ada di kamar sebelah nanti kalau kamu butuh bantuan panggil saja aku."


•••••


Pagi-pagi buta sekali Nyonya Angel yang baru bisa pulang dari rumah sakit sudah berada di Villa Darel, ia ingin menemui Darel ditemani Oliv.

__ADS_1


Zizi yang mau mengambil minuman di dapur mendengar suara bel yang berbunyi beberapa kali, sehingga dia memutuskan untuk membuka pintu itu.


'Apa semua orang yang ada di Villa ini tidak mendengar suara bel itu.'


Zizi yang masih menggunakan baju tidur dan rambut di cepol asal-asalan, menguap beberapa kali sebelum membuka pintu itu.


"Lama sekali membuka pintu saja, kerja yang benar jangan hanya ingin gaji gede tapi kerjaan malas-malasan."


Zizi yang tidak tahu itu Mamanya Darel, ingin berbalik meninggalkan wanita yang terlihat garang dan sinis itu. Dia rasa mungkin Darel memiliki hutang pada wanita yang saat ini nyelonong masuk begitu saja.


"Panggilkan saya Tuan mu, dan buat minuman untuk calon menantu ku."


'Owh … ini Mamanya Darel, dan apa katanya tadi calon menantu.'


"Hai, pembantu apa kamu tuli?"


Darel keluar dengan pakaian yang sudah sangat rapi, ingin berangkat ke kantor. Melihat Zizi di bentak-bentak dia dengan cepat menghampiri Nyonya Angel.


"Mama sudah sembuh, kenapa tidak bilang mau kesini supaya Darel yang jemput."


Nyonya Angel melihat leher Darel yang banyak sekali tanda merah membuat matanya hampir saja mau copot. Dia hafal betul bagaimana putranya itu tidak pernah berani menyentuh wanita lalu apa yang dilihat sekarang membuatnya berteriak sehingga semua yang ada di Villa itu berhamburan untuk melihat apa yang sudah terjadi.


"Darel! Apa yang kamu lakukan, bekas apa lehermu kenapa bisa sebanyak itu. Mana wanita yang sudah menodai mu biar Mama beri dia pelajaran. Berani sekali dia menyentuh putra ku."


Divya yang turun dari anak tangga membuat semua mata tertuju padanya, rambutnya yang basah dibiarkan terurai.


Zizi melotot melihat Divya juga ada di Villa ini, karena dia tidak tahu Divya juga tinggal disini. Saat ia melihat wajah Divya yang memar itu menjawab semuanya.


'What, jadi tadi malam yang menangis itu Dokter Divya. Jangan-jangan dia juga ikut terlibat dengan rencana Darel untuk membunuh … .' Zizi tidak sanggup melanjutkan kalimat yang akan menyebut nama Kenzo.


"Jelaskan Darel jangan diam saja."


Hidung Nyonya Angel kembang kempis. Oliv hanya bisa menyaksikan itu semua, tanpa mau ikut campur karena ia tidak mungkin ikut-ikutan, di saat statusnya dengan Darel belum resmi.


"Kenalkan Ma, ini istri Darel. Namanya Zivanna."


Nyonya Angel menampar Darel karena sudah lancang menikah tanpa sepengetahuan dirinya. Dia merasa Darel sudah sangat keterlaluan di saat undangan pernikahannya dengan Oliv sudah di sebar luaskan.


(Buat Kakak-Kakak yang sudah baca karya Ayuza yang baru pemula ini, tolong banget ya Kak tinggalkan jejak dengan cara Like dan Komen. Supaya Ayuza makin bersemangat untuk up tiap hari … jangan sudah baca tapi tidak meninggalkan jejak. Ayuza nangis bombay 😭🤧 karena dengan cara itu karya Ayuza yang receh ini merasa dihargai. Jangan lupa juga Bunga🌹 beserta Votenya. Ayuza tidak mengemis tapi alangkah baiknya supaya mental author yang masih seumuran jagung ini tidak down. Sekian dan terima gaji😌 entah itu kapan, eetss … jadi panjang gini ya, gak apa-apa kan, tetap pantengin terus ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH. Salam manis dari nama panggilan Ayudira Zahira😘😍)

__ADS_1


__ADS_2