
"Ini keputusan Darel Ma, tolong Mama terima Zizi sebagai menantu Mama."
"Mama tidak merestui hubungan kamu, ceraikan dia sekarang dan menikahlah dengan Oliv."
"Itu tidak akan pernah terjadi. Ini pilihan Darel sendiri setuju atau tidak, Darel tetap akan mempertahankan istri Darel."
"Karena seorang wanita kamu berani melawan Mama, dimana otak kamu Darel."
Nyonya Angel menunjuk wajah Zizi, dia ingin menjambak Zizi karena terlalu geram. Darel secepat kilat menarik Zizi supaya berada di belakang tubuh nya, dia tidak mau melihat siapa saja menyakiti Zizi sedikitpun meski itu Mamanya sendiri.
"Masuk gih, bayi kamu pasti sudah bangun."
"Kamu menikah dengan janda Darel, Mama tidak menyangka selera kamu ternyata serendah ini. Kamu menerima bekas orang lain."
"Cukup Ma, silahkan Mama bisa pergi dari Villa ini."
Nyonya Angel tidak tinggal diam dia ingin membuat perhitungan dengan Zizi yang hanya diam saja di belakang Darel, tapi karena ia menggunakan hak yang tinggi kakinya keseleo hingga terjatuh.
***
ππππππ
Tidak terasa saat ini kedua baby Er sudah berusia lima tahun. Kedua anak kembar itu sampai sekarang selalu memanggil Darel dengan sebutan Om, padahal Zizi sama sekali tidak pernah mengajarkan mereka. Erlan dan Erlon sama sekali tidak menuruti perintah siapa saja kecuali Mommy nya.
"Mom β¦ Kak Erlan tidak mau main sama Erlon, katanya Erlon nakal." Rengek Erlon di dekat Zizi yang sedang sibuk memasak di dapur.
"Masa sih, Kak Erlan begitu. Mommy cuci tangan dulu ya sebentar."
"Mom, kata Tante Divya. Daddy mirip ya sama Erlon?"
Zizi tidak bisa membohongi perasaan sendiri, sampai sekarang ia masih berharap Kenzo masih hidup dan akan datang. Itu kedengaran mustahil bukan? Tapi Zizi percaya itu semua akan terjadi.
Meski sudah menikah lima tahun tapi Sampai sekarang Darel tidak pernah menyentuh Zizi saat Darel ingin dia akan melampiaskan hasratnya pada Divya.
"Sangat mirip sayang β¦ ."
"Elron ingin ketemu Daddy Mom, walau hanya sebentar saja."
Ini sudah yang kesekian kalinya Erlon ingin bertemu dengan Kenzo, begitu juga dengan Erlan yang jauh lebih cerewet.
Darel yang mendengar itu melempar gelas yang dipegang membuat Elron ketakutan dan langsung memilih bersembunyi di balik tubuh Zizi.
"Elron, kesini kamu! sudah berapa kali Papa mengatakan jangan ada kata Daddy di rumah ini."
"Cukup Darel, Erlon masih kecil belum mengerti apa yang kamu katakan. Sini sayang Mommy gendong kita sarapan bersama." Erlon tidak berani menatap wajah Darel.
"Kita panggil Kak Erlan juga Dedek Devan ya, kita sarapan sama-sama."
__ADS_1
Devan adalah anak Divya yang dulu sempat ingin Darel bunuh. Tapi itu tidak berhasil, meski Zizi membenci Divya setelah tahu dialah yang memberi obat supaya Kenzo dulu sakit. Tapi dia tidak melibatkan Devan, anak itu tidak pernah mendapat kasih sayang dari Darel. Darel hanya akan perhatian kepada Erlan dan Erlon.
Seperti sekarang ini di saat mereka sarapan bersama Devan sangat berharap Darel yang akan menuangkan nasi beserta lauk di piring kosong nya tapi Darel tidak melakukan itu semua.
"Mau lauk apa jagoan Papa, biar Papa ambilkan."
"Kita mau ayam goreng Om." Jawab anak kembar itu serempak.
"Papa β¦ Dev juga mau." Divya yang mengintip dari tembok mengusap air matanya, selama berada di Villa dia dilarang untuk sekedar ikut sarapan.
"Biar Tante ambilkan sayang, mau seperti Kakak-kakak?"
"Biarkan saja, dia bisa sendiri."
Tapi Zizi tetap mengisi piring Devan, dia kasihan melihat anak itu yang selalu saja mendapat penolakan dari Darel. Devan sarapan dengan sangat lahap.
"Habis ini Papa mau ngajak kalian jalan-jalan mau?"
"Papa Devan juga mau." Anak kecil itu terlihat sangat antusias, tidak dengan kedua anak kembar yang asik mengunyah sarapan mereka.
"Kamu tidak usah ikut, nanti penyakitmu kambuh nyuβ"
"Boleh sayang, kalian bertiga akan Tante ajak ke salah satu tempat permainan anak-anak paling populer. Maka dari itu cepat habiskan sarapan kalian."
"Hore β¦ Mommy ngajak kita." Disaat Erlan dan Erlon bersorak riang. Devan menunduk lesu. Anak itu ingin Darel sendiri yang mengajaknya.
Anak itu diam saja, ia tidak berniat menjawab pertanyaan Zizi. Darel membanting sendok yang dipegang dengan kasar.
"Divya, cepat bawa anakmu jangan merusak mood ku pagi-pagi begini."
***
Terlihat pria memakai kaca mata turun dari pesawat. Karena ada pertemuan penting membuatnya harus kembali ke tanah air.
Semua mata yang memandang mengagumi sosok pria yang terlihat gagah nan rupawan itu.
"Reza, apa kata Tuan Alex?"
"Beliau meminta Anda untuk menunggu di restoran bintang lima Tuan."
Kenzo kembali tapi dengan nama panggilan yang berbeda, Tuan Hercules sengaja menambahkan nama depan Kenzo menjadi Altan Kenzo Alvaro. Supaya Darel tidak dapat mengenali Kenzo. Mengingat sosok Darel saat ini memiliki kekuasaan paling tinggi, Tuan Hercules tahu dari beberapa media dan yang lebih membuat nya marah setelah melihat Zizi sekarang menjadi istri Darel di saat status Zizi masih resmi istri Kenzo.
Tidak ada percakapan antara Kenzo dan Reza. Reza adalah pemuda yang baik selama ini dialah yang menjadi orang kepercayaan Tuan Hercules. Dan memintanya untuk menjadi sekretaris Kenzo.
"Tuan, Tuan Besar meminta untuk mengaktifkan ponsel Anda."
Kenzo memejamkan matanya suara tangisan bayi, kembali terdengar di telinganya ia merasa sering berhalusinasi seperti ini entah itu wajah wanita yang ketakutan dan masih banyak lagi tapi memori ingatannya masih sangat sulit untuk kembali. Mengingat dia dulu terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan.
__ADS_1
"Tuan, Apa Anda merasa pusing?"
"Wanita dan bayi-bayi itu, siapa mereka kenapa aku tidak bisa mengingat mereka dengan sangat jelas."
"Kita istirahat di hotel terdekat Tuan."
"Tidak usah Reza, Tuan Alex pasti sudah lama menunggu kita."
β’β’β’β’β’
Benar saja Tuan Alex sudah menunggu nya tapi dia tidak sendiri melainkan membawa putrinya Oliv yang sudah duduk sambil tersenyum manis.
"Pa apa itu Tuan muda yang bernama Altan, apa dia sudah menikah?"
"Nanti Papa akan mencoba menanyakan itu, kamu tenang saja."
Kenzo juga Reza berjalan beriringan, setiap mata yang memandang pasti akan terpesona melihat tubuh tegap alis tebal, tapi tatapan datarnya membuat orang merinding.
Saat Kenzo ingin sampai di mana Tuan Alex berada tiba-tiba anak kecil menabraknya hingga anak kecil itu jatuh.
"Devian tidak apa-apa kan, sayang."
Kedua pupil mata Kenzo berubah ia merasa sangat mengenal suara itu, ditambah aroma parfum yang dulu begitu sangat ia sukai aromanya itu masuk ke indra penciuman nya.
"Maaf, tadi keponakan saya tidak sengaja menabrak Anβ" kalimat Zizi terputus saat kedua bola mata hazel itu menatap dirinya. Zizi diam membeku matanya mulai berkaca-kaca.
'Mas Kenzo, apakah ini kamu?'
Zizi tetap mengenali Kenzo meski wajah Kenzo berbeda. 'tapi tunggu! kenapa Mas Kenzo diam saja.'
Zizi sudah tidak tahan dia tidak peduli orang-orang akan mengiranya wanita rendahan atau apalah itu dia tetap nekat memeluk Kenzo, Air matanya terjatuh dengan sangat deras. Isak tangisnya membuat Kenzo kembali memejamkan matanya.
"Kenapa baru datang sekarang, Erlan dan Erlon sangat merindukan Mas."
Reza terkejut melihat seorang wanita yang berani memeluk Kenzo di tempat umum seperti ini, Reza ingin menarik tangan Zizi supaya menjauh dari Kenzo tapi Kenzo mengangkat tangannya mengisyaratkan supaya Reza tidak mendekat.
"Katakan sesuatu." Zizi masih betah berada di pelukan Kenzo. Meski Kenzo tidak merespon itu semua.
"Maaf Nona, mungkin Anda salah orang."
Zizi langsung melepaskan pelukannya dan mundur beberapa langkah, saat tubuhnya terhuyung Kenzo dengan cepat menangkapnya.
Mata Kenzo tertuju pada Erlan dan Erlon, yang berlari menghampiri Zizi saat anak kembar itu melihat Kenzo binar bahagia terpancar jelas di matanya. Mereka sama berdua bergelantungan di kaki jenjang Kenzo.
"Daddy, kami sangat merindukan Daddy kenapa pergi cari uang lama sekali."
(Buat Kakak-Kakak yang sudah baca karya Ayuza yang baru pemula ini, tolong banget ya Kak tinggalkan jejak dengan cara Like dan Komen. Supaya Ayuza makin bersemangat untuk up tiap hari β¦ jangan sudah baca tapi tidak meninggalkan jejak. Ayuza nangis bombay ππ€§ karena dengan cara itu karya Ayuza yang receh ini merasa dihargai. Jangan lupa juga BungaπΉ beserta Votenya. Ayuza tidak mengemis tapi alangkah baiknya supaya mental author yang masih seumuran jagung ini tidak down. Sekian dan terima gajiπ entah itu kapan, eetss β¦ jadi panjang gini ya, gak apa-apa kan, tetap pantengin terus ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH. Salam manis dari nama panggilan Ayudira Zahiraππ)
__ADS_1