ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH

ISTRI UNTUK TUAN MUDA PSYCHOPATH
52. Niko Masih Hidup


__ADS_3

VOTE, LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA SEBELUM DIBACA🌹😊 SUPAYA AYUZA RAJIN UNTUK UP.


"Bagaimana Ana apa kamu bersedia menerima pura tante untuk menjadi suami kamu?" tanya Zizi disaat mereka semua sedang duduk di ruang tamu. "Jawab dengan jujur, tante tidak mau putra tante hidup dibayangi rasa bersalah karena sudah … ." Zizi tidak mungkin mengatakan itu semua di depan Erlan, karena Erlan tidak tahu hasil visum itu.



"S-saya … tidak mau tante," jawaban Briana membuat Erlon tersenyum. Karena ia berhasil mengancam Briana sebelum mereka berkumpul tadi. Tapi tanpa Erlon tahu meski Briana tidak diancam ia akan tetap menolak perjodohan ini.



"Apa karena mendapat ancaman?" Kenzo melirik Erlon yang sedang mengulum senyum.



"Tidak Tuan, saya merasa tidak pantas bersanding dengan Tuan Erlon. Saya hanya sebutir debu yang tidak ada bandingannya de–"



"Siapa bilang?" potong Kenzo. Ia kemudian memperlihatkan bagaimana Erlon mengancam Briana.



Senyum Erlon luntur, kenapa ia bisa lupa di setiap sudut rumah ini ada CCTV yang tersembunyi. "Apa kamu bisa jelaskan ini semua Erlon," geram Kenzo yang melihat Erlon berani sekali mengancam Briana.


Erlon yang marah membanting vas bunga yang ada di depannya, ia benar-benar tidak mau menikah dengan Briana. "Dad, Erlon bukan anak kecil lagi," pekik Erlon membuat suasana yang tadi tenang kini menjadi tegang.


Padahal maksud Erlon pulang, supaya bisa mengancam Briana agar mereka tidak jadi menikah. Malah Erlon membuat keributan hingga membuat Kenzo marah.



"Berani kamu membentak Daddy, sekarang juga kamu harus menikah dengan Briana!"



Kenzo yang murka menampar Erlon, Zizi yang melihat itu berteriak karena Kenzo baru kali ini menampar Erlon.



"Dia hanya ingin menguras harta kita Dad, tidaklah Daddy berpikiran begitu."



"Kamu diam Erlon, sebelum Daddy hilang kendali!" bentak Kenzo.



Zizi susah menangis dari tadi, Kenzo yang melihat itu menarik dasi Erlon. "Lihat, Daddy susah payah membuat mommy kalian supaya tetap bahagia. Kamu malah membuat air mata yang Daddy benci kembali menetes."



Erlon bersujud dibawah kaki Zizi, sebelum Zizi pergi dari ruang tamu itu karena Zizi tidak mau melihat perdebatan antara anak dan ayah itu.



"Mom, Erlon minta Maaf … ."


__ADS_1


Zizi tidak menanggapi Erlon, ia tetap diam. Menandakan dirinya benar-benar sangat kecewa.



"Mom … biar Erlan yang akan menggantikan Erlon," ujar Erlan. Yang mendapat tatapan tajam dari Kenzo.



"Tidak bisa, Erlon lah yang harus menikah dengan Briana bukan kamu Erlan," tegas Kenzo membuat Briana menatap Erlan.



"Ded, aku akan siap menerima Briana." Erlan yang sebenarnya tidak rela melihat Briana menikah dengan Erlon, sengaja mengatakan itu.



Erlon menatap sang kakak. "Apa kakak sudah terkena peletnya, kenapa gadis norak ini yang kakak pilih. Di luar masih banyak yang ngantri," ledek Erlon. "Jangan gegabah Kak, gadis ini sudah tidak perawan lagi."



Erlan seketika mendang Erlon karena ucapan Erlon yang sudah sangat keterlaluan. "Dia tidak perawan lagi karena ulahmu, tapi kakak akan tetap menerimanya dengan sepenuh hati jiwa dan raga."



"Kalian sudah dewasa tapi kelakuan seperti anak kecil, ini ambil … ." Kenzo memberikan Erlan dan Erlon sebuah pistol yang masing-masing hanya memiliki satu peluru. "Hanya ada satu peluru, silahkan kalian gunakan untuk membunuh siapa saja yang ada di ruangan ini."


Disana cuma ada mereka berempat karena Zizi sudah pergi dari tadi. Saat Erlon mengarahkan pistol itu ke Briana Erlan malah mengarahkan nya pada perut Erlon.


"Rupanya kakak, ingin membunuhku." Erlon terkekeh. Sambil menginjak pistol yang tadi ia arahkan ke Briana sampai hancur.


***


"Apa dia mau makan?" tanya Kenzo kepada Reza.


"Niko tidak mau makan Tuan."


"Apa dia sudah sangat bosan hidup tanpa bisa melakukan apa-apa. Niko … aku masih mau melihatmu menderita."


Kenzo berjalan yang di sampingnya ada Reza, tanpa mereka berdua sadari Briana mengikutinya dari belakang karena Briana penasaran selalu melihat Kenzo menuju ke gudang tersebut.


"Apa tidak ada yang melihat kita?"



"Tidak ada Tuan, karena ini sudah hampir dini hari."



Saat Kenzo masuk ia melihat Niko sedang berusaha mengakhiri hidupnya dengan menaruh bantal di atas wajahnya yang sedang berbaring.



Niko yang sudah hafal betul langkah kaki siapa itu semakin menekan bantal itu. Hingga ia hampir saja modar, tapi Kenzo membuang bantal tersebut dengan gerakan jurus seribu bayangan yang sempat ia pinjam dari Naruto.



"Tidak semudah itu Niko, kamu tahu aku melihatmu dalam keadaan begini sudah sangat bahagia."

__ADS_1



Niko tidak bisa melihat bukan hanya itu dia juga lumpuh seperti yang Kenzo dulu alami.



"Makan, tubuhmu yang kurus kering ini butuh tenaga untuk menahan sakitnya siksaan yang aku berikan."



Niko tidak bisa bicara Karena Kenzo sudah memotong pita suaranya, supaya Niko tidak berteriak minta tolong.



Kenzo dengan kasar menyuapkan nasi beserta lauknya kedalam mulut Niko. "Makan yang banyak, sebelum ajalmu datang."



Briana yang melihat itu mundur karena ia tidak menyangka Kenzo bisa melakukan itu semua. Dengan cepat Briana keluar dari gudang itu, tapi sialnya dia malah menabrak Erlon yang entah datang dari mana.



"Ma-maaf Tuan, saya tidak me-melihat Anda." Briana terlihat sangat gugup.


"Habis ngapain kamu dari dalam gudang itu, Daddy tidak pernah membiarkan siapa saja masuk. Lalu kenapa gadis pungut sepertimu masuk begitu saja."


Ini yang sudah kesekian kalinya ucapan Erlon mampu membuat hati Briana sakit.


"Sa-saya hanya ti–"


Erlon dengan cepat membawa Briana bersembunyi di balik tembok, karena ia mendengar suara Kenzo yang akan keluar dari dalam gudang.


Briana menurut saja karena ia juga tidak mau Kenzo sampai tahu kalau dirinya sudah sangat lancang masuk ke dalam gudang. Tapi bukankah Erlon akan senang, jika Briana ketahuan dan mendapat hukuman? kenapa malah Erlon mengajak Briana sembunyi. Entahlah hanya Erlon yang tahu.


"Kalau sampai Daddy tahu, ucapkan selamat tinggal pada dunia ini." Erlon sengaja menakuti Briana dia ingin melihat bagaimana reaksinya.


Sedangkan Briana semakin ketakutan.


"Tu-tuan, jangan beri ta–"


"Dengan satu syarat," sergah Erlon dengan cepat.


"Apa itu Tuan?" tanya Briana yang hampir saja menangis.


"Menikahlah dengan ku," ucapan Erlon membuat Briana kesulitan untuk mencerna setiap kata-katanya.


"Bukankah, Anda meno–"



"Kemarin, sekarang aku sudah berubah pikiran," jawab Erlon dengan ketus.


Briana heran kenapa Erlon cepat sekali berubah pikiran, padahal kemarin ia melihat sendiri bagaimana Erlon bersikeras untuk menolaknya secara terang-terangan.


"Saya tetap tidak bisa menikah dengan Anda Tuan."


Erlon mencengkram dagu Briana ia terlihat sangat marah, karena mendapat penolakan dari gadis yang sama sekali tidak pernah ia impikan.

__ADS_1


"Berani sekali kamu menolak ku, apa kamu ingin mati di tangangan ku?" geram Erlon.


(Tolong kakak, tinggalkan jejak kalian supaya author tidak down. Saat diri ini rela untuk begadang kalian malah baca tanpa meninggalkan like dan komen nyesek😭🤧 ).


__ADS_2