
VOTE, LIKE DAN KOMEN. JANGAN LUPA😊😉
Zizi mendapat telpon dari Pak Hardian yang mengatakan ibu tirinya sudah meninggal. Zizi menatap Kenzo dengan heran yang terlihat biasa saja ketika ia memberitahu kabar itu.
'Jangan-jangan, Mas Kenzo yang sudah membunuh pelakor itu.'
"Jangan bicara dalam hati sayang, bertanya saja secara langsung. Aku akan menjawabnya."
'Mas Kenzo bisa baca pikiran. Sejak kapan?'
"Sejak kamu kembali lagi berada di sisi ku."
"E … em … apa itu perbuatan Mas?"
Dengan perasaan ragu Zizi bertanya, ia ingin memastikan itu bukan perbuatan Kenzo.
"Suamimu ini sudah pensiun jadi psikopat. Jadi jangan menuduhku begitu sayang."
Kenzo sedang berusaha meyakinkan Zizi karena dia tidak mau Zizi mengetahui kalau jiwa pembunuhnya sudah kembali lagi tanpa tahu kapan akan berakhir.
"Mas tidak bohong?"
Kenzo memegang tangan Zizi dan memberinya pisau kecil, dia ingin melihat apakah Zizi akan tega melukai nya setelah lama mereka berpisah.
"Untuk apa ini Mas?"
"Potong urat nadi ku sekarang, kalau kamu masih belum percaya."
Zizi menolaknya dengan melempar pisau itu, ia merasa Kenzo sedang menguji dirinya.
"Bagaimana bisa Mas menyuruhku melakukan itu, kita memang dipertemukan dengan cara yang tidak diinginkan tapi kenapa sekarang aku malah sangat mencintaimu. Aku tidak ingin melihat seekor nyamuk pun menghisap darahmu."
"Sejak kapan?" tanya Kenzo yang terkesima mendengar ucapan Zizi karena baru sekarang ia mendengar kalimat manis yang keluar dari mulut Zizi.
"Sejak Mas memberikan aku putra-putra yang sangat pintar dan cerewet."
Kenzo menarik Zizi hingga terjatuh di pangkuannya, lalu ia meraba kulit mulus Zizi yang seputih susu.
"Apa aku harus memberikanmu anak-anak lagi, supaya cintamu kepada ku semakin bertambah?"
Kenzo baru akan membaringkan Zizi si kembar datang membawa banyak sekali mainan di tangan mereka.
"Mommy, Daddy. Lihat deh Opa sama Oma belin kita mainan banyak sekali."
Suara cempreng Erlan membuat Kenzo cepat-cepat memperbaiki gaun Zizi yang sempat ia buka tadi.
"Mommy lagi sakit Kak, kita keluar saja." Ajak Erlon.
Kenzo meraih tangan Zizi. "No, Mommy sehat sayang sini," Kenzo melihat si kembar secara bergantian. "Daddy minta kalian jaga Mommy ya, jangan biarkan siapa saja menyakiti Mommy."
Si kembar memeluk Zizi, selama ini Zizi telah mendidik mereka dengan baik.
__ADS_1
"Kita sayang Mommy sama Daddy. Daddy jangan pergi lagi ya."
"Daddy tidak akan pergi lagi. Sekarang Erlan dan Erlon main sama Mommy dulu, Daddy mau pergi ke kantor. Oke dua jagoan Daddy."
Erlon dan Erlan teringat dengan Devan pasti anak itu sekarang sedang kesepian.
Mereka saling menyenggol siku, ingin mengatakan untuk membawa Devan ikut tinggal dengan mereka. Erlan yang sebagai Kakak mengalah akhirnya dia yang bicara.
"Ded, apa boleh dedek Devan tinggal dengan kita?"
Zizi mengelus tangan Kenzo di saat ia melihat raut wajah Kenzo menegang.
"Biar Mommy yang bicara dengan Daddy sayang. Sekarang biarkan Daddy pergi kerja dulu."
•••••
"Kapan kamu akan mengadakan pesta pernikahan mu Kenzo?"
Tuan Hercules tidak mau Kenzo disangka membawa istri orang kabur. Meski kenyataan nya begitu.
"Zizi masih istri sah Kenzo, Pa. Jadi buat apa Kenzo harus mengadakan pesta?"
"Kenzo, apa kamu lupa Darel sudah memaksa Zizi untuk menikah dengannya. Kamu harus cepat mengurus surat perceraiannya dengan Darel."
Kenzo diam ia sampai melupakan itu semua, perkataan Tuan Hercules ada benarnya juga. Saat ini dia ingin menghabisi Niko dulu baru dia akan menunjukkan diri di hadapan Darel dengan identitas aslinya.
"Dalam waktu dekat ini Pa, aku akan menikah lagi dengan Zizi."
***
Niko saat ini mencoba mencari Zizi di rumah Pak Hardian. Namun, apa yang dia lihat membuatnya mengurungkan niatnya ia hanya bisa menatap dari kejauhan. Banyak sekali polisi yang sedang membawa sebuah kantong plastik dan sepertinya berisi mayat.
Niko terus saja memperhatikan itu, sampai ia mendengar suara ranting patah membuat Niko langsung menoleh. Ia terkejut saat melihat penampilan Reza yang menggunakan pakaian serba hitam. Tanpa menunggu lama Reza memukul tengkuk leher Niko sampai pingsan.
"Bawa dia sekarang, ke hadapan Tuan muda."
Beberapa anak buah Reza membawa Niko yang sudah tidak sadarkan diri. Reza tersenyum penuh kemenangan.
"Tuan akan sangat senang, melihat kita berhasil membawa penghianat ini."
"Pasti bos," sahut salah satu anak buah Reza. "Tuan muda, akan memberikan kita penghargaan." Sambungnya lagi.
Mereka menaiki mobil yang terparkir jauh dari kediaman Pak Hardian. Reza tahu keberadaan Niko karena dia mengikuti Niko mulai dari rumah Darel.
"Ikat dia supaya kalau nanti sadar tidak memberontak, karena Tuan muda pasti ingin bermain-main dulu dengannya."
Reza penasaran siksaan apa yang akan Kenzo berikan kepada penghianat seperti Niko.
•••••
Kenzo kini berada di hadapan Niko yang masih pingsan, dari gerak-gerik dan raut wajah tampaknya, Kenzo sedang menahan amarah. Reza dapat merasakan betapa membaranya hati Kenzo saat ini. Di saat orang yang dulu sempat ia tolong menjadi tangan kanannya malah tega melakukan itu semua. Kenzo mengambil seember air ia lalu menyiram Niko sehingga Niko tersadar.
__ADS_1
Niko belum tahu kalau Tuan Altan adalah Kenzo rekan bisnis Darel. Ia berpikir Tuan Altan atau Kenzo menculiknya untuk apa?
"Hai, Niko! Penghianat."
"Tuan Al, kenapa Anda menyekap saya seperti ini?" tanya Niko dengan suara paru nya.
"Apa kamu tidak bisa mengenalku, setelah sekian lama kamu menjadi tangan kanan. Tapi malah menusukku dari belakang." Jawab Kenzo sambil membawa tongkat kesayangannya. Reza memperhatikan raut wajah Niko yang kebingungan.
"Tuan jangan bercanda, lepaskan saya. Tuan Darel pasti mencari saya."
"Tunggu dulu Niko, kenalkan aku Altan Kenzo Alvaro. Yang ingin kamu lenyapkan. Jangan pura-pura lupa."
"Tuan Ken-Kenzo … ."
"Iya itu aku, Niko. Sekarang aku ingin mengajak kamu berpesta, sebagai tanda kita baru bertemu bukankah kamu harus senang? bukan malah menjadi takut begini."
Niko menyesal telah membantu Darel, karena sekarang dia akan membayar semua perbuatannya sendiri. Niko berharap Kenzo memaafkan nya.
"Tuan saya minta maaf, saya dipaks–"
"Jangan meminta belas kasihan pada ku. Itu tidak akan mempan Niko." Sergah Kenzo dengan cepat.
Kenzo mengambil gunting dan menggunting rambut Niko sampai botak. Karena Niko memberontak kepalanya jadi terluka. Kenzo mengobatinya dengan obat merah tapi dengan jumlah yang banyak. Hingga kepala Niko menjadi permen lolipop selai stroberi.
"Begini kamu lebih ganteng Niko, aku sampai lupa apa kamu sudah menerima kiriman sepotong tangan Jesi?" tanya Kenzo.
"Jadi dugaan saya benar, Anda yang telah mebunuh Jesi Tuan."
"Memang benar, apakah kamu mau menyusulnya juga. Tapi tidak semudah itu Niko, kamu harus meraskan apa yang dulu aku rasakan."
Kenzo memasukkan pil yang dulu ia konsumsi ke dalam mulut Niko secara paksa.
Buat Kakak-kakak
-Vira Kadu
-Sumarni
-Anisa
-Muhammad Niri
-Nurul Istiqomah
-FairahNz
-Marsiana Lodovika
-Berlian An
-Linda M
__ADS_1
(Terimakasih banyak🌹 sudah memberi Ayuza dukungan, kalian memang 👍👍😍 yang selalu membuat semangat Ayuza membara.)