
Seorang pemuda berhenti di sebuah toko permainan, disana ia melihat sebuah poster besar yang dipajang di depan pintu toko. sebuah poster permainan yang baru saja keluar.
Pemuda berpakaian jaket olahraga berwarna putih bercampur biru masuk ke dalam toko.
Namun, sebelum ia sempat masuk ke dalam toko, ia melihat ada seorang perempuan yang menyebrang tanpa melihat ke arah kanan dan kiri.
Terdapat sebuah mobil truk yang melaju tinggi, truk itu bisa saja membunuhnya.
Pemuda itu bergerak maju, tubuhnya seperti bergerak dengan sendiri nya. ia berlari mendekati perempuan itu dan mendorong nya keluar dari jalan.
Truk itu sudah sangat dekat dengannya, mungkin saja ia tidak sempat untuk melarikan diri atau selamat.
Truk itu menabraknya
Pemuda itu ------ Narumu menutup matanya.
Disaat ia membuka mata nya, ia melihat sebuah kota aneh yang menjulang tinggi. pemuda itu berdiri di tengah tengah jalan, terlihat banyak sekali orang.
Ia terkejut, lalu melihat ke arah sekeliling.
"Dimana aku?"
"Bukannya aku sedang menyelamatkan seorang perempuan?"
Narumu berjalan tanpa arah, ia melihat ke seluruh arah.
"Apa ini adalah khayalan sebelum mati?"
__ADS_1
"Aku akan mencobanya dengab memegang tembok."
Narumu memegang tembok di sebelahnya, ia terkejut ketika bisa merasakan rasa tembok itu, rasa dingin serta gelombang batu. Narumu masih tidak percaya, ia pun pergi ke sungai.
Di sungai, ia mengambil air dari tangan nya, lalu membasuhi wajahnya.
"Ini Bohong kan..."
Air nya sangat terasa di wajahnya, rasa dingin serta sejuk.
Ia bisa merasakan rasa dingin serta rasa sejuk dari air itu, Walaupun begitu Narumu terkejut.
Setelah membasuh wajahnya, Narumu kembali berjalan mengelilingi kota.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi? mengapa semua ini terasa sangat nyata?"
Wajahnya terlihat senang, matanya bersinar.
"Yosha! saatnya sang karakter utama muncul!"
Narumu melompat kegirangan, wajahnya tersenyum lebar. para penduduk melihat ke arahnya dan membuat Narumu malu.
"Jika benar aku isekai, maka apa aku dapat memakai sihir? akan aku coba."
Narumu berlari ke sungai kembali, disana ia mengulurkan tangan nya ke arah depan berniat untuk mengeluarkan suatu sihir.
"Sihir Air!"
__ADS_1
Namun tidak terjadi apa apa, Narumu mencoba sekali lagi. kali ini ia sudah melakukan konsentrasi penuh.
Hasilnya sama saja, Narumu tidak dapat mengeluarkan sihir.
"Ini aneh, mengapa aku tidak dapat mengeluarkan sihir? seharusnya karakter utama dapat menggunakan nya."
"kalau di light novel ataupun manga, biasanya seorang karakter utama akan mempunyai heroine. lalu, dimana heroine nya? aku sama sekali tidak melihatnya."
"Mana mungkin di cerita ini, aku tidak mempunyai heroine. aku kan karakter utama!"
Lalu, Narumu melihat sebuah bangunan besar. ia penasaran dengan bangunan itu dan mulai masuk ke dalam, terdapat beberapa orang yang berpakaian armor serta membawa senjata. yang tak lain bangunan itu adalah serikat Guild Petualang.
"Tempat para petualang! baru kali ini aku melihatnya secara jelas, biasanya aku hanya melihatnya dari balik layar."
Narumu berjalan melihat ke arah dalam, namun terdapat beberapa petualang yang menghalangi nya.
Mereka langsung menghajarnya, Narumu terhempas jauh sampai hidungnya berdarah.
"Sial..."
"Pergilah dari tempat ini, kamu bukan seorang petualang!"
Tubuh Narumu di seret serta di lempar ke arah pintu depan, Narumu menabrak tumpukan sampah dan kardus.
"Sial, apa memang harus seperti itu? kalian belum tahu saja kalau penyelamat dunia dari raja iblis adalah aku! kalian tunggu saja!"
Tubuh Narumu tercium bau busuk dan tak mengenakan, ia membuka jaketnya serta mencucinya di sungai.
__ADS_1