
Pencuri itu kabur setelah gagal melawan Narumu.
Orang yang di curi datang menghampiriku.
"Anu ... Itu tas milik ku."
"Ini tas? bukan nya dompet?"
"Bukan, itu adalah tas."
Percakapan aneh.
Narumu mengembalikan tas itu kepada nya, lalu mengangkat jaket nya. orang itu langsung menutup wajahnya ketika perut Narumu terbuka lebar.
"Tidak ada sama sekali luka di dada ku, apa yang sebenarnya terjadi?"
"..."
Narumu menoleh ke arahnya, ia menutup wajahnya.
Narumu menutup kembali jaketnya dan pergi, namun ia di hentikan. orang itu menarik lengan jaket Narumu.
"Ada apa?"
Orang ini memakai sebuah jubah yang dapat menutupi wajahnya, dia berdiri di hadapan Narumu.
"Anu... terimakasih sudah menolongku."
"Sama sama, dan lain kali kamu harus hati hati."
"Tunggu!" sontak dia menarik kembali lengan baju Narumu.
"Apa?"
__ADS_1
"Aku ingin memberikan kamu sebuah tanda terimakasih."
"Hah!? sudah, aku tidak membutuhkan nya."
"Tidak! aku akan memberikan nya kepadamu, walaupun kamu menolaknya."
Suara yang terdengar dari orang ini seperti suara seorang perempuan, Narumu menyadarinya. lalu karena penasaran, Narumu membuka jubah yang menutup wajahnya.
Terlihat seorang perempuan berambut cream dan mata biru yang sangat cerah membuat pandanganku terpaku.
Waktu terasa berhenti setelah pandangan kami menatap.
Seketika, wajahnya memerah dan langsung menarik jubahnya. wajah merah nya masih dapat di lihat dari sela sela jubah.
"Kamu tidak sopan, kamu tidak sopan!"
Ia mendorong Narumu ke sungai, Narumu pun tercebur ke dalam sungai.
"Huh, pakaian ku basah semua."
Jaket, celana serta sepatu nya basah semua, dan kini ia menjemurnya di atas sinar matahari.
Narumu duduk merenung sambil menunggu pakaian nya kering.
"Bagaimana ini? aku sudah membuatnya menangis."
Narumu kepikiran tentang perempuan tadi, ia merasa tak enak setelah seenaknya membuka jubahnya.
"Namun, wajahnya memang cantik bahkan aku tidak dapat memalingkan pandangan ku dari nya."
"Aku juga melihat sebuah telinga kucing di kepalanya, apa jangan jangan dia adalah ras demi human yang sangat melegenda di semua cerita fantasi!?"
"Ternyata begitu tampangnya, aku sangat menyukai nya."
__ADS_1
"Baru kali ini aku melihat ras demi human dengan mata kepala ku sendiri, biasanya aku hanya melihatnya lewat anime dan game."
"Namun, jika dia memang berasal dari ras demi human, maka ia mempunyai ekor!? sial ... apa apaan ini!?"
Narumu kegirangan, kedua tangan nya memegang pipi nya.
Beberapa menit kemudian, Narumu mengecek semua jaket nya. ia meraba raba jaketnya, untuk memastikan apakah jaketnya sudah kering atau belum.
"Sial, masih sedikit basah. namun, tak apa."
"Mungkin di tengah jalan akan kering sendiri."
Narumu kembali memakai jaket nya, walaupun masih sedikit basah.
Ia berjalan tanpa tujuan kembali, jaketnya masih sedikit meneteskan air sedangkan celana nya masih lepek. sepatu nya juga masih basah, kaki nya tak terasa enak.
"Bagaimana ini? pakaian ku basah semua."
Tiba-tiba, terdengar suara keras yang berasal dari perut Narumu. ia memegang perutnya, ia kelaparan.
Narumu mengambil uang dari dompet nya dan mencoba membeli sesuatu.
"Apa aku boleh membeli dengan uang ini?"
Narumu bertanya kepada salah satu pedagang.
Pedagang itu mengambil uang nya dan memeriksa nya menggunakan kaca pembesar.
"Tidak bisa, itu bukan uang di kota ini. bahkan aku tidak pernah melihat uang itu di dunia ini, jadi kamu tidak dapat membeli sesuatu dengan uang itu."
"Terimakasih atas info nya."
"Sial, sepertinya aku harus menahan rasa lapar ini."
__ADS_1