
Terlihat seorang lelaki berpakaian imperial dengan rambut putih bercampur biru berdiri di hadapan Narumu sambil menodongkan pedang nya.
"Apa yang kamu katakan?"
Secara tiba-tiba, lelaki itu berpindah tempat ke belakang Narumu dan kepala Narumu tertebas.
Ternyata, lelaki itu bukanlah berpindah tempat melainkan menebas kepala Narumu dengan kecepatan tinggi.
"Sudah kubilang, para pasukan ku kalah semua."
Kecepatan yang sangat cepat bahkan sulit untuk di lihat dengan mata telanjang, kecepatan yang sulit untuk di lakukan bahkan Narumu pun tidak menyadari kecepatannya dan berakhir di penggal.
"Seperti yang kulihat, ternyata kamu memiliki tubuh abadi."
Ia mengetahui kalau Narumu sudah kembali normal dan sedang berdiri di belakangnya, Narumu berdiri dengan tatapan ketakutan, ia meraba raba lehernya membayangkan rasa sakit tadi.
"Kecepatan yang bukan main, rasa sakitnya juga..."
"Siapa namamu!?"
Narumu menanyakan nama lelaki itu.
"Namaku adalah Raimy, imperial muda yang memimpin invasi ini."
"Invasi?"
"Ya, sepertinya kamu tidak mengetahui apapun tentang dunia ini ya."
"Iya, bagaimana kamu tahu?"
"Aku bisa melihatnya di matamu, omong omong aku ini pintar menilai orang lewat mata mereka."
"Oh begitu ya, pengetahuan yang sangat berguna!"
Narumu berlari ke arahnya berniat menyerang, mengangkat satu tangan nya dan berlari sambil berteriak.
"Apa kamu serius ingin melawanku dengan tangan kosong?"
"Katanya diri mu dapat menilai seseorang dari mata mereka, jadi kamu bisa melihat keseriusan ku untuk melawanmu!"
"Jangan bercanda."
Sebelum sampai ke Raimy, Narumu sudah lebih dulu ditebas, kali ini di bagian perutnya di tebas.
__ADS_1
"Sudah kubilang, jangan bercanda."
Raimy menghapus darah Narumu yang berada di pedangnya menggunakan sebuah lap, menghapusnya sampai mengkilap kembali.
Kemudian, Raimy meniup pedangnya supaya kebersihan nya sempurna.
"Langkah pertama untuk menjaga kebersihan pedang adalah dengan mengelapnya serta meniup menggunakan udara, maka pedang akan kembali mengkilap setelah menebas seseorang."
"Percakapan mu sungguh tidak dapat kumasukkan ke dalam otak ku!"
Secara tiba-tiba, Narumu berlari ke arahnya setelah ia berhasil menyembuhkan diri. ia sudah hampir sampai dan hanya tinggal mengambil beberapa langkah.
"Apa kamu serius?"
Narumu mengayunkan tangannya untuk mencapai Raimy, namun secara cepat Raimy menebas ayunan tangannya. tangan milik Narumu terbang entah kemana.
Narumu berjalan mundur sambil memegangi tangannya yang berdarah.
Lalu, berakhir ditebas kembali oleh Raimy.
"Kamu sangat suka mengotori pedang ku ya? aku lelah tau membersihkan darahmu."
Raimy kembali mengambil lap nya dan menghapus darah Narumu yang menempel, sebuah lap yang berwarna putih bercampur sedikit warna hitam di berbagai sisi.
"Alasan aku tidak ingin mengganti lap ini karena lap inilah yang menemani ku serta membantu ku dalam membersihkan darah para korban yang ku tebas, sepertinya darahmu termasuk."
Raimy menoleh sedikit ke belakang, melihat Narumu yang sudah berdiri bersiap menghadapi.
"Baru kali ini, aku mendapat lawan yang sangat sulit untuk dikalahkan. atau mungkin memang tidak dapat dikalahkan, selamat kamu masuk ke dalam daftar lawan ku yang terkuat!"
"Kau sangat lucu ya, bisa bisanya memasukkan nama seseorang ke dalam list mu tanpa seizin orang itu!"
"Kamu akan mati disini, karena aku ---- seorang karakter utama di cerita ini akan membunuhmu!"
"Saatnya mendapatkan title "Sang Penyelamat Kerajaan!"
Narumu berlari kembali dengan tangan kosong, betapa bodohnya ia tidak mengambil senjata para musuh yang ada di belakangnya.
Narumu mengayunkan pukulan beruntun kepada Raimy.
Dengan mudahnya, Raimy menghindar seluruh serangan yang di hasilkan oleh Narumu.
"Hanya itu saja, kamu sungguh lucu."
__ADS_1
Dan Raimy berhasil menebas kembali, kali ini ia menebas seluruh badan Narumu hingga terbelah menjadi dua.
Kecepatan nya sangat sulit untuk dikalahkan, bahkan sulit untuk dipandang dengan mata telanjang.
"Bagaimana dengan tebasan itu? apakah sakit?"
"Ya... sangat sakit..."
Narumu sudah berdiri kembali, ia berdiri dengan keadaan lemas.
"Kamu sudah melayaniku sampai sekarang dan lihatlah pakaian mu, sudah rusak akibat tebasan yang kuberikan. sepertinya tubuh abadi mu tidak dapat memproduksi sebuah pakaian baru."
"Walaupun kamu memiliki kecepatan yang hebat, namun kamu tidak dapat mengalahkan kekuatan abadiku!"
"Kita lihat saja."
Narumu kembali berlari, kali ini ia berlari dengan penuh semangat, berteriak keras.
"Aku akan hidup kembali dan hidup kembali untuk mengalahkan mu! kamu tidak akan bisa mengalahkan kekuatan ku!"
"Kita lihat saja nanti."
Disaat Narumu hendak menghampirinya, dengan cepat Raimy menebas Narumu dengan 9 tebasan. kecepatan tebasan nya membuat waktu seakan akan berhenti, Bahkan Narumu sampai membeku melihat kecepatannya.
"Seni Tebasan : 9 Tebasan Angin!"
Narumu berakhir dengan terbelah menjadi banyak.
Raimy membersihkan pedangnya kembali.
"Bagaimana? bagaimana kamu bisa hidup terus menerus dan mengalahkanku kalau kamu saja masih tidak dapat menghindari kecepatan tebasanku."
Lalu, Raimy menoleh ke arah belakang serta menodongkan senjata nya ke arah Narumu yang sedang tengkurap. ia menodongkan nya ke arah leher Narumu, di posisi ini Narumu terpojok.
"Kamu tidak dapat mengalahkanku karena sedari tadi, kamu mengatakan hal yang aneh untuk di dengar. jika kalau kamu tidak mengatakan hal omong kosong itu, maka mungkin kamu akan menang."
"Sialan, apa kamu tidak tahu kalau aku ini adalah karakter utama? jadi, aku tidak mengatakan hal omong kosong!"
"Oh begitu ya, lalu aku ingin mengatakan satu hal untukmu."
"Apa!?"
"Apa kamu ingin bergabung dengan militer kerajaan Elries?"
__ADS_1
"Eh?"