Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 3rd Bab 5


__ADS_3

Sepulang dari kerja, Narumu langsung memeluk Rain. dan membuat Rain terkejut karena Narumu secara tiba tiba memeluknya.


"Ada apa, Tuan?"


"Tidak, aku hanya sedang ingin memelukmu."


Rain membalas pelukan Narumu.


Pada malam hari nya, terdapat pesta bangsawan di kerajaan Elikira yang mengundang semua bangsawan yang tinggal di kerajaan Elikira termasuk dengan Shin dan Alecia.


Pesta itu diadakan oleh sang raja untuk merayakan hari ulang tahun sang raja, para penduduk ikut meramaikan dengan menghias seluruh kota.


Para penduduk pun membuat sebuah pesta dansa di tengah kota untuk meramaikan pesta ulang tahun sang raja.


Banyak sekali keluarga bangsawan yang hadir di pesta itu.


Kembang api pun dinyalakan meramaikan langit, seluruh penduduk serta bangsawan saling tersenyum.


Shin dan Alecia saling bermesraan di pesta itu, mereka saling menyuapi satu sama lain dan ikut berdansa. Alecia dan Shin sangatlah lihai dalam berdansa bahkan mereka pun tak gagal dalam bergerak.


Sedangkan Narumu sedang menjahit jaketnya yang sudah rusak, ia menambal bagian bagian yang berlubang dengan baju yang sudah ia pakai.


Sebelah dada bagian kanan rusak karena tebasan Pada saat itu, dan rusaknya juga tak seberapa. Narumu pun harus menjahitnya dengan extra hati hati agar tangannya tak terkena jarum tajam.


Untuk celana serta sepatunya sama sekali tidak mengalami kerusakan, hanya sedikit robek dan bau karena Narumu tidak pernah mengganti celananya bahkan sepatu nya sekali pun.

__ADS_1


Sedangkan Rain sedang menatap para penduduk yang sedang menari dan bergembira, ia seperti menginginkan kegembiraan itu. Narumu melihat ke arahnya dan langsung menarik tangannya untuk ke bawah.


"Anda ingin membawa saya kemana?"


Di luar kamar, Narumu pun mengajak Rain menari. ia mengulurkan tangannya kepada Rain.


"Apa kamu ingin menari denganku?"


"Ya."


Mereka berdua pun menari, tarian mereka lebih lihai dari sebelumnya.


Setelah menari, Narumu kembali ke atas kamar untuk menyelesaikan jahitannya. sedangkan Rain pergi mencari makanan di pesta, ia diberi sedikit uang untuk membeli makanan.


Shin menghampirinya membawakan dua gelas jus, ia menempelkan jus dingin itu ke pipi Alecia dan membuat diri nya terkejut. melihat reaksi Alecia, Shin tertawa terbahak bahak.


"Kamu suka sekali mengusiliku."


"Habisnya kamu selalu murung, jadi aku usil deh."


"Terimakasih."


Alecia kembali murung, walau sudah diberi jus oleh Shin.


"Hei kamu tau tidak kalau bintang itu melambangkan keberanian dan bintang itu melambangkan kesucian."

__ADS_1


"Bagaimana kamu tahu tentang lambang bintang?"


"Aku belajar!"


Disaat mereka berdua sedang bermesraan, datang kedua orang tua dari Shin dan Alecia. wajah mereka semua terlihat tersenyum seperti ada sesuatu.


"Wah, kalian berdua terlihat sangat mesra."


"Ah ayah, ibu."


"Kami punya kabar baik untuk kalian berdua."


"Apa itu?" tanya Shin dengan semangat.


"Kalian berdua akan menikah pada esok hari."


"Hah!?" mereka berdua terkejut mendengar hal itu.


Secara tiba-tiba, tangan Narumu terkena jarum. jarumnya masuk ke dalam kulitnya dan sulit untuk di cabut, ia pun mencari cara untuk mencabutnya.


Narumu menarik jarum itu dengan keras dan akhirnya dapat lepas.


Kebahagiaan menyelimuti keluarga Shin dan Alecia, mereka berdua pun saling tersenyum ketika mengetahui kalau esok adalah hari pernikahan mereka.


Namun, di dalam hati Alecia tidak. ia masih sedikit merindukan wajah Narumu. sebenarnya apa yang terjadi diantara Alecia dengan Narumu?

__ADS_1


__ADS_2