
Narumu melihat seorang lelaki muda dan seorang perempuan muda yang mungkin saja sepantaran dengannya, tatapan perempuan muda melihat ke arahnya dan tatapan mereka saling bertemu.
Awal tatapan mereka bertemu, Narumu langsung senang ketika melihat seorang pemuda yang sepantaran dengannya. Baru kali ini, ia melihat seorang pemuda yang mungkin saja sepantaran.
Mengapa mungkin saja? karena biasanya di dalam dunia fantasi, terdapat beberapa hal yang tidak biasa seperti umur yang tua dengan tubuh muda. dan itu semua hal wajar di dunia ini.
Biasanya ketika seorang lelaki melihat seorang perempuan cantik mereka langsung jatuh cinta. Namun, tidak untuk Narumu.
Walau tatapan mereka saling bertemu, Narumu menanggapinya dengan wajah datar. ia sama sekali tidak jatuh cinta dalam pandangan pertama, dan bukan itu saja.
Ia melihat seorang lelaki di hadapan perempuan itu, berkemungkinan besar lelaki itu menaruh rasa cinta kepada perempuan itu, jadi Narumu tidak ingin menganggu hubungan seseorang dan alasan itulah mengapa ia tidak langsung jatuh cinta pada pandangan pertama
Rain pun ikut melihat perempuan itu, ia tahu kalau Narumu melihat ke arah perempuan itu. Rain pun bertanya kepada Narumu, "Tuan, apa dia adalah kenalan mu?"
Narumu pun menjawab "Tidak."
"Dia bukanlah kenalanku, aku sama sekali tidak mengenal nya."
"Oh begitu ya."
Narumu kembali berjalan, kali ini ia berjalan melewati tengah kota.
__ADS_1
Narumu melihat bangunan bangunan yang menjulang tinggi di sekeliling kerajaan, model bangunan yang berada di kerajaan Elikira memiliki perbedaan di antara bangunan kota kerajaan lain.
Walaupun begitu, Narumu sama sekali tidak memikirkan perbedaan itu. ia menganggap semua bangunan sama saja dan tidak ada perbedaan.
Sambil menghabiskan sarapan pagi, Narumu lanjut berjalan.
Dari arah ia berjalan, Narumu melihat sebuah bangunan yang menjulang tinggi bahkan jika dilihat dari kejauhan, bangunan itu lebih tinggi dari bangunan lain.
Karena rasa penasaran nya tinggi, Narumu pun pergi ke bangunan itu bersama dengan Rain.
Rain masih saja memegang jarinya, ia sama sekali tidak melepasnya. menurutnya, tangan miliknya sedang membutuhkan pelukan hangat dari tangan lain, walau begitu Narumu sama sekali tidak melarang Rain.
Akhirnya, Narumu sampai di bangunan yang ia lihat dari kejauhan. sebuah bangunan besar yang terlihat seperti sekolah besar, dan ternyata benar tempat itu adalah sekolah karena banyak anak muda berpakaian seragam yang mulai masuk ke dalam bangunan itu.
"Aku ingin masuk ke dalam, namun aku malas untuk bersekolah."
Narumu pun terdiam sejenak, ia mengingat kembali disaat ia masih berada di dunia nyata.
Pada saat itu, Narumu trauma tidak ingin masuk ke sekolah. karena trauma nya terhadap perudungan, ia tidak mau di bully oleh teman temannya karena hati nya yang mudah retak.
Akhirnya, ia memilih menjadi hikikomori dan malas untuk bergaul. lalu, ada seorang perempuan dari kelasnya yang mencoba membujuknya, ia adalah perempuan yang menyukai Narumu. namun, Narumu malah menolak ajakannya dan terus menerus menjadi hikikomori.
__ADS_1
Dan sampai sekarang, perempuan itu belum menyampaikan rasa cintanya terhadap Narumu.
"Tuan, lihatlah."
Terlihat sebuah kereta bangsawan yang berhenti di depan bangunan sekolah, lalu dari arah bangunan sekolah terdapat para pelayan yang langsung menggelar karpet merah.
Dari arah kereta, keluar seorang murid perempuan yang terlihat sangat elegan dan kaya raya. rambutnya yang selalu di tata rapi serta make up yang terlihat mahal, bahkan bau parfumnya sampai tercium ke arah hidung Narumu.
Ia berjalan dengan gaya elegan bahkan merendahkan para murid lain.
"Biasanya karakter seperti itu adalah karakter yang arogan, sombong dan egois yang hanya berani menunjukkan sifat, namun tidak untuk kekuatan."
Lalu, terlihat lelaki dan perempuan yang sebelumnya dilihat oleh Narumu. perempuan itu pun sekali lagi melihat Narumu dengan tatapan bingung, namun ia pun langsung membuang wajahnya dari pandangan Narumu.
"Perempuan itu... apa yang sebenarnya ia lihat dari ku?"
"Ayo pulang, Rain."
Disaat perempuan itu ingin melihat Narumu lagi, ia sudah menghilang dari tempat itu. ia pun mencari cari Narumu sampai diketahui oleh Anak lelaki.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Tidak."
Ia pun murung ketika tidak berhasil melihat Narumu lagi.