
Rasa penasaran Narumu meningkat ketika melihat sangkar besar di tengah hutan, ia pun memegang sangkar itu. Disaat hendak memegang, muncul sebuah medan pelindung yang mengelilingi sangkar itu.
Dan Semua jari tangan kanan Narumu terpotong akibat bertabrakan dengan medan itu, Narumu memegangi tangan nya yang berdarah.
Perlahan, jari nya tumbuh kembali menjadi semula. Narumu memeriksa tangannya, ia menggerakkan tangannya untuk memastikan jari tangannya bisa digunakan dan di gerakkan.
"Baiklah, saatnya mencoba lagi."
Narumu kembali mencoba meraih sangkar itu, namun ditahan oleh medan itu. Narumu pun memaksakan diri nya, ia mendorong terus tangannya hingga dapat menembus medan itu.
Perlahan, tangan nya dapat menembus walaupun jari jarinya mulai terpotong. medan pelindung mulai terbuka, Narumu terus mendorong dirinya untuk dapat menembus Medan.
Ia pun hampir menembus, namun tangan kanan nya malah terpotong. dan membuat nya gagal, ia pun harus merasakan rasa sakit yang luar biasa untuk menumbuhkan kembali tangannya.
Setelah tangan nya kembali tumbuh, Narumu mencoba nya lagi. kali ini ia memakai kedua tangan nya untuk menembus medan, perlahan ia mulai masuk dan mendorong kedua tangannya.
Perlahan satu demi satu jari tangannya terpotong, namun ia tetap memaksakan.
Dan pada akhirnya, ia berhasil memegang tubuh sangkar itu. medan penghalang itu mulai menghilang, Narumu berhasil menembus penghalang itu.
Secara tiba-tiba, penghalang itu muncul kembali dan membelah tubuh Narumu. ia pun tewas kembali dengan keadaan mengenaskan.
__ADS_1
Perlahan, tubuhnya mulai membentuk kembali dan menjadi normal.
Narumu pun meraba raba di sekelilingnya, dan tak terasa apapun. medan penghalang nya sudah menghilang, Narumu menghela nafas lega.
"Syukurlah, betapa terkejutnya aku ketika merasakan tubuhku terpotong."
"Baiklah, saatnya membuka sangkar ini."
Narumu melihat sebuah segel berbentuk aneh yang kelihatannya sulit untuk di buka, Narumu mencoba memegang Segel itu dan tak terasa apapun.
"Bagaimana caranya membuka segel ini?"
"Bagaimana kalau aku memperagakan pergerakan penyihir yang sedang membuka segel? ide bagus."
"Saatnya membuka segel ini, terbukalah!"
Segel itu tak terbuka bahkan tak menunjukkan apapun, Narumu pun mencoba membukanya dengan cara menempelkan darahnya.
Ia pun menyobek kulit jari telunjuknya dan menempelkan darahnya di segel itu, secara tiba-tiba segel itu mengeluarkan warna cerah seperti ingin terbuka. Narumu pun menunggu terbukanya segel itu dengan cara melihatnya.
Namun, di dalam tangan kanannya seperti ada sesuatu. sesuatu itu bergerak ke seluruh tubuh Narumu dan meledak di dalam tubuhnya, Narumu pun tewas kembali.
__ADS_1
Segel itu pun terbuka setelah Narumu tewas.
Perlahan, Narumu membentuk seluruh tubuhnya kembali, dimulai dari tangan dan kakinya. dan tubuhnya kembali seperti semula.
"Hah.. Hah... Hah.... Betapa anehnya tadi, rasanya juga masih terasa di tubuhku."
"Sepertinya segel itu sudah terbuka, saatnya melihat isi dalamnya."
Narumu menghampiri segel itu, karena segelnya sudah terbuka. ia pun membuka sangkar itu dan melihat isi nya, sontak ia terkejut melihat isi dari sangkar itu.
Terlihat seorang perempuan berambut biru muda bercampur merah yang menusuk perut Narumu ketika ia membuka sangkar, Narumu pun berjalan mundur sambil melihat perutnya tertusuk.
"Beginilah yang kubenci, rasa sakitnya sangat terasa dan sulit untuk dihilangkan."
Perempuan itu pun melepaskan tusukannya, Narumu pun jatuh tersungkur dengan darah dibagian perutnya, ia pun menekan perutnya untuk menghambat darah yang keluar.
"Kukira seorang yang menyelamatkanku kuat, ternyata hanya seorang manusia penuh keberuntungan."
Narumu pun tewas kembali karena kehabisan darah.
Perempuan itu pun pergi menjauhi Narumu, lalu ia terkejut ketika merasakan aura orang lain. ia menoleh ke seluruh arah mencari aura itu, aura kehidupan itu terasa di belakang Perempuan itu.
__ADS_1
Ia pun menoleh ke belakang dan melihat Narumu yang sedang membentuk diri, sontak ia terkejut melihat Narumu dapat hidup kembali.
Ia pun langsung berlutut melihat kekuatan Narumu yang dapat hidup kembali.