Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
If First Bab 4


__ADS_3

Rasa lapar mulai melanda di perut Narumu, setiap kali berjalan terdengar bunyi dari arah perutnya. ia tak punya uang untuk membeli makanan, dia hanya mempunyai uang yang berasal dari bumi asli. Namun, uang itu tidak dapat dipakai di dunia ini.


Narumu berhenti sejenak di sebuah bangku, ia sudah tidak tahan ingin memakan sesuatu. Mungkin menurutnya dengan duduk akan meredakan rasa lapar, namun tidak. perutnya masih berbunyi.


"Bagaimana ini?"


Narumu mulai merenungkan sesuatu.


Disaat ia sedang merenung, perutnya masih berbunyi. mau tak mau, Narumu kembali berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan kembali.


Di hadapan nya, ia melihat sekotak penuh berisi apel di sebuah kereta, tumpukan apel itu membuat mulutnya mengeluarkan air liur.


"Saatnya mencuri!"


Narumu berlari sekuat tenaga untuk mengejar, lalu mengambil 3 buah apel dan pergi kabur. sang pedagang masih belum menyadari kalau Narumu mengambil apel nya.


Narumu berhasil mendapat 3 buah apel merah, ia memakan semuanya dengan lahap. walaupun begitu, perutnya masih saja berbunyi.


Narumu kembali berjalan sambil memegangi perutnya, Sedari tadi perutnya terus berbunyi.


Lalu, ia melihat ada sebuah roti yang berjejer di atas kotak, roti panjang yang sepertinya masih hangat.


"Semoga saja dapat!"


Narumu berlari sekuat tenaga, disaat ia hendak berhasil mendapatkannya. muncul seseorang dari arah balik tembok, Narumu menabrak orang tersebut.


"Aduh, sakitnya."


"Ah, maaf....eh?"


"..."


Orang yang di tabrak oleh Narumu, yang tak lain adalah perempuan sebelumnya.


"Kamu!"


Perempuan itu langsung mengambil jarak menjauhi Narumu, ia juga menutup wajahnya rapat rapat.

__ADS_1


"Maaf, aku tadi tidak sengaja."


Perempuan itu membalik badan nya.


"Apa kamu ingin memaafkan ku?"


"..."


Perutnya berbunyi kembali, Narumu memegang perutnya dengan kedua tangan nya. Perempuan itu mengintip sedikit dari sela sela jubah, melihat Narumu yang sedang memegang perut.


Perempuan itu membalik badan.


"Ayo ikut aku."


Perempuan itu menarik tangan Narumu, entah mereka ingin pergi kemana.


Ia mengajak Narumu ke sebuah toko makanan, terdapat makanan yang berjejer di atas meja. makanan itu semua terlihat lezat di mata Narumu.


"Kamu ingin apa?"


"Eh?"


"Baiklah."


Setelah memilih makanan, Narumu bersama perempuan itu duduk bersama dan makan. Narumu terlihat bersyukur dapat memakan, ia langsung memegang tangan perempuan itu.


"Terimakasih! terimakasih sudah mentraktirku!"


"Eh?"


Perempuan itu terkejut melihat Narumu yang secara tiba tiba menggenggam tangan nya, sekaligus ia tersipu malu.


"Sama sama."


Narumu kembali makan.


"Siapa nama mu?"

__ADS_1


"Aku?" tanya Narumu


"Iya, kamu."


"Nama ku adalah Narumu."


"Namaku adalah Blue, salam kenal."


"Nama yang menarik."


Blue tersipu malu.


Setelah menghabiskan makanan, mereka berdua duduk santai melihat pemandangan. walaupun suasana senyap sunyi tanpa adanya pembicaraan


Mereka berdua tidak berbicara, berkemungkinan mereka berdua gugup.


"Baru kali ini aku mengajak seorang perempuan berbicara!"


"Pemandangan nya indah ya."


Narumu mencoba membangkitkan suasana dengan membuat suatu pembicaraan.


"Iya."


"......."


Pembicaraan yang sangat lah singkat, suasana kembali sunyi.


"Anu... kamu tinggal dimana? kamu adalah seorang ras demi human kan?"


"Bagaimana kamu tau?"


"Aku sudah bisa melihatnya di telinga mu, kamu tidak usah menyembunyikan nya di hadapanku. lagian aku tidak berniat membunuhmu."


Blue membuka jubahnya dan memperlihatkan telinga kucingnya, wajahnya semakin cantik dan imut ketika jubahnya dibuka.


"Kamu semakin cantik."

__ADS_1


Blue kembali tersipu malu, kali ini ia terdiam membeku sambil tersipu.


__ADS_2