Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 2nd Bab 4


__ADS_3

Narumu kembali berpetualang, kali ini ia ditemani dengan Rain. seorang pelayan iblis yang baru saja ia selamatkan, awalnya ia seorang iblis yang dikurung.


Namun di selamatkan oleh Narumu dan ia mengajukan diri menjadi pelayan Narumu yang akan menemani Narumu sampai akhir.


Narumu berpetualang tanpa tujuan dan arah, bahkan setelah meninggalkan kerajaan Euphmion, Narumu tidak tahu ingin berbuat apa dan berpetualang kemana.


Setelah menghabiskan waktu, Narumu beristirahat di pohon rindang bersama dengan Rain. Narumu mengajak Rain untuk bersandar di sebelah nya, Namun Rain menolak.


Ia malah duduk di tempat panas, ia terkena pancaran sinar matahari. Narumu merasa tak enak, ia pun berjalan menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


Rain terkejut melihat Narumu duduk di sebelahnya, ia mencoba bangun namun tangannya di hentikan oleh Narumu. Narumu memegang tangannya dan menyuruh Rain duduk.


Rain pun mematuhi perintah Narumu dan duduk di sebelahnya.


Narumu kesulitan berkomunikasi dengan Rain karena sikap kaku Rain, menurutnya itu wajar. Narumu mencoba berkomunikasi dengan Rain secara bertahap.


"Kukira setiap demon punya sikap yang tegas karena mereka dikenal sebagai ras kejam, namun mengapa kamu memiliki sikap kaku?"


"..."


Rain pun sedih, ia memurungkan wajahnya.


"Eh? maaf, aku seenaknya berbicara seperti itu."


"Tidak apa, Tuan."


Mereka duduk kembali, Narumu mengajak Rain untuk duduk di bawah pohon.

__ADS_1


Setelah beristirahat, Narumu kembali jalan. kali ini ia melewati sungai besar dan air terjun besar, air itu terlihat sangat sejuk bahkan cipratannya terkena pipi Narumu.


"Rain, apa kamu ingin mandi bersama?"


"Tidak tuan, saya nanti saja."


"Sudahlah, ayo."


Narumu menarik tangan Rain menuju air terjun, disana Narumu membuka semua pakaiannya dan langsung terjun. tubuhnya terkejut ketika merasakan rasa air itu, rasa nya dingin dan sejuk.


"Rain, cepatlah!"


Dari arah semak semak, datang Rain yang memakai pakaian renang. ia meminjam pakaian dan celana Narumu.


Rain pun ikut turun ke air, mereka berdua menikmati air sejuk itu.


Mata mereka saling bertemu, pandangan mereka berdua saling tertatap.


"Ah maaf."


Kedua pipi Narumu memerah, Rain pun ikut memerah.


Setelah berenang di air terjun, Narumu bersama Rain melanjutkan perjalanan tanpa arah.


Di tengah jalan, Narumu teringat dengan Blue, ia merindukan dirinya. Setelah terpisah di kerajaan Euphmion, Narumu tidak mendengar kabar Blue bahkan bertemu saja tidak.


Lalu, Narumu melihat seorang pedagang yang membawa barang dagangan, ia memakai sebuah kereta yang ditarik oleh kuda. Narumu pergi menghampiri pedagang itu.

__ADS_1


"Permisi, anda ingin pergi kemana?"


"Saya ingin pergi ke kerajaan Neomia."


"Saya ingin bertanya, apakah disini ada kota terdekat?"


"Ada, ayo saya beri tumpangan."


"Terimakasih."


Narumu dan Rain menaiki kereta itu, mereka duduk di belakang bersama barang dagangan yang ia bawa. Pedagang itu membawa susu sapi segar, bau nya tercium di hidung Narumu.


"Anda petualang ya?"


"Bukan, kami hanya..."


"Hahaha, para petualang tidak semuanya membawa senjata dan membunuh monster. biasanya ada para petualang yang gemar bertualang."


"Ah hahaha."


Akhirnya sampai ke sebuah kota, kota yang dipenuhi oleh lampu kuning. sebelum masuk ke dalam kota, semua barang serta tubuh kami diperiksa untuk memastikan keselamatan.


Setelah diperiksa, kami diperbolehkan masuk. pedagang itu menurunkan kami dekat pintu masuk, ia pun memberikan kami 2 botol susu sapi.


"Terimakasih."


"Hati-hati."

__ADS_1


Pedagang itu pun meninggalkan Narumu dan Rain.


__ADS_2