Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
If First Bab 7


__ADS_3

Sebuah armada kapal yang berbentuk besar dan berjumlah banyak berhenti di atas kerajaan Euphmion, kumpulan armada tersebut menutupi sinar matahari yang menyinari kerajaan Euphmion.


Kerajaan Euphmion menjadi gelap seperti tertutup, para warga menatap ke arah atas melihat kumpulan armada termasuk Narumu.


"Apa-apaan itu?"


Narumu terkejut melihat kumpulan armada kapal di atas langit Euphmion.


"Apa jangan-jangan ini adalah event khusus?"


"Tidak, tidak, tidak, aku tidak boleh menyimpulkan seperti itu."


Secara tiba-tiba, muncul sebuah cahaya berwarna orange yang meluncur ke arah bawah. cahaya itu menghantam bagian kerajaan Euphmion dan menghasilkan sebuah ledakan besar yang membuat Narumu terpental.


"Waaah!"


Narumu berhenti menabrak sebuah tiang, mulutnya mengeluarkan air liur dan jatuh terkapar.


Muncul lagi sebuah cahaya yang sama, namun berjumlah banyak. cahaya itu menyebar ke seluruh area kerajaan dan menghasilkan sebuah ledakan.


Para warga mulai berlarian, kehancuran terjadi di seluruh penjuru kerajaan.


Narumu kembali berdiri dengan keadaan lemas, kakinya bergetar dan wajahnya di penuhi luka lecet.


Ia mengusap wajahnya untuk menghilangkan tanah yang menempel di mulutnya.


"Sial, aduh..."


Disaat Narumu berbicara, mulutnya merasakan rasa sakit. Narumu meraba arah rasa sakit itu.


"Luka lecet ya, sepertinya kekuatanku tidak dapat menyembuhkan luka seperti ini."


"Berarti, kekuatanku hanya dapat menyembuhkan luka besar atau kerusakan yang sangat besar seperti terpenggal atau di tebas sebuah pedang, namun tidak untuk luka kecil."


"Pengetahuan ku sangatlah baik! sekarang, aku harus pergi untuk menyelamatkan para penduduk, ini adalah tugas ku sebagai seorang karakter utama!"

__ADS_1


Narumu berlari sekuat tenaga dan semangat, berlari melewati ledakan yang di hasilkan.


Lalu, tersandung sesuatu yang membuat Narumu jatuh. dagu nya menabrak permukaan dan berubah menjadi merah.


"Sial, apa yang membuat aku jatuh?"


Narumu menoleh ke arah belakang dan melihat mayat seorang penduduk yang berwarna hitam, namun hitamnya bukan lah warna kulit melainkan hitam karena terbakar.


"Waaah!!"


Narumu berteriak ketakutan, ia mengambil langkah mundur sambil melihat mayat itu.


Ia kembali bangun dan berlari kembali.


"Sial, Sial!!!"


Narumu menutup kedua telinganya sambil berlari, ia takut mendengar suara ledakan di sekelilingnya.


Lalu, terdengar suara teriakan para penduduk yang memenuhi suasana membuat Narumu berteriak gila.


Disaat berlari, tiba-tiba Narumu jatuh kembali. kali ini ia terjatuh menghantam tangga, gigi nya patah serta hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. ia memegang bagian mulutnya menggunakan kedua tangannya dan berguling kesakitan.


Lalu, ada seseorang yang mengangkat Tubuh Narumu. Ia membuka matanya dan melihat sekelompok pasukan bersenjata atau biasa disebut dengan kesatria


"Ah tolong saya!"


Narumu berteriak kembali, kali ini ia meminta pertolongan kepada para kesatria yang menolongnya. namun para kesatria itu malah memukuli nya, mereka menghantam tubuh Narumu ke tanah dan memukuli Narumu.


"Sakit! sakit!"


"Saatnya mati, penduduk Euphmion!"


Salah satu kesatria menarik pedang dari sakunya dan mengangkat pedangnya ke arah Narumu.


"Tunggu! tunggu! aku bukanlah penduduk disini, aku juga bukan seorang penduduk asli disini! aku hanyalah penduduk dari bumi, dari negara bernama japan, aku datang kesini tanpa mengetahui apapun! bukan aku yang membunuh mereka! jadi, ampuni aku!!!"

__ADS_1


"Sudahlah, diam saja kau Penduduk Euphmion."


Para kesatria menebas kepala Narumu dan membuat Narumu terkapar tak berdaya, darah mulai mengucur dan keluar dari lehernya. para kesatria melepaskan tubuh Narumu di tempat itu.


"Dasar, mengapa para penduduk Euphmion terlalu banyak berbicara?"


"Sepertinya ia takut dengan kematian, makanya ia meminta pertolongan kepada kita."


"Hahahah!"


Para kesatria musuh tertawa menertawai kejadian tadi.


Lalu, secara tiba-tiba, tubuh Narumu bergerak. tubuhnya perlahan berdiri dan kepalanya perlahan terbentuk dari lehernya, para kesatria musuh yang melihat terkejut.


"Tidak mungkin...."


"Bagaimana bisa dia mempunyai...."


Narumu menerjang mereka setelah kepalanya kembali, ia memukul satu kesatria yang menebasnya. sebelum pukulan nya sampai di kepala kesatria itu, Narumu sudah mempersiapkan 2 jari untuk menusuk matanya.


Alhasil, mata sang Kesatria tertusuk, matanya mengeluarkan darah.


Lalu, menerjang kembali ke kesatria berikutnya. tangannya hendak sampai ke kesatria itu, namun tangan nya sudah lebih dulu terpotong.


Narumu berjalan mundur memegangi tangan nya yang mengeluarkan darah, dari arah belakang salah satu kesatria menusuk punggung Narumu dan membuat Narumu jatuh kembali.


Namun, ia kembali berdiri dengan tubuh yang masih segar.


Narumu memukul seluruh kesatria dengan kedua tangannya, dan berakhir dengan kemenangan di tangannya.


Tangannya berlumuran darah para kesatria, wajahnya juga dipenuhi luka lecet. ia terdiam setelah memukul semua kesatria, wajahnya di turunkan ke arah bawah melihat permukaan.


"Ah, semua pasukan ku kalah deh."


Lalu, muncul seseorang dari arah hadapan Narumu, ia mengangkat wajahnya untuk melihat orang itu.

__ADS_1


__ADS_2