Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
If First Bab 2


__ADS_3

Narumu duduk di sebuah bangku, ia menatap pemandangan kota dan melihat orang orang.


"Aduh, masih terasa sakit."


Ia mengelus-elus hidungnya, menghapus darah yang keluar. hidung nya memerah.


Narumu bersandar di pohon, menikmati sejuknya angin dan panasnya matahari.


Ia menatap ke arah kota.


"Huh ... Jadi, aku disini untuk berbuat apa? ini bukan seperti yang kuinginkan."


"Biasanya seorang karakter utama akan mendapatkan sebuah keahlian yang kuat, namun mengapa aku menjadi begini? tanpa kekuatan dan kemampuan."


"Aku disini menjadi siapa? karakter utama atau bukan? sial."


Narumu menghela nafas.


"Dan juga, heroine utama tidak datang menghampiri ku.. padahal aku ingin mempunyai kekasih!"


"Sebenarnya, aku ini apa? karakter utama atau hanya karakter biasa? jika memang aku karakter utama di dunia ini, seharusnya aku mempunyai kekuatan layaknya karakter utama lainnya yang ku baca di manga."


Narumu kesal dengan kejadian ini, ia memegang kepalanya.


"Tolong! tolong hentikan dia!"


Secara tiba-tiba, terdengar seseorang yang sedang meminta tolong. seseorang itu sedang mengejar seorang pencuri yang lewat di sebelah Narumu.


Waktu membeku ketika pandangan Narumu dan pencuri itu saling tertatap.


Narumu hendak menghentikan nya dengan cara mencoba memegang tangan nya, namun ia kalah cepat.


"Sialan!"

__ADS_1


Narumu terkejut ketika melihat pencuri itu memanjat dengan cepat dan mudah.


Orang itu masih mengejar pencuri.


"Sepertinya, aku harus menunjukkan pesona ku sebagai seorang tokoh utama!"


Narumu berlari mengejar pencuri itu, ia menatap ke arah atas melihat pencuri itu. sang pencuri masih berada di sebelah kiri Narumu.


Lalu, Narumu melihat sebuah tiang, tiang itu dapat di panjat ke atas.


"Saatnya skill memanjat ku menggelora! tunggu saja, pencuri! skill memanjat ala assassin creed akan ku keluarkan!"


Narumu mencoba memanjat satu tiang dan pergi ke tiang selanjutnya, namun ia malah jatuh ke bawah.


Narumu jatuh tengkurap, menghantam permukaan.


"Sakitnya! sepertinya ini bukan permainan tentang ninja, bagaimana dengan skill tree ku? apa aku belum memilih skill memanjat!?"


Narumu menepuk kedua pipi nya, lalu kembali berlari.


Pencuri itu masih berada di dalam pandangan Narumu, pencuri itu melompat ke satu bangunan ke bangunan lainnya.


Ia melakukan itu dengan mudah tanpa gangguan.


"Aku harus mencari sesuatu untuk menjatuhkan nya."


Narumu mengambil beberapa kerikil dari tanah, lalu melemparnya ke arah pencuri itu.


Pencuri itu seketika berbelok dan membuat lemparan batu nya meleset.


Narumu ikut berbelok mengikuti nya.


Tersisa satu kerikil di tangan nya, Narumu mengerahkan seluruh kemampuan nya di mulai dari kefokusan dan ketajaman.

__ADS_1


Ia melempar kerikil itu dan mengenai nya, pencuri itu jatuh ke sebuah lorong, jatuh tepat di bawah tumpukan kotak kayu.


Suara nya terdengar keras, Narumu menghampiri asal suara itu.


Narumu melihat pencuri itu terjatuh, ia mendekatinya.


"Saatnya anda menyerah, kembalikan dompet itu."


Disaat Narumu hendak mengambil dompet itu, pencuri itu langsung hendak menghunus pisaunya. Namun, Narumu berhasil menghindar.


"Woah! sial! hampir saja aku me restart ulang, namun aku bukan tokoh utama di Re:Zero dan ini sepertinya bukanlah game. jadi, aku tidak memiliki kemampuan merestart diri."


"Mundur kau!"


Pencuri itu menodongkan pisau nya ke arah Narumu.


Narumu mulai bergerak secara waspada, ia menatap pisau yang di todongkan.


"Sial!"


Tanpa berpikir panjang, Narumu langsung berlari menghadang pencuri itu. Narumu berlari mengangkat tangan kanan nya, berniat menghadapi nya secara langsung.


Pencuri itu melesat cepat ke arah nya.


Pisau nya mengarah ke jantung Narumu, namun Narumu berhasil menghindar. ia menghindar ke belakang dan melempar kerikil terakhir di tangan nya.


"Saatnya kamu kalah!"


Lemparan cepat mulai di luncurkan, namun pencuri itu berhasil menghindarinya dan langsung menusuk ke bagian hati Narumu.


Darah mulai keluar dari mulutnya, dan dari pisau pencuri itu. rasa sakit dan perih sangat terasa di bagian dadanya, tubuhnya melemah.


Namun, secara tiba-tiba luka bekas tusuk itu tertutup sendiri dan pisaunya pun lepas. Pencuri itu terkejut melihat nya, ia langsung berlari ketakutan dan melepaskan dompet itu.

__ADS_1


__ADS_2