
Perempuan itu langsung berlutut ke hadapan Narumu ketika ia melihat kekuatan Narumu.
Walaupun ia tidak merasakan aura mana menyeramkan dari tubuh Narumu, namun ia merasa kalau Narumu sulit untuk dikalahkan bahkan sampai tidak mungkin.
Perempuan itu berlutut ke arah Narumu, sontak membuat Narumu terkejut.
"Hei, bangunlah."
Disaat Narumu menghampirinya, seketika perempuan itu memukul kepala Narumu hingga lepas. darah mulai keluar dari lehernya, tubuh Narumu pun tergeletak tak berdaya.
Lalu, ia mengamati tubuh Narumu yang tak memiliki kepala. ia ingin memastikan kekuatan Narumu.
Perlahan, kepala Narumu terbentuk kembali, tubuhnya pun berdiri seiring kepalanya sedang membentuk. Melihat hal itu, sontak membuat perempuan itu terkejut.
Setelah kepala Narumu kembali seperti biasa, seketika ia berteriak memegang kepalanya. Sepertinya Narumu masih merasakan kepalanya putus, walaupun sudah kembali normal.
"Wah! kepalaku masih ada? syukurlah..."
Narumu meraba raba kepalanya memastikan kepalanya masih ada, Narumu menghela nafas lega ketika kepalanya masih ada.
"Eh? dimana dia?"
Narumu mencari perempuan itu.
Secara tiba-tiba, perempuan itu muncul menerjang Narumu. ia menusuk tangannya ke arah dada Narumu dan menghancurkan jantung Narumu.
__ADS_1
Mulut Narumu mengeluarkan darah, ia pun tergeletak tewas kembali.
Perempuan itu melakukan itu semua untuk memastikan kekuatan Narumu, sepertinya daya tariknya sudah menempel ke Narumu. namun, ia harus memastikan kekuatan Narumu, apakah hanya dapat dipakai terbatas atau tidak.
Secara tiba-tiba, Narumu kembali bangun. dadanya yang berlubang langsung tertutup dengan kulit dan jantungnya terbuat kembali, kesadaran Narumu pun kembali.
Narumu berteriak sambil meraba raba dadanya, ia membuka pakaiannya melihat dadanya.
Perempuan itu terkejut melihat kekuatan yang dimiliki Narumu, tanpa berpikir panjang ia pun berlutut kembali ke arah Narumu, Sontak Narumu terkejut melihat ia berlutut ke arahnya.
Namun, ia masih trauma akan diserang. ia pun berjalan secara perlahan menghampirinya.
"Hei bangunlah."
"Tolong Maafkan saya tuan."
"Saya memutuskan untuk mengikuti anda kemana pun anda pergi, bisa dibilang saya siap menjadi pelayan anda."
"Pelayan?"
Jawaban itu sontak membuat Narumu terkejut.
"Baiklah, kalau itu mau mu, kau akan kuterima sebagai pelayanku. siapa namamu? pokoknya jelaskan identitasmu secara jelas kepadaku."
"Saya tidak memiliki nama, saya berasal dari ras demon, saya berada disini karena di buang dari ras saya sendiri. saya melakukan suatu pelanggaran yang membuat saya dibuang dan dikurung."
__ADS_1
"Nama saya dibuang, jadi sekarang saya tidak memiliki nama."
"Eh? baiklah, bagaimana kalau aku yang memberimu nama?"
"Eh? benarkah? saya sangat tersanjung dapat menerima nama pemberian anda."
"Hmm?"
Narumu mengamati seluruh tubuh Perempuan itu, dimulai dari rambutnya, tubuhnya dan kekuatannya.
"Nama mu sekarang adalah Raining, dipanggil Rain. aku memakai nama ini karena diambil dari sifatmu dan warna rambutmu."
"Rain ya? terimakasih tuan!"
Nama perempuan itu adalah Rain, nama itu diberi oleh Narumu.
"Sepertinya ia tidak berevolusi, mana mungkin lah, lagian aku bukan karakter utama di cerita tensura."
"Kalau dipikir pikir lagi, Rain mirip dengan Diablo."
Narumu pun menyuruh Rain bangun, ia mengulurkan tangannya kepada Rain. Namun, Rain menolaknya, ia tidak mau bangun karena menurutnya itu adalah tindakan egois bagi pelayan.
Narumu pun dibuat bingung dengan tingkahnya, namun ia tidak memikirkannya.
Narumu pun berjalan bersama dengan Rain, Narumu berjalan di depan sedangkan Rain di belakang. Melihat Rain berjalan dibelakang membuat Narumu merasa tak enak.
__ADS_1
Narumu menyuruh Rain untuk berjalan di sampingnya, namun Rain menolaknya karena menurutnya tindakan itu tidak pantas bagi nya.
Sekali lagi, Narumu dibuat dengan sikap tegas dan kaku Rain.