
Narumu dan Rain berjalan melewati kota malam, di sekeliling mereka terdapat banyak sekali bangunan ramai.
Perut Narumu berbunyi, bertanda ia lapar. Disaat yang tepat karena ia sedang berdiri di depan kedai makanan, sebelum masuk ia bertanya kepada Rain.
"Rain, aku ingin makan, apa kamu ingin makan?"
"Terserah tuan."
"Baik, ayo."
Narumu masuk ke dalam kedai, disana ia melihat sebuah papan menu yang tertera di atas penjual. di papan itu tertulis nama nama makanan dan minuman yang disediakan.
"Selamat datang, apa yang ingin anda pesan?"
"Ayam Goreng dan apa yang kamu mau?"
"Hmm? Daging."
"Baiklah, semuanya seharga 12 koin emas."
Narumu memberikan koin emas kepada pedagang dan pergi duduk di bangku kosong.
Beberapa menit kemudian, makanan telah siap, pelayan mengantarkan pesanan ke meja mereka.
"Terimakasih."
__ADS_1
"Selamat makan."
Setelah menghabiskan makan, Narumu kembali berjalan bersama Rain. ia melihat sebuah pertunjukkan menari di tengah kota, banyak sekali warga yang ikut serta dalam pertunjukkan itu.
Narumu pun melihat pertunjukkan itu, ia menyukai pertunjukkan seperti itu.
"Indah ya?"
"Ya."
Mereka berdua menatap para warga yang tengah menari, tarian mereka sangat lihai seperti sudah terlatih. karena ingin ikut menari, Narumu mengajak Rain.
"Rain, apa kamu ingin menari bersamaku?" tanya Narumu dengan kedua pipi yang memerah.
Ia mengulurkan tangannya ke arah Rain, berharap kalau Rain ingin menari bersamanya.
Rain menggenggam tangan Narumu, sontak Narumu senang.
Karena keduanya belum pernah sama sekali menari, Narumu melihat warga di sebelahnya. ia melihat dari cara mereka berpose dan berdiri, setelah itu melihat cara tangan mereka bergerak dan menaruh.
Tangan kiri saling menggenggam sedangkan tangan kanan saling memegang punggung, Narumu memperagakkan nya bersama Rain. setelah tangan selesai, mereka hanya tinggal bergerak.
Bergerak ke arah kiri secara bersamaan dan ke kanan secara bersamaan, lalu bergerak maju dan mundur secara bersamaan. setiap gerakan harus dimulai secara bersamaan agar tidak terjadi kegagalan.
Perlahan, Narumu bergerak bersama Rain. awalnya, mereka berdua masih kaku, bergerak ragu ragu.
__ADS_1
Namun pada akhirnya, mereka pun terbiasa dengan gaya tariannya. Narumu pun mulai lihai dengan tarian, ia pun memutar Rain dan berpose layaknya ingin berciuman.
Pada malam itu, mereka berdua menari di tengah bulan bersinar dan keramaian yang sangat ramai, mereka berdua menari layaknya seorang pangeran dan putri.
Setelah menari, Narumu pun menyewa sebuah kamar. ia menyewa kamar yang menyediakan 2 kasur, kamar itu seharga 7 koin emas.
Sesampainya di kamar, Narumu langsung tergeletak di kasur. ia sangat kelelahan, jadi Narumu memilih untuk langsung tidur di kasur.
Rain pun tidur di sebelah Narumu, dan mereka berdua tidur sampai esok hari.
Keesokan harinya, Narumu bangun pagi. Rambut Narumu acak acakan setelah bangun, ia mengusap usap matanya dan terkejut melihat Rain tidak ada di kasurnya.
Ia pun mencari carinya dan alangkah terkejut nya ketika melihat Rain sudah siap di hadapannya, Rain sudah memakai pakaiannya dan berdiri tegak di sebelah kasurnya.
"Selamat pagi, Tuan."
"Eh? selamat pagi, Rain."
Setelah berpakaian, Narumu bersama Rain turun dari kamarnya mencari makanan.
Lalu, Narumu melihat ada beberapa warga yang sedang berlari. mereka berlari seperti ada sesuatu yang genting, di depan sana juga terdapat warga yang tengah berkumpul.
Rasa penasaran Narumu pun muncul kembali, ia menghampiri para warga untuk melihat apa yang terjadi.
"Saya mohon kepada para warga, untuk segera mengungsi karena tempat ini akan digunakan sebagai tempat pertempuran."
__ADS_1
"Jangan bercanda, sialan."
Terlihat beberapa kesatria yang tengah menghadapi amarah para warga dan juga terlihat seorang lelaki berambut biru yang berdiri di belakang para kesatria.