Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?

Jadi Aku Dipanggil Ke Dunia Lain, Untuk Apa?
Pillar 3rd Bab 3


__ADS_3

Di dalam sekolah, Alecia terus menerus murung, kepalanya ditundukkan ke arah bawah. bahkan di kelas sekalipun.


Shin yang sedari tadi melihatnya bingung dengan Alecia, karena mereka berdua duduk bersebelahan, jadi Shin mencoba menghibur Alecia.


Setelah melihat bangunan besar tadi yang ternyata adalah sekolah, Narumu kembali ke tempat penginapan kamarnya karena sarapan pagi nya sudah selesai ia santap.


Rain yang sedari tadi berada di belakang Narumu bingung, ia bingung dengan tingkah laku anak perempuan tadi. ia melihat disaat mereka berdua membalik badan, ia melihat anak itu mencoba mencari keberadaan Narumu.


Namun, ia sama sekali tidak memusingkannya karena itu bukanlah urusannya melainkan urusan Narumu.


Narumu pun ikut bingung dengan tingkah laku anak perempuan tadi, ia secara terus menerus melihat ke arah Narumu.


Sepanjang jalan, mereka berdua saling berpikir tentang anak itu. dan sampai lah di depan penginapan.


Narumu pun langsung tidur di kasurnya.


Ia mengambil kantung uangnya, lalu melihat isi nya. koin nya hanya tersisa sedikit, hanya tersisa 5 koin. Narumu berpikir untuk menambahkan uang, mungkin saja bekerja.


"Anda ingin pergi kemana, Tuan?",


"Aku ingin menambahkan uang, kamu tunggu saja disini."

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Narumu pun keluar dari kamarnya, ia berjalan mengitari pasar. disana ia mencoba bertanya kepada beberapa pedagang dan mereka semua tidak sedang membutuhkan seseorang.


Narumu lanjut mencari pekerjaaannya.


Dan akhirnya ia mendapatkannya sebagai pengangkut barang, barang yang ia angkut adalah sebuah besi yang sulit sekali untuk diangkat.


Terdapat banyak orang yang ikut bekerja sama seperti Narumu, berkemungkinan mereka memiliki nasib yang sama.


Pada saat pelajaran sekolah dimulai, Alecia sama sekali tidak memperhatikan guru dan terus murung, ia menatap buku namun tatapannya kosong.


Shin yang melihat Alecia terus menerus seperti itu menjadi ikut sedih, ia pun mencatat seluruh pelajaran yang tadi guru sebutkan, ia mencatat itu untuk Alecia nanti agar ia tak ketinggalan pelajaran.


Shin memegang tangannya dan berjalan, walau sedari tadi Alecia terus menerus murung ia sama sekali tidak memperdulikan itu.


Pada sore harinya, besi yang diangkut pun sudah habis. Narumu mendapatkan upah sebanyak 20 koin emas, lalu Narumu pulang kembali ke rumahnya.


Namun pada saat ia tengah berjalan pulang, ia disergap oleh para pekerja yang sama bekerja dengannya. terdapat 3 orang yang menghadang Narumu di lorong.


Dua di antara mereka membawa pisau sedangkan satunya hanya memakai pukulan.

__ADS_1


"Apa yang ingin kalian lakukan terhadapku?"


"Berikan saja uangmu dan kami akan melepaskanmu."


"Berikan? enak saja, uang ini adalah hasilku, kalian tidak berhak untuk mengambilnya."


"Sialan!"


Mereka semua pun maju secara bersamaan, Narumu pun memasang badannya untuk mempersiapkan dirinya ditusuk. mereka semua terkejut melihat Narumu yang tak menghindar ataupun menyerang.


Perlahan, Narumu sudah mulai mengakui kekuatannya. ia pun mencoba menggunakan kekuatan itu sebaik mungkin.


Kedua pisau menancap di bagian sekeliling perut dan satu pukulan yang menghantam wajah, membuat Narumu terpental.


Darah mulai keluar dari bagian yang ditusuk, wajahnya juga ikut berdarah, terutama hidungnya.


Mereka mengambil jatah Narumu dan menghitung semua koin yang mereka dapatkan.


Secara tiba-tiba, Narumu kembali bangkit. tubuhnya pun sudah dalam keadaan normal kembali, tanpa tusukan atau apapun. hanya menyisakan darah bekas hidungnya.


Mereka semua terkejut melihat Narumu dapat berdiri tegak kembali, nyali mereka langsung menciut dan lari ketakutan meninggalkan semua kantung mereka.

__ADS_1


Narumu mengambil semua kantung uang yang ada dan pergi.


Namun sebelum pergi, perempuan sebelumnya lewat di belakangnya dan melihat diri nya. mata ia berkaca kaca ketika melihat Narumu yang sedang berjalan.


__ADS_2